Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Ratusan Perempuan Desa Ikut Diberdayakan

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal Saat Mengunjungi Usaha Pengolahan Kemiri PT Muznah Kemiri Lombok di Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal Saat Mengunjungi Usaha Pengolahan Kemiri PT Muznah Kemiri Lombok di Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Tengah- Komoditas kemiri asal Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menunjukkan tajinya di Pasar Internasional. Dari Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, kemiri olahan PT Muznah Kemiri Lombok bersiap menembus pasar Jepang setelah sebelumnya berhasil memasok produk ke Arab Saudi.

Langkah tersebut menjadi momentum penting bagi Penguatan Desa Ekspor di NTB.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, hadir langsung untuk memberikan apresiasi sekaligus melihat perkembangan usaha yang mampu membawa Komoditas Lokal dari Desa hingga ke Pasar Global, Rabu (5/8/2026) Kemarin.

Menurut Sinta, keberhasilan PT Muznah Kemiri Lombok bukan hanya soal Kemiri sebagai Komoditas Ekspor. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menunjukkan keberanian Masyarakat Desa dalam memulai usaha, melihat peluang, serta memberdayakan Masyarakat di sekitarnya.

“Saya hari ini datang untuk memberikan apresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan oleh Bu Mujnah dan Kawan-kawan. Yang kedua, Saya mau Belajar. Saya berharap apa yang Saya dapati hari ini bisa Saya share dengan Perempuan-perempuan lain di Desa-desa lain. Bukan masalah Kemirinya, tetapi bagaimana mau mencobanya, bagaimana memulainya, dan menggiatkan Masyarakat,” ujar Sinta, dalam keterangan yang diterima media ini. Sabtu (8/8/2026).

Sinta menilai keberhasilan tersebut membuktikan bahwa Desa memiliki Potensi besar untuk menghasilkan Produk yang mampu bersaing di Pasar Internasional. Menurutnya, kemampuan membaca peluang, membangun jejaring, serta memberdayakan Masyarakat menjadi faktor penting dalam mengembangkan Usaha berbasis Potensi Lokal.

Peran perempuan dalam aktivitas Produksi PT Muznah Kemiri Lombok juga mendapat perhatian khusus. Sinta menilai perempuan Desa telah menunjukkan kemampuan menjadi penggerak Ekonomi sekaligus memberikan Inspirasi bagi Generasi Muda.

Baca Juga :  Tak Ada Lagi Orang Dalam, Gubernur NTB Miq Iqbal Resmi Berlakukan ‘Meritokrasi’ ASN

“Ibu-ibu ini sudah menjadi ‘Khadijah-Khadijah Muda’ Lombok Tengah yang menunjukkan bahwa Perempuan-perempuan inilah yang menggerakkan kita. Ibu-ibu memberikan contoh kepada Generasi Muda bahwa semua hal baik bisa diawali dari Desa oleh Tangan-tangan Perempuan Berdaya hingga Internasional,” tambahnya.

Meski telah menembus Pasar Internasional, perjalanan Usaha Kemiri tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Karena itu, Sinta menekankan pentingnya Kolaborasi antara Pemerintah, Lembaga Pembiayaan, Dunia Usaha, dan Pelaku Ekspor agar rantai Usaha dari Produksi hingga Pemasaran dapat berjalan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi NTB bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) juga terus memberikan pendampingan kepada Pelaku Usaha. Salah satunya dengan mencari solusi kebutuhan fasilitas pengemasan melalui pemanfaatan aset milik Pemprov NTB untuk membantu menekan Biaya Produksi.

“Kegiatan ini tidak bisa dilakukan sendiri, hulu ke hilir harus bekerja sama dan Berkolaborasi. Kendala seperti yang disampaikan Bu Muznah tadi bisa dicarikan jalan keluarnya bersama dengan kepala dingin jika kita memiliki kemauan yang kuat,” tutup Sinta.

Sementara itu, pemilik PT Muznah Kemiri Lombok, Mujnah, mengungkapkan bahwa usaha tersebut telah dirintis sejak 2003 dengan melayani Pasar Domestik.

Berkat pendampingan berkelanjutan dari Dinas Perdagangan, Usaha yang dibangun dari Desa tersebut berkembang hingga memperoleh kontrak Ekspor rutin ke Arab Saudi dan Jepang sejak awal 2024.

“Kemiri ini, saya tidak pernah menyangka bisa berada di titik yang membawa Kemiri ini masuk ke pasar Global dan Internasional. Sebenarnya ini hanya percobaan saja waktu itu. Tetapi Alhamdulillah berkat Support, Bimbingan, dan Pendampingan, kami Alhamdulillah menemukan peluang Pasar,” ungkap Mujnah.

Baca Juga :  Rakyat Bayar, Jalan Tetap Gelap: DPRD NTB Bongkar Lubang Hitam PPJU

Keberhasilan Ekspor Kemiri tersebut tidak hanya memberikan nilai Ekonomi bagi Perusahaan. Aktivitas pengolahan Kemiri juga mampu menyerap Ratusan Tenaga Kerja Perempuan dari Lingkungan sekitar.

Kondisi tersebut menjadikan Usaha pengolahan Kemiri sebagai salah satu sumber penghasilan bagi keluarga di Desa Aik Bukak, sekaligus memperlihatkan dampak langsung UMKM berbasis Desa terhadap Pemberdayaan Masyarakat.

PT Muznah Kemiri Lombok tidak berhenti pada Produk Utama. Perusahaan juga terus melakukan Inovasi dengan mengembangkan Produk Turunan, seperti Briket dari Cangkang Kemiri dan Minyak Kemiri. Produk turunan tersebut diproyeksikan untuk memperluas pasar Ekspor, termasuk ke Turki dan Belanda.

Peluang Pasar Internasional juga masih terbuka lebar. Permintaan disebut datang dari Thailand, Malaysia, Tiongkok, sejumlah negara Eropa hingga Amerika Serikat.

Namun, Mujnah mengaku belum dapat menerima seluruh permintaan tersebut karena keterbatasan Kapasitas Produksi dan belum terpenuhinya sejumlah standar Sertifikasi Internasional, seperti HACCP dan Sertifikat Organik.

Tantangan lainnya datang dari meningkatnya biaya logistik Internasional akibat situasi Geopolitik Global. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga bahan baku kemasan Plastik hingga sekitar 40 persen.

“Beberapa Negara tertentu punya Regulasi dan Sertifikasi yang belum bisa kami penuhi. Kami sebagai Warga Negara yang baik harus bertanggung jawab untuk tidak merusak Reputasi Indonesia di luar Negeri. Kami sangat butuh dibantu dan diintervensi oleh lembaga-lembaga yang bisa mengarahkan kami,” terang Mujnah.

Keberhasilan PT Muznah Kemiri Lombok menjadi gambaran bahwa kemiri sebagai komoditas lokal mampu menembus Pasar Global ketika didukung Inovasi, Kualitas Produk, Kapasitas Produksi, serta kolaborasi lintas Sektor.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

PMI Asal Mataram NTB di Myanmar Berhasil Ditemukan, Kini Berada di Kantor Polisi Myawaddy
SMKN 1 Pujut Kekurangan 16 Ruang Kelas dan Guru, Komisi V DPRD NTB Soroti Kebutuhan Sekolah
PMI Asal NTB di Myanmar Berhasil Dilacak, Disnakertrans NTB Ungkap Lokasi dan Kondisinya
Disperindag NTB Bekali UMKM Desa Devisa dan Desa Ekspor Strategi Tembus Pasar Global
Riset RIKUB Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah dan Limbah untuk NTB, Ini Kampus yang Terlibat
Jelang Tuntutan, Kuasa Hukum Badai NTB Soroti Bukti Digital hingga Saksi yang Tak Ada di Dakwaan
Badai NTB di Perkara ITE, 4 Guru Besar hingga Mantan Gubernur NTB Pasang Badan
Rekam Jejak 21 Calon KPID NTB Ditunggu DPRD, Ruang Aduan Dibuka 14 Hari
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 20:50 WIB

PMI Asal Mataram NTB di Myanmar Berhasil Ditemukan, Kini Berada di Kantor Polisi Myawaddy

Jumat, 25 September 2026 - 19:28 WIB

SMKN 1 Pujut Kekurangan 16 Ruang Kelas dan Guru, Komisi V DPRD NTB Soroti Kebutuhan Sekolah

Jumat, 25 September 2026 - 17:08 WIB

PMI Asal NTB di Myanmar Berhasil Dilacak, Disnakertrans NTB Ungkap Lokasi dan Kondisinya

Jumat, 25 September 2026 - 15:14 WIB

Disperindag NTB Bekali UMKM Desa Devisa dan Desa Ekspor Strategi Tembus Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 - 13:45 WIB

Riset RIKUB Kembangkan Teknologi Pengolahan Sampah dan Limbah untuk NTB, Ini Kampus yang Terlibat

Berita Terbaru