SUMBAWAPost, Mataram – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu Provinsi NTB setiap tahunnya selalu dihantui sejumlah persoalan khususnya di sektor pertanian dan perkebunan serta harga kebutuhan pokok masyarakat. Hingga Sekda Kabupaten Dompu Ngeluh ke Pj Gubernur NTB.
Persoalan tahunan yang sulit diatasi itu dilaporkan Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu saat mewakili Bupati Dompu hadiri acara dengan Penjabat Gubernur (PJ) Nusa Tenggara Barat yang baru, yang juga ikut dihadiri seluruh Bupati dan Wali Kota serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat bertempat di Pendopo Tengah Gubernur NTB. Selasa, 2 Juli 2024 kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu Gatot Gunawan Perantauan Putra, SKM memberikan laporan kondisi Kabupaten Dompu tentang komoditas jagung.
“Masyarakat Kabupaten Dompu 90% mata pencahariannya dari sektor pertanian. 43% PDRB Kabupaten Dompu disumbangkan oleh sektor pertanian perkebunan dan peternakan,”kata Gatot dihadapan Pj Gubernur NTB, dan Bupati dan Wali Kota se NTB.
Selain itu, Gatot juga mengeluhkan 4 masalah tahunan yang setiap tahun 4 isu itu selalu muncul di Kabupaten Dompu.
Sekda menyampaikan, yang Pertama Pupuk. Persoalan pupuk subsidi terbatas (kuotanya 30-50% dari kebutuhan e-rdkk) dan pestisida yang mahal. Tahun 2023 kuota urea 19.146 ton dan NPK 14 547 ton.
“Tetapi Alhamdulillah kuota di tahun 2024 ini bertambah urea menjadi 32.729 ton dan NPK 28.960 ton,”ungkap Gatot.
Selanjutnya persoalan yang ke Dua yakni soal harga hasil pertanian yakni Gabah.
“Pada tahun 2024 ini harganya cukup baik GKP antara 6.000-6.100, GKG 7.200 walau konsekuensinya naiknya harga beras 13.500-14.000 kg,”uraiannya.
Yang ke Tiga Harga jagung.
Gatot menjelaskan, luas lahan eksisting jagung 58 rb Ha dan diluar eksisting 72 rb Ha dengan produktivitas jagung 8,2 ton/Ha (sumber BPS). Dengan perkiraan hasil panen se Kabupaten Dompu 400 rb ton lebih diawal musim panen Januari sampai dengan awal maret harga jagung 7 ribu bahkan tembus 8 ribu per kg dengan KA 15%.
“Namun memasuki panen raya se-pulau sumbawa bahkan seluruh Indonesia harga jagung menurun dari 7 ribu turun ke 5 ribuan, 4 ribuan dan sampe hari ini 2 juli 2024 harga jagung di gudang 3.200,”ungkapnya.
Akibat harga jagung turun, sehingga petani jagung dan elemen masyarakat/pemerhati petani mengadu ke Pemerintah bahkan melakukan unjuk rasa meminta keterlibatan pemerintah Pemkab Dompu dan Pemkab Bima bahkan Pemprov berserta ke pusat.
“Dan akhirnya menerbitkan surat tentang fleksibilitas HAP Jagung 5.000 per dg KA 15% walau ini hanya dilakukan oleh Bulog dan CPI,”imbuhnya.
Dan yang ke empat yakni Terbatasnya kuota LPG 3 kg untuk kabupaten Dompu tahun 2024 hanya 6.449 metrik ton dari kebutuhan ideal 16.667 MT sedangkan sisi lain kebutuhan LPG meningkat seiring pesatnya perkembangan UMKM di Dompu yang saat berjumlah 3 ribuan.
“Ditambah lagi penggunaan di sektor pertanian dan bertambahnya rumah tangga yang mengunakan LPG 3 kg,”pungkasnya.
Dalam pertemuan tersebut Mayjen TNI (Purn) Dr. Hassanudin, S. I.P, MM memberikan arahan terkait situasi keamanan wilayah situasi ekonomi dan pengendalian inflasi.
“Memohon dukungan semua pihak dalam menjalankan tugas sebagai Pj Gubernur kepada Bupati, Walikota dan Forkopimda diminta memberikan informasi terkait permasalahan di daerahnya,”tutup Pria kelahiran Palembang Sumatera itu.










