SUMBAWAPOST.com, Lombok Barat-
Suasana pesisir Pantai Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, tampak berbeda akhir pekan ini. Gelak tawa warga, suara musik tradisional, dan semangat para nelayan mewarnai gelaran Meninting Begawe Jilid 2 yang mengusung tema ‘Menjaga Alam dan Merawat Tradisi’, Sabtu (1/11/2025).
Kegiatan budaya dan wisata bahari ini mendapat apresiasi hangat dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Hadir mewakili Bupati Lombok Barat, Sekretaris Dinas Pariwisata Lobar Iwan Mulia Septeriansyah, bersama Camat Batulayar Subayin, Forkopimcam, Kepala Desa Meninting Mahnan Hariyanto, Tim PKK Desa Meninting, para tokoh agama, Pokdarwis, Karang Taruna, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Iwan menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Meninting atas keberhasilan menyelenggarakan kegiatan yang tak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan semangat kebersamaan warga.
“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Desa Meninting dan bangga melihat antusiasme masyarakat serta peserta lomba perahu layar. Sebagian besar peserta merupakan nelayan lokal yang ikut berpartisipasi dengan penuh semangat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iwan menilai potensi Meninting Begawe sangat besar untuk dikembangkan menjadi agenda wisata tahunan.
“Ke depannya, jika event ini memiliki jadwal tetap, kami akan mengusulkan agar dimasukkan dalam kalender event Lombok Barat. Saat ini Pemkab Lobar telah memiliki 30 event untuk tahun 2026, dan jika kegiatan Meninting Begawe bisa masuk, tentu akan memperkaya daftar event pariwisata daerah,” jelasnya.
Ia berharap Meninting Begawe tidak hanya menjadi milik masyarakat lokal, tetapi mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
“Harapan kami, ke depan event ini dapat berkembang menjadi ajang wisata bahari berskala lebih luas, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi dan promosi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata lokal, Meninting Begawe Jilid 2 bukan sekadar pesta budaya, melainkan wujud nyata semangat warga dalam menjaga laut, melestarikan tradisi, dan membangun pariwisata berkelanjutan di Lombok Barat.










