Kisruh Wisata Ekas Akhirnya Damai di Lautan, PSOI Loteng dan Lotim Capai Kesepakatan Boatman

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 29 Juni 2025 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok – Kisruh wisata di kawasan Ekas, Lombok Timur, yang sempat memanas akibat video viral Bupati Lombok Timur yang diduga mengusir boatman asal Awang, Lombok Tengah, akhirnya berujung damai. Peristiwa itu memancing reaksi keras, terutama dari masyarakat dan pelaku wisata Lombok Tengah yang merasa tidak dihargai.

Sebagai bentuk respon atas ketegangan yang mencuat, para pegiat wisata dari Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Lombok Tengah segera turun tangan. Mereka menginisiasi pertemuan bersama pelaku wisata dari kedua belah pihak.

Pertemuan penting itu digelar pada Minggu siang, 29 Juni 2025, melibatkan para surf guide dan boatman dari Ekas dan Awang, dalam rangka mencari titik temu dan membangun musyawarah mufakat antara pelaku wisata di Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Baca Juga :  Bupati Dompu Ultimatum Pengusaha Jagung: Pabrik Jangan Curangi Petani dan Mainkan Harga

Menariknya, pertemuan ini juga dihadiri langsung oleh pejabat dari dua daerah, yakni Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur dan Lombok Tengah, yang turut memfasilitasi dialog dan menjadi saksi tercapainya kesepakatan bersama.

Ketua PSOI Lombok Tengah, Damar, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan solusi damai yang adil dan menguntungkan semua pihak.

“Alhamdulillah, pertemuan tadi siang antara pihak Lotim dan Loteng sudah clear. Kami sepakat, boat dari Awang yang drop tamu ke Ekas, dan boat Ekas yang antar balik ke Awang,” ujar Damar.

Baca Juga :  Diminta Bangun Nurani, Bukan Gedung-Ini 11 Jenis Tembakan KAMMI ke Gubernur dan DPRD NTB

Kesepakatan ini dianggap sebagai langkah elegan yang mencerminkan semangat kebersamaan dan saling menghargai dalam pengelolaan pariwisata antardaerah. Terlebih, kawasan selatan Lombok, baik Lotim maupun Loteng, sama-sama memiliki potensi besar dalam sektor bahari dan olahraga selancar.

Sebelumnya, insiden video viral yang menampilkan Bupati Lotim menyuruh boatman asal Awang untuk pergi dari perairan Ekas sempat menyulut emosi. Beberapa netizen menyebutnya sebagai bentuk arogansi kekuasaan, sementara pelaku wisata Loteng menyayangkan tindakan yang dianggap kurang bijak tersebut.

Namun kini, setelah melalui dialog hangat di bawah angin pantai, semua pihak sepakat untuk berdamai. Sinergi antardaerah kembali diperkuat demi wisata yang sehat dan berkelanjutan.

Berita Terkait

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi
YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima
YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata
Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima
Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung
NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang
NTBCare Tepis Isu Rp31 Miliar, Direktur Tegaskan Kami Bukan Pengelola Uang, Itu Hoaks Kelas Sampah
BPS NTB Ungkap Lonjakan Wisatawan hingga 1,39 Juta, Okupansi Hotel Justru Turun
Berita ini 172 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:45 WIB

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi

Senin, 11 Mei 2026 - 19:20 WIB

YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:34 WIB

YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:24 WIB

Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung

Berita Terbaru