Bukan Sekadar Daftar Rektor, Prof. Kurniawan Bawa Semangat Revolusi Akademik dari NTB untuk Dunia

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Rektor Universitas Mataram (UNRAM) periode 2026-2030 bukan sekadar rutinitas akademik. Guru Besar Hukum Bisnis asal Lombok Tengah ini datang membawa semangat revolusi akademik sebuah gerakan moral dan intelektual untuk menjadikan UNRAM bukan hanya unggul di daerah, tetapi juga berdaya saing di tingkat global.

SUMBAWAPOST.com, Mataram-
Langkah bersejarah terjadi di kampus hijau Universitas Mataram (UNRAM). Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum.Guru Besar Hukum Bisnis yang dikenal santun tapi tegas resmi mendaftar sebagai Bakal Calon Rektor UNRAM periode 2026-2030. Jumat (7/11/2025)

Tak seperti pendaftar lain, Prof. Kurniawan datang tidak sendiri. Ia didampingi perwakilan sembilan fakultas yang menandai simbol kebersamaan dan semangat kolaborasi lintas disiplin.

Baca Juga :  Pj Gubernur Tegaskan PON XXII 2028 NTB-NTT Harus Menorehkan Lima Prestasi

“Prof. Kurniawan datang bukan atas nama pribadi, tapi membawa semangat kebersamaan sembilan fakultas,” ujar salah satu perwakilan senat.

Lahir di Ranggagata, Lombok Tengah, Prof. Kurniawan bukan nama baru di dunia akademik. Ia telah lebih dari 20 tahun mengabdi di kampus Unram, dikenal sebagai pakar hukum bisnis, perlindungan konsumen, dan kekayaan intelektual. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Prodi S3 Doktor Ilmu Hukum.

Rekam jejaknya cukup panjang dari Wakil Dekan Fakultas Hukum (2013-2021) hingga Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan (2018-2022). Kini, dengan pengalaman itu, ia membawa visi besar ‘UNRAM harus Unggul, Berkelanjutan, Berdampak, dan Mendunia’

Baca Juga :  Selamat! Provinsi NTB Borong 6 Penghargaan Tingkat Nasional dari Kementerian Dalam Negeri

Selain di kampus, Prof. Kurniawan juga aktif di organisasi besar Wakil Ketua PWNU NTB (2025-2030) dan Ketua Harian APHKI Indonesia (2023-2026). Jejaring nasionalnya kuat, pengaruh akademiknya luas, dan komitmennya jelas: membangun kampus berbasis integritas, riset, dan inovasi nyata bagi masyarakat.

“Pendidikan harus adaptif terhadap zaman, riset harus solutif terhadap persoalan riil, dan inovasi harus berakar pada nilai-nilai kemanusiaan serta kearifan lokal,” tegasnya.

Pendaftaran ini bukan sekadar formalitas, tapi momentum menyatukan kembali civitas akademika UNRAM.
Kampus yang dulu dibangun dari semangat perjuangan, kini dipanggil kembali untuk menjadi kampus kebanggaan NTB yang benar-benar berdampak dan mendunia.

Berita Terkait

Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Konsep FELDA Malaysia untuk Pertanian NTB
Willgo Zainar Kembali Pimpin HKTI NTB, Siap Perkuat Transformasi Pertanian Modern
Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Eddy Sophian Hadiri Pelantikan Hanura Se-NTB, Serukan Kolaborasi
Tenun NTB Curi Panggung di IFW 2026, Karya QV by Viviana Tuai Sorotan
PKN NTB Beri Selamat Pengurus Baru Hanura, Ajak Perkuat Kolaborasi Demi Kemajuan Daerah
Umi Dinda Curi Perhatian di Indonesia Fashion Week 2026, Promosikan Tenun NTB ke Panggung Nasional
Gubernur Iqbal Bongkar Peran Prabowo dan OSO di Balik Keputusannya Maju Pilgub NTB
Dihadiri Iqbal-Dinda, Hanura Pastikan Dukung Iqbal Jika Kembali Bertarung di Pilkada NTB
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Konsep FELDA Malaysia untuk Pertanian NTB

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Willgo Zainar Kembali Pimpin HKTI NTB, Siap Perkuat Transformasi Pertanian Modern

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Eddy Sophian Hadiri Pelantikan Hanura Se-NTB, Serukan Kolaborasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Tenun NTB Curi Panggung di IFW 2026, Karya QV by Viviana Tuai Sorotan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:45 WIB

PKN NTB Beri Selamat Pengurus Baru Hanura, Ajak Perkuat Kolaborasi Demi Kemajuan Daerah

Berita Terbaru