Gubernur NTB Rogoh Kocek Sendiri: 10 Pesantren Jadi ‘Pabrik Gizi’ Gratis Mulai Oktober!

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 1 Juli 2025 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus menunjukkan keseriusannya mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyiapkan 10 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbasis pondok pesantren sebagai proyek percontohan. Persiapan program ini dimulai pada Juli 2025, dilanjutkan pembangunan fisik selama Agustus hingga September, dan dijadwalkan resmi diluncurkan pada Oktober 2025.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, saat menerima audiensi Kepala Regional SPPG NTB, Eko Prasetyo, di Kantor Gubernur, Selasa (1/7).

“Mohon bantuan banget ini untuk diprioritaskan, saya udah nyari 10 pesantren yang jumlah siswanya kurang lebih 3.000, jadi mengurangi isu transportasi. Sebagai bentuk dukungan saya, karena belum ada arahan yang detail mengenai penggunaan anggaran daerah untuk itu, saya cari duit sendiri. Saya bangunin 10 sesuai dengan standar. Saya hanya mohon bantuan supaya itu nanti diregister, dibantu prosesnya, perizinan dan sebagainya, terus standarisasi dan juga alokasi petugas untuk pendamping,” ujar Gubernur.

Baca Juga :  Poros Selatan Indonesia: Bali, NTB, NTT Satukan Langkah Bangun Kawasan Timur

Gubernur menjelaskan bahwa model SPPG yang akan dikembangkan mengusung konsep closed ecosystem atau ekosistem tertutup dari hulu ke hilir. Pendekatan ini ditujukan untuk menjamin keberlanjutan pangan, sekaligus sebagai strategi pengendalian inflasi bahan pokok di tingkat lokal.

“Saya di 10 lokasi ini, saya mau ciptakan model closed ecosystem-nya. Jadi mereka kita dorong untuk apa sih bahan baku yang dibutuhkan, tolong bantu identifikasi. Sayurnya apa aja, suruh nanem, bikin kelompok penanaman di dalam itu, akan men-supply sendiri. Mereka membeli dari jamaahnya sendiri, santrinya sendiri. Butuh ayam, pelihara sendiri. Ikan, pelihara sendiri. Jadi closed ecosystem, muter di situ aja tuh duit itu. Jadi model pemberdayaannya kira-kira seperti itu,” jelasnya.

Baca Juga :  Gubernur NTB Pastikan Pemerintahan Lombok Barat Tetap Berjalan Meski Bupati Jadi Tersangka KPK

Pemprov NTB, lanjut Gubernur, juga akan menanggung seluruh kebutuhan infrastruktur program ini, termasuk pembangunan dapur dan kantor layanan. Bahkan, peralatan memasak yang digunakan dipastikan berasal dari produk lokal NTB, seperti yang diproduksi oleh pelaku industri di Kotaraja dan Getap.

“Buat kami di Pemerintah Provinsi NTB ini, apa yang jadi prioritasnya Presiden, itu prioritas kami juga. Jadi kami all out akan bantu teman-teman maju supaya program ini benar-benar terlihat dampaknya,” tegasnya.

Hingga kini, NTB telah memiliki 60 mitra SPPG yang menjangkau sekitar 180 ribu penerima manfaat, baik dari kalangan peserta didik (TK hingga SMA) maupun non-peserta didik. Capaian ini menjadikan NTB sebagai provinsi dengan progres paling signifikan dalam pelaksanaan program MBG di wilayah Bali-Nusra. Meski begitu, satu unit SPPG milik Badan Gizi Nasional (BGN) di NTB masih belum beroperasi.

Berita Terkait

Kawasan Kumuh Sumbawa Disorot Pemerintah Pusat, KSP dan Kementerian PKP Turun Tangan
Gubernur Iqbal Tantang Kadin NTB, Jangan Sekadar Seremonial, Jadilah Penggerak Ekonomi Rakyat
Faurani Kembali Dikukuhkan Pimpin Kadin NTB Periode 2025-2030, Ini Komitmennya
SMRC Ungkap Biang Kerok Elektabilitas Prabowo Merosot, Dedi Mulyadi Kini Jadi Ancaman Politik Baru
Survei SMRC Bikin Kejutan: Dedi Mulyadi 35%, Prabowo 14,5% Jika Pilpres Digelar Hari Ini
Bupati Sumbawa Jemput Bola ke NAM Air, Dorong Rute Baru Pacu Investasi dan Ekonomi
Gubernur NTB Siapkan Langkah Tegas Berantas Narkoba, Miq Iqbal: Pekan Depan Arah Penanganan Diputuskan
KPU NTB Gandeng BKKBN, Perkuat Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilih Pemula
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:31 WIB

Kawasan Kumuh Sumbawa Disorot Pemerintah Pusat, KSP dan Kementerian PKP Turun Tangan

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:40 WIB

Gubernur Iqbal Tantang Kadin NTB, Jangan Sekadar Seremonial, Jadilah Penggerak Ekonomi Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:03 WIB

Faurani Kembali Dikukuhkan Pimpin Kadin NTB Periode 2025-2030, Ini Komitmennya

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:02 WIB

SMRC Ungkap Biang Kerok Elektabilitas Prabowo Merosot, Dedi Mulyadi Kini Jadi Ancaman Politik Baru

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:52 WIB

Survei SMRC Bikin Kejutan: Dedi Mulyadi 35%, Prabowo 14,5% Jika Pilpres Digelar Hari Ini

Berita Terbaru