Mori Hanafi dan Gubernur Iqbal Sama-sama TMS, Gagal Maju Calon Ketua KONI NTB 2026-2030

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mori Hanafi dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan  saat mendaftar sebagai bakal calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030, didampingi sejumlah Ketua KONI Kabupaten/Kota dan Pengurus Cabang Olahraga olahraga (Cabor).

Mori Hanafi dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan saat mendaftar sebagai bakal calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030, didampingi sejumlah Ketua KONI Kabupaten/Kota dan Pengurus Cabang Olahraga olahraga (Cabor).

SUMBAWAPOST.com |™Mataram- Teka-teki Mengenai Siapa yang akan melaju ke Tahap Pencalonan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB Periode 2026-2030 akhirnya terjawab.

Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) secara resmi menyatakan Dua Bakal Calon (Balon) yang mengembalikan berkas Pendaftaran, yakni Mori Hanafi dan Lalu Muhamad Iqbal, tidak memenuhi syarat (TMS) atau gagal Menjadi Calon.

Dengan keputusan tersebut, tidak ada satu pun Bakal Calon yang berhasil melaju ke tahap Pencalonan Ketua KONI NTB Periode 2026-2030.

Wakil Ketua TPP Andik Budi Hariono mengungkapkan, Dari Tiga orang yang mengambil Formulir pendaftaran, hanya dua orang yang mengembalikan berkas.

Sementara Satu Orang lainnya, yakni Subakti, tidak mengembalikan formulir hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Setelah dilakukan Verifikasi dan Validasi, kedua nama yang mengembalikan berkas tersebut dipastikan tidak lolos ke tahap selanjutnya.

”Dari Dua Bakal Calon ini, kami Nyatakan dari TPP adalah Tidak Memenuhi Syarat (TMS),” tegas Andik Budi Hariono dalam konferensi pers, dalam keterangan yang diterima media ini, Selasa (18/8/2026).

Andik menjelaskan secara rinci penyebab kedua kandidat tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Untuk Mori Hanafi, Kendala Utama terletak pada dukungan dari KONI Kabupaten/Kota yang kurang dari batas Minimal 30 persen.

Kondisi tersebut terjadi lantaran adanya dukungan ganda dari beberapa daerah, yaitu Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Dompu, yang juga memberikan dukungan kepada kandidat lain.

Dukungan ganda tersebut kemudian dinyatakan batal atau gugur sehingga jumlah dukungan Mori Hanafi tidak memenuhi batas minimal yang dipersyaratkan.

Sementara itu, untuk Lalu Muhamad Iqbal, TPP menyatakan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki pengalaman memimpin atau menjabat sebagai ketua umum Pengprov Cabang Olahraga (Cabor) maupun KONI Kabupaten/Kota.

Baca Juga :  Gili Krisis Air, Gubernur NTB Miq Iqbal Kejar Diskresi Agar Air Kembali Mengalir

Hasil verifikasi tersebut membuat Lalu Muhamad Iqbal juga tidak dapat naik status dari bakal calon menjadi calon Ketua KONI NTB.

Dengan gugurnya dua nama tersebut, proses penjaringan yang dilakukan TPP untuk saat ini tidak menghasilkan satu pun kandidat yang memenuhi syarat.

“Tugas kami selesai sampai di sini. Seluruh laporan hasil kinerja TPP telah kami serahkan kepada Ketua KONI NTB,” ujar Andik.

Anggota TPP Asnirawati menambahkan, selain persoalan dukungan KONI Kabupaten/Kota, terdapat juga sejumlah dukungan ganda dari cabang olahraga (Cabor) untuk kedua kandidat.

Beberapa cabor yang terdeteksi memberikan dukungan ganda antara lain IBCA MMA, Aerosport (FASI), Anggar (IKASI), Voli (PBVSI), Tenis Lapangan (Pelti), dan Panjat Tebing (FPTI).

Temuan tersebut menjadi bagian dari Proses Verifikasi dan validasi yang dilakukan TPP terhadap seluruh dokumen dukungan bakal calon.

Mengenai kelanjutan proses pemilihan atau kemungkinan pembukaan kembali pendaftaran, TPP menyerahkan sepenuhnya mekanisme tersebut kepada KONI NTB.

Selanjutnya, KONI NTB akan berkomunikasi dengan KONI Pusat untuk menentukan langkah berikutnya terkait proses pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026-2030.

Dengan demikian, hingga hasil Verifikasi TPP diumumkan pada Selasa (18/8/2026), belum ada satu pun Kandidat yang dinyatakan Memenuhi Syarat untuk maju sebagai Calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030.

Menjadi Catatan, Sebelum akhirnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), persaingan menuju kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Periode 2026-2030 sempat mengerucut pada dua nama besar, yakni Petahana H Mori Hanafi dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Baca Juga :  4 Hari Lawan Maut! 6 Nelayan Muat Garam Asal Bima Terapung di Laut, Diselamatkan Nelayan Lombok Utara

Mori Hanafi lebih dulu memastikan diri ikut dalam proses penjaringan. Ketua KONI NTB tersebut secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua KONI NTB di Sekretariat KONI NTB, Selasa (11/8/2026).

Kedatangan Mori diterima langsung jajaran Panitia Pemilihan Ketua KONI NTB. Sebagai petahana, Mori kembali maju untuk memimpin KONI NTB untuk periode 2026-2030.

Selang beberapa hari kemudian, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal turut masuk dalam bursa perebutan kursi Ketua KONI NTB.

Iqbal mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua umum untuk menantang petahana Mori Hanafi. Berkas pendaftaran diserahkan seusai salat Jumat, Jumat (14/8/2026).

Dalam proses pendaftaran tersebut, Iqbal datang didampingi Ketua KONI Kota Mataram Firadz Pariska dan Ketua FPTI NTB Nadirah.

Persaingan Mori Hanafi dan Lalu Muhamad Iqbal pun menjadi perhatian dalam proses pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026-2030.

Namun, dinamika tersebut berubah setelah TPP mengumumkan hasil verifikasi dan validasi berkas pada Selasa (18/8/2026).

TPP menyatakan Mori Hanafi dan Lalu Muhamad Iqbal sama-sama tidak memenuhi syarat untuk melaju sebagai calon Ketua KONI NTB.

Untuk Mori, TPP menyebut dukungan dari KONI Kabupaten/Kota tidak mencapai batas minimal 30 persen setelah terdapat dukungan ganda dari sejumlah daerah.

Sedangkan Iqbal dinyatakan tidak memenuhi syarat karena tidak memiliki pengalaman memimpin atau menjabat sebagai ketua umum Pengprov cabang olahraga maupun KONI Kabupaten/Kota.

Dengan keputusan tersebut, dua nama yang sebelumnya menjadi pusat perhatian dalam perebutan kursi Ketua KONI NTB justru sama-sama terhenti pada tahap Verifikasi.

Kini, kelanjutan proses pemilihan, termasuk kemungkinan pembukaan kembali pendaftaran, menjadi kewenangan KONI NTB yang selanjutnya akan berkomunikasi dengan KONI Pusat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini
Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB
Jelang MotoGP 2026, Wagub NTB Umi Dinda Minta Warga Siap Jadi Tuan Rumah Tamu Dunia
Anggota DPR RI Mori Hanafi Apresiasi Kerja Keras Basarnas Cari Korban KM Virgo
Mahasiswa Penjual Kopi Keliling Asal Kota Bima di Mataram Ditangkap Polisi, Ini Kasusnya
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, Getaran Dirasakan hingga Bima, Warga Panik
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Jelang MotoGP 2026, Wagub NTB Umi Dinda Minta Warga Siap Jadi Tuan Rumah Tamu Dunia

Berita Terbaru