Mafia Debt Collector Mengganas di Lombok, Truk Dibajak, Sopir Dipaksa Tebus Rp15 Juta – Kuasa Hukum Siap Bertindak

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 15 Maret 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Aksi brutal debt collector (DC) kembali menghantui warga. Kali ini, seorang pemilik truk asal Malang, Sutrisno, menjadi korban perampasan kendaraan yang disertai pemerasan oleh oknum penagih utang di Kota Mataram.

Insiden mengejutkan ini terjadi ketika Sutrisno, yang sehari-hari membawa terasi untuk berdagang, dihentikan secara paksa oleh sejumlah DC dari PT Ninaga Cilinaya Sejahtera (NCS) di kawasan Turida. Mereka berdalih bahwa dirinya menunggak pembayaran kredit selama empat bulan di SMS Finance. Tanpa ampun, truk miliknya langsung disergap dan dibawa ke kantor PT NCS.

Namun, petaka belum berakhir. Sesampainya di sana, Sutrisno justru dipaksa membayar uang tebusan sebesar Rp15 juta jika ingin kendaraannya kembali.

Baca Juga :  Direktur NDI Abdul Majid Desak Kejati NTB Usut Tuntas Kasus Korupsi NCC

“Saya bingung, mereka meminta Rp15 juta agar mobil saya tidak hilang. Ini maksudnya apa? Saya ini memang punya tunggakan, tapi saya selalu berkomunikasi dengan SMS Finance,” ujar Sutrisno dengan nada putus asa.

Tak tahan dengan tekanan tersebut, Sutrisno akhirnya mencari perlindungan ke Polsek Sandubaya. Di sana, ia melaporkan perampasan paksa kendaraannya oleh para DC yang bertindak bak preman jalanan.

Pihak kepolisian membenarkan laporan tersebut dan menyarankan Sutrisno untuk melengkapi administrasi guna membawa kasus ini ke Polres Mataram.

“Benar, korban mengeluhkan bahwa truknya dirampas debt collector dan ia dipaksa membayar uang tebusan. Kami sarankan untuk melaporkan ke Polres agar kasus ini ditindaklanjuti,” ujar Aipda Suginato dari Polsek Sandubaya.

Baca Juga :  Pria Asal Sumbawa Dikeroyok di Lingsar Lombok Barat

Kasus ini pun menarik perhatian Ketua Forum Rakyat, Hendrawan Saputra, yang juga menjadi kuasa hukum Sutrisno. Dengan tegas, ia menyebut bahwa penarikan paksa kendaraan oleh debt collector jelas-jelas melanggar Undang-Undang Fidusia.

“DC tidak punya hak mencabut kendaraan secara sepihak. SMS Finance dan debt collector ini telah melanggar hukum! Kami akan mengajukan somasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bila perlu, membawa kasus ini ke pihak kepolisian untuk menindak aksi pemerasan yang dilakukan oleh oknum DC,” tegas Hendrawan dengan geram.

 

Berita Terkait

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB
Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar
Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa
Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama
Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis
Halal Bihalal IKA Unram, Isvie Rupaeda Tegaskan Peran Alumni Jadi Kunci Kemajuan Kampus
Perpres 4/2026 Disorot, Sawah NTB Beralih Fungsi, Direktur Mi6: Ini Sawah atau Real Estate Sih?
Soal Reklamasi Amahami, Persatuan Pemuda NTB Desak Kejati Tangkap Wali Kota Bima
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:50 WIB

Sekda Baru Dilantik, Ketua DPRD Isvie  ‘Warning’ Keras: Benahi Birokrasi dan Selamatkan Keuangan NTB

Senin, 13 April 2026 - 13:46 WIB

Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar

Sabtu, 11 April 2026 - 23:50 WIB

Rektor Unram Siapkan Jalur Khusus Alumni: Dari Mentor hingga Orang Tua Asuh Mahasiswa

Sabtu, 11 April 2026 - 22:35 WIB

Konsolidasi Nasional IKA Unram, Ketua dan Rektor Kompak ‘Gas’ Ratusan Ribu Alumni Agar Tak Sekadar Nama

Sabtu, 11 April 2026 - 21:55 WIB

Halal Bihalal IKA Unram Jadi Ajang Konsolidasi Nasional, Alumni Didorong Perkuat Peran Strategis

Berita Terbaru