KPU Larang Paslon Bawa APK Saat Debat Pilgub NTB, Berikut Materi Debat dan Lokasinya

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPSOT.com, Mataram – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melarang pendukung dan tim sukses tiga pasangan calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) membawa alat peraga kampanye saat debat Pilkada 2024.

“Tidak boleh membawa alat peraga kampanye dan atribut. dalam rangka menjaga kondusifitas debat. Karena ini debat, bukan rapat umum. Sehingga fokus pada ide gagasan,” tegas Anggota Komisioner KPU Provinsi NTB Agus Hilman, Sabtu, 19 Oktober 2024. Saat menggelar rapat Koordinasi persiapan pengamanan acara Debat dengan dihadiri Ketua KPU NTB berserta jajarannya, Karo Ops Polda NTB, Dir Intel Polda NTB, Pol PP, Dinas Perhubungan yang digelar di Ruang Rapat Kantor KPU dijalan Langko No.17, Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Baca Juga :  Ini Alasan Kuat Prof Zainal Asikin Menilai Polri Tetap Harus di Bawah Presiden

Diakuinya, proses debat biasanya diiringi dengan yel yel pendukung, yang dapat memicu meningkatnya tensi suasana. Karena itu Hilman mengingatkan, agar semua pendukung yang hadir menjaga ketertiban.

Selain itu, KPU Provinsi NTB juga membatasi pendukung dan timses yang diizinkan masuk di lokasi debat. “Maksimal 100 orang dari masing-masing paslon,” jelasnya.

Debat publik Pilgub pertama Nusa Tenggara Barat 2024 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 23 Oktober 2024, di hotel Lombok Raya, mulai sekitar Pukul 19.30 WIB.

Kata Agus Hilman, Tema debat perdana itu Baru kita putuskan soal “Reformasi birokrasi dan pelayanan publik untuk kesejahteraan rakyat”

“Dimana debat itu dibagi 4 Sub tema, yakni yang pertama Inovasi Pemerintahan, ke dua berkaitan dengan kesehatan, ke tiga masalah pendidikan dan yang ke empat soal Sosial. Ke 4 sub tema tersebut tetap berkaitan dengan tema besarnya,”ungkapnya.

Baca Juga :  Polresta Mataram Bongkar Peredaran Sabu di Karang Bagu, Dua Terduga Diamankan

“Dan rangkaian Debat kita bagi 6 segmen, untuk segmen pertama Penyampaian Visi-Misi, Ke Dua dan ke Tiga pendalaman Visi-Misi, dengan menjawab pertanyaan dari Panelis yang memang sudah kita susun dan Segmen ke Empat dan Lima itu tanya jawab, bertanya dan menanggapi pasangan calon dan Segmen ke 6 itu penutup,”sambung Hilman.

Demikian juga, Kata Hilman, untuk pertanyaan pertanyaan panelis, akan berkaitan langsung dengan dengan tema besar.

“Jadi tidak keluar dari tema besar yang sudah kita tentukan,”terangnya.

Berita Terkait

Ketua IKA Unram Isvie Rupaeda Tegaskan Kampus Harus Aman dari Kekerasan Seksual
Ketua IKA Unram Isvie Ungkap Resep Sukses ke Maba, dari Dosen hingga Jadi Ketua DPRD NTB
Bukan Sekadar Cari Gelar, Ini Pesan Dekan FHISIP Unram untuk Mahasiswa Baru di PKKMB
Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas
Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ketua IKA Unram Isvie Rupaeda Tegaskan Kampus Harus Aman dari Kekerasan Seksual

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Ketua IKA Unram Isvie Ungkap Resep Sukses ke Maba, dari Dosen hingga Jadi Ketua DPRD NTB

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Bukan Sekadar Cari Gelar, Ini Pesan Dekan FHISIP Unram untuk Mahasiswa Baru di PKKMB

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:08 WIB

Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB