KPU NTB dan Bawaslu NTB Touring Monitoring Coktas di Lombok Utara, Pastikan Data Pemilih Akurat

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran KPU Provinsi NTB bersama Bawaslu Provinsi NTB saat melakukan touring monitoring dan evaluasi pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) di Kabupaten Lombok Utara dalam rangka memastikan akurasi data pemilih berkelanjutan Tahun 2026.

Jajaran KPU Provinsi NTB bersama Bawaslu Provinsi NTB saat melakukan touring monitoring dan evaluasi pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) di Kabupaten Lombok Utara dalam rangka memastikan akurasi data pemilih berkelanjutan Tahun 2026.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB melakukan touring monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) di Kabupaten Lombok Utara sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan akurasi data pemilih berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (15/6/2026) tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026 berjalan sesuai prosedur dan menghasilkan data pemilih yang valid, akurat, serta mutakhir.

Jajaran KPU NTB dan Bawaslu NTB turun langsung ke lapangan guna memantau proses verifikasi dan pemutakhiran data pemilih yang dilakukan petugas. Monitoring ini juga menjadi bentuk sinergi antarlembaga dalam menjaga kualitas data kepemiluan sebagai salah satu fondasi penting penyelenggaraan pemilu yang demokratis dan berintegritas.

Tim monitoring melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi sasaran untuk memastikan setiap perubahan data pemilih dapat ditindaklanjuti dengan tepat, mulai dari proses pencocokan hingga verifikasi lapangan.

Baca Juga :  Polsek Ambalawi Gerebek Arena Sabung Ayam, Para Penjudi Kabur Kocar-Kacir

Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Provinsi NTB, Bukhari, menjelaskan bahwa pelaksanaan Coktas difokuskan pada sejumlah kategori data yang membutuhkan pembaruan secara berkala.

“Fokus pelaksanaan Coktas mencakup pemilih yang telah meninggal dunia, pemilih yang pindah masuk maupun pindah keluar daerah, sarana perbaikan data dari Bawaslu, serta berbagai laporan dan pengaduan masyarakat yang masuk melalui aplikasi Govote,” ujar Bukhari.

Selain melakukan pengawasan dan evaluasi, jajaran KPU NTB dan Bawaslu NTB juga berdialog langsung dengan petugas lapangan serta masyarakat guna menyerap berbagai masukan terkait pelaksanaan pemutakhiran data pemilih.

Masukan tersebut dinilai penting sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan administrasi kepemiluan sekaligus memastikan data pemilih yang tersusun benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Menurut Bukhari, kegiatan monitoring dan evaluasi tidak hanya bertujuan memastikan prosedur berjalan dengan baik, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kualitas data pemilih di seluruh wilayah NTB.

Baca Juga :  Diduga Peras Guru Terpencil Bertahun-Tahun, Tersangka Kabid Dikbudpora Bima Dilimpahkan ke Jaksa

“Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, KPU NTB dan Bawaslu NTB berharap pelaksanaan Coktas di Kabupaten Lombok Utara dapat menjadi salah satu contoh praktik baik dalam penyelenggaraan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi NTB,” katanya.

Ia menambahkan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menjaga integritas data pemilih sebagai fondasi utama penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.

“Dengan data pemilih yang terus diperbarui secara berkelanjutan, diharapkan hak pilih masyarakat dapat terjamin dan seluruh tahapan kepemiluan ke depan dapat berjalan lebih baik, transparan, serta akuntabel,” pungkasnya.

Melalui touring monitoring yang dilakukan secara langsung di lapangan, KPU NTB dan Bawaslu NTB berharap kualitas data pemilih di seluruh daerah semakin akurat sehingga hak konstitusional masyarakat dapat terjaga dengan baik pada setiap tahapan pemilu dan pemilihan yang akan datang.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores
Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka
270 ASN dari 30 OPD NTB Lupa Jadi Pejabat, Mendadak Jadi Atlet, Ini Cabornya
HUT ke-81 RI, Wagub NTB Ajak ASN Lepas Penat dan Perkuat Persaudaraan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23 WIB

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB

Sejumlah Titik di Kota Bima dan Kabupaten Bima Dilaporkan Terdampak Gempa M7,7 yang Berpusat di Wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). BPBD NTB melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan di lapangan.

Pemerintahan

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:18 WIB