Langkah Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Rektor Universitas Mataram (UNRAM) periode 2026-2030 bukan sekadar rutinitas akademik. Guru Besar Hukum Bisnis asal Lombok Tengah ini datang membawa semangat revolusi akademik sebuah gerakan moral dan intelektual untuk menjadikan UNRAM bukan hanya unggul di daerah, tetapi juga berdaya saing di tingkat global.
SUMBAWAPOST.com, Mataram-
Langkah bersejarah terjadi di kampus hijau Universitas Mataram (UNRAM). Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum.Guru Besar Hukum Bisnis yang dikenal santun tapi tegas resmi mendaftar sebagai Bakal Calon Rektor UNRAM periode 2026-2030. Jumat (7/11/2025)
Tak seperti pendaftar lain, Prof. Kurniawan datang tidak sendiri. Ia didampingi perwakilan sembilan fakultas yang menandai simbol kebersamaan dan semangat kolaborasi lintas disiplin.
“Prof. Kurniawan datang bukan atas nama pribadi, tapi membawa semangat kebersamaan sembilan fakultas,” ujar salah satu perwakilan senat.
Lahir di Ranggagata, Lombok Tengah, Prof. Kurniawan bukan nama baru di dunia akademik. Ia telah lebih dari 20 tahun mengabdi di kampus Unram, dikenal sebagai pakar hukum bisnis, perlindungan konsumen, dan kekayaan intelektual. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Prodi S3 Doktor Ilmu Hukum.
Rekam jejaknya cukup panjang dari Wakil Dekan Fakultas Hukum (2013-2021) hingga Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan (2018-2022). Kini, dengan pengalaman itu, ia membawa visi besar ‘UNRAM harus Unggul, Berkelanjutan, Berdampak, dan Mendunia’
Selain di kampus, Prof. Kurniawan juga aktif di organisasi besar Wakil Ketua PWNU NTB (2025-2030) dan Ketua Harian APHKI Indonesia (2023-2026). Jejaring nasionalnya kuat, pengaruh akademiknya luas, dan komitmennya jelas: membangun kampus berbasis integritas, riset, dan inovasi nyata bagi masyarakat.
“Pendidikan harus adaptif terhadap zaman, riset harus solutif terhadap persoalan riil, dan inovasi harus berakar pada nilai-nilai kemanusiaan serta kearifan lokal,” tegasnya.
Pendaftaran ini bukan sekadar formalitas, tapi momentum menyatukan kembali civitas akademika UNRAM.
Kampus yang dulu dibangun dari semangat perjuangan, kini dipanggil kembali untuk menjadi kampus kebanggaan NTB yang benar-benar berdampak dan mendunia.









