Pemilu 2029 Masih Lama, Tapi Bawaslu NTB Sudah Turun ke Sekolah Siapkan ‘Pasukan Pelajar’ Anti Hoaks dan Politik Uang

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB meluncurkan program ‘Bawaslu NTB On The Move’ sebagai langkah strategis memperkuat pengawasan partisipatif dan literasi politik di kalangan pelajar. Kegiatan perdana berlangsung di SMKN 1 Mataram, Jumat pagi (25/7), bertepatan dengan kegiatan keagamaan rutin (Imtaq) yang digelar setiap pekan oleh pihak sekolah.

Acara edukatif ini dihadiri oleh ratusan siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Hadir sebagai narasumber, Anggota Bawaslu NTB Hasan Basri menyampaikan materi seputar tugas dan fungsi Bawaslu, pentingnya peran pemilih pemula, serta penanaman nilai-nilai demokrasi sejak dini dalam kehidupan berbangsa.

Dalam pemaparannya, Hasan menekankan bahwa Bawaslu hadir di sekolah-sekolah untuk mendekatkan proses pengawasan pemilu kepada generasi muda yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang.

“Pemilu bukan sekadar mencoblos, tapi juga tentang bagaimana kita bertanggung jawab sebagai warga negara. Bawaslu hadir untuk memastikan bahwa setiap tahapan pemilu berlangsung sesuai prinsip Luber dan Jurdil,” tegasnya.

Baca Juga :  KPU NTB Turunkan 14.885 Pantarlih, Jamin Hak Pilih Warga Ahmadiyah

Ia juga mengajak siswa-siswi untuk menjadi pemilih yang cerdas, berani menolak politik uang, dan tidak mudah terpengaruh hoaks. Menurutnya, peran generasi muda sangat strategis dalam menciptakan pemilu yang bersih dan berintegritas.

“Gunakan hak pilih dengan bijak. Jangan karena iming-iming uang atau informasi menyesatkan. Satu suara kalian sangat berarti,” ujarnya.

Hasan juga menegaskan bahwa nilai-nilai demokrasi harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah.

“Demokrasi bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti memilih ketua OSIS secara jujur dan berdasarkan kapasitas. Jangan pilih hanya karena ganteng atau cantik,” candanya yang disambut tawa para siswa.

Selain membahas pentingnya demokrasi, Hasan turut menyoroti literasi digital sebagai benteng utama melawan hoaks di era media sosial. Ia mengimbau pelajar untuk selalu menyaring informasi dan tidak mudah percaya pada berita yang belum terverifikasi.

Baca Juga :  KPU NTB Tetapkan Hasil Pilgub 2024: Rohmi-Firin 775.937, Zul-Uhel 887.791 dan Iqbal-Dinda 1.163.194

“Media sosial bisa jadi alat pembelajaran, tapi juga bisa jadi sumber disinformasi. Cek fakta sebelum membagikan informasi,” pesannya.

Program ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh para siswa. Melalui ‘Bawaslu NTB On The Move’, Bawaslu berkomitmen menyasar seluruh sekolah dan madrasah di NTB sebagai bagian dari strategi pendidikan politik yang menyentuh langsung pemilih pemula.

“Kegiatan ini tidak hanya berlangsung di SMKN 1 Mataram. Kami akan menyambangi seluruh sekolah dan madrasah se-NTB. Ini adalah bagian dari ikhtiar kami dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini,” ujar Hasan.

Menurutnya, demokrasi akan tumbuh kuat jika dipupuk sejak masa muda. “Karena di tangan anak-anak muda inilah masa depan demokrasi Indonesia bisa terjaga dengan baik dan benar,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia
Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan
Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat
Kebakaran Landa Savana Propok Rinjani, 98 Hektare Lahan Hangus dalam Hitungan Jam
Perkuat Literasi Hukum dan HAM, Kemenkum NTB Gandeng Badko HMI Bali Nusra Bangun Kolaborasi Strategis
Terima Kunjungan Dubes Kazakhstan, Bupati Jarot Tawarkan Kerja Sama Susu Kuda Liar hingga Industri Garam Sumbawa
HPMW Mataram Geruduk DLHK NTB, Desak Penertiban Tambak Udang Diduga Ilegal di Wera
Perjuangan Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa: Antara Tuntutan Keadilan dan Ketakutan Elite Kehilangan Kendali atas Kekuasaan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:55 WIB

NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:23 WIB

Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:53 WIB

Kebakaran Landa Savana Propok Rinjani, 98 Hektare Lahan Hangus dalam Hitungan Jam

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Literasi Hukum dan HAM, Kemenkum NTB Gandeng Badko HMI Bali Nusra Bangun Kolaborasi Strategis

Berita Terbaru