Miq Iqbal Semangati 215 PMI NTB: Merantau Itu Ngeri-Ngeri Sedap, Tapi Harus Pulang dengan Hidup yang Lebih Hebat

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Sebanyak 215 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi diberangkatkan ke Malaysia Barat melalui program penempatan tanpa biaya (zero cost) yang difasilitasi perusahaan SD Guthrie Berhad. Pelepasan gelombang pertama ini berlangsung di Astoria, Mataram, Selasa (29/7), dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP, M.Si.

Acara pelepasan tersebut juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Ahnas, S.Ag., M.Si., jajaran Disnakertrans NTB, serta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan apresiasi kepada para PMI yang disebutnya sebagai “pejuang kehidupan”. Ia menegaskan bahwa keberangkatan mereka bukan sekadar mencari nafkah, tetapi langkah besar yang penuh keberanian.

“Merantau itu bukan perkara mudah. Hanya orang-orang berani yang sanggup meninggalkan keluarga demi mengubah nasib. Dua tahun kontrak ini harus menjadi titik balik kehidupan, bukan sekadar rutinitas,” tegas Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal tersebut.

Baca Juga :  BASANTB WIKI: Corong Curhat Anak Muda NTB, Gubernur Iqbal Janji Tak Tutup Telinga

Gubernur Iqbal menekankan bahwa tujuan utama dari program zero cost adalah meringankan beban calon PMI sekaligus memastikan proses keberangkatan aman, legal, dan bebas dari praktik percaloan maupun pungutan liar.

Ia juga meminta para PMI agar memanfaatkan penghasilan mereka dengan bijak.

“Gunakan hasil kerja selama dua tahun untuk investasi masa depan. Bawa pulang perubahan, jangan hanya sekadar perubahan fisik,” pesannya.

Selain itu, pemerintah provinsi disebut terus memperkuat perlindungan bagi PMI dan keluarganya. Pemprov NTB telah menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta perbankan untuk menyediakan skema pinjaman tanpa bunga. Program edukasi pengelolaan keuangan juga akan diperluas agar keluarga PMI dapat bertahan dan berkembang.

Baca Juga :  Kantor BKKBN Kabupaten Dompu Terbakar

“Perlindungan itu bukan hanya untuk mereka yang bekerja di luar negeri, tapi juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kita pastikan anak-anaknya tetap sekolah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal memberikan apresiasi kepada SD Guthrie Berhad yang selama satu dekade konsisten melakukan perekrutan langsung di NTB dan menjadi pelopor implementasi program zero cost. Ia berharap perusahaan lain bisa mengikuti langkah serupa.

“Kita ingin urusan PMI ini semakin baik. NTB adalah daerah pengirim PMI terbesar ketiga atau keempat di Indonesia. Semoga jumlah yang besar ini berbanding lurus dengan berkah dan manfaat yang lebih besar pula,” harapnya.

Menutup sambutannya, Gubernur menitipkan para PMI kepada perusahaan dan berpesan agar mereka bekerja dengan penuh disiplin, menjaga etika, dan tetap menjalin komunikasi dengan keluarga di kampung halaman.

 

Berita Terkait

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi
YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima
YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata
Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima
Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung
NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang
NTBCare Tepis Isu Rp31 Miliar, Direktur Tegaskan Kami Bukan Pengelola Uang, Itu Hoaks Kelas Sampah
BPS NTB Ungkap Lonjakan Wisatawan hingga 1,39 Juta, Okupansi Hotel Justru Turun
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:45 WIB

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi

Senin, 11 Mei 2026 - 19:20 WIB

YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:34 WIB

YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:24 WIB

Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung

Berita Terbaru