Inspektorat Kabupaten Bima Angkat Suara: Efisiensi Anggaran Hambat Pengawasan dan Penindakan di OPD hingga Desa

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan saat memberikan keterangan terkait kendala efisiensi anggaran yang mempengaruhi pengawasan dan penindakan di OPD serta pemerintah desa.

Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan saat memberikan keterangan terkait kendala efisiensi anggaran yang mempengaruhi pengawasan dan penindakan di OPD serta pemerintah desa.

SUMBAWAPOST.com|Bima- Inspektorat Kabupaten Bima mengungkapkan bahwa efisiensi anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam menjalankan tugas pengawasan pemerintahan, baik di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pemerintah desa.
Inspektorat Kabupaten Bima sendiri memiliki tugas membantu bupati dalam membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan, perangkat daerah, serta pemerintah desa. Fokus utamanya meliputi pengawasan internal kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, hingga koordinasi pencegahan korupsi dan reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan kabupaten.

Namun, kompleksnya tugas pokok dan fungsi tersebut dinilai belum didukung dengan anggaran yang memadai.
Inspektur Kabupaten Bima, Iwan Setiawan, mengatakan masih banyak persoalan di OPD, pemerintah desa, BUD, hingga BUMDes yang belum terselesaikan. Kondisi ini juga diperberat dengan adanya pemilihan calon kepala desa baru di 56 desa serta pelaksana tugas (Plt) kepala desa di sekitar delapan desa di Kabupaten Bima.

Baca Juga :  PT GNE Hampir Pingsan, Gubernur Iqbal Kirim ‘Vitamin Rp 8 Miliar’ Biar Hidup Lagi

Pernyataan tersebut disampaikan Iwan saat menerima kunjungan dan wawancara langsung dari media Sumbawapost.com, Jumat (13/2/2026), di kantor Inspektorat Kabupaten Bima.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran menjadi faktor utama yang memengaruhi pelaksanaan pengawasan, pembinaan, hingga penindakan terhadap dugaan kasus di lingkungan pemerintahan daerah.

“Hal ini terjadi karena kekurangan biaya untuk melakukan tindakan, baik itu dalam bentuk pengawasan, pembinaan, serta penindakan terhadap dugaan kasus yang ada, baik di OPD maupun pemerintah desa yang berada di Kabupaten Bima,” ujarnya.

Menurut Iwan, efisiensi dan keterbatasan anggaran berdampak pada proses pelaksanaan pengawasan yang belum optimal. Selain itu, jarak tempuh petugas lapangan ke wilayah pelosok juga membutuhkan biaya operasional yang cukup besar.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Traktor Dibagikan, Tapi Mangkrak, Gubernur NTB: Dikuasai Pribadi, Disewakan, Tak Dirawat

“Keluhan terhadap efisiensi dan keterbatasan anggaran ini berdampak pada proses pelaksanaan, pengawasan serta penindakan yang kurang optimal. Belum lagi jarak yang harus ditempuh oleh petugas lapangan yang jauh ke pelosok, misal seperti tugas dan kasus yang harus ditangani oleh Irban dua, dan butuh biaya yang lumayan besar. Tugas kompleks, anggaran OPS tidak memadai,” jelasnya.

Meski berada di tengah keterbatasan anggaran operasional, Inspektorat Kabupaten Bima menegaskan akan tetap berupaya mengoptimalkan kinerja pengawasan serta terus berkoordinasi dengan seluruh OPD terkait.

Inspektorat juga berharap adanya dukungan penambahan anggaran dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat agar pelaksanaan tugas pengawasan dan penindakan dapat berjalan lebih maksimal.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT
HUT ke-81, Iqbal Sentil Pembangunan Lombok Tengah: Jangan Cuma Hebat Tiga Hari Saat MotoGP
Jalan Rusak di Bima Ditimbun Polisi, Dinas PU NTB Sebut Perbaikan Oktober dari APBD-P
Anggaran Desa Berdaya Cair, Wagub NTB Umi Dinda Instruksikan Jajaran Cek Progres
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:10 WIB

NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:17 WIB

PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT

Berita Terbaru

Garuda NTB Melalui M. Adam Ikbal Mendesak Kejari Mataram Menjelaskan Dasar Penghentian Penyidikan Kasus Dugaan Penyimpangan Program Bidikmisi UMMAT.

Pendidikan

Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:01 WIB