Gubernur Iqbal Ancam Pidanakan Calo Jabatan di NTB, RETORIKA atau REVOLUSI?

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 26 Februari 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram– Gubernur NTB, Dr H. Lalu Muhammad Iqbal, mengeluarkan pernyataan tegas terkait praktik jual beli jabatan di wilayahnya. Ia menegaskan tidak akan segan mempidanakan siapa pun yang terlibat dalam skandal ini. Namun, pernyataan keras tersebut justru memicu polemik.

Koordinator Politik dari Nasional Poling (NasPol) NTB, Ardiansyah, menilai pernyataan Gubernur berlebihan dan lebih bersifat retorika politik daripada solusi nyata.

“Tidak ada calo jabatan yang terang-terangan melakukan praktik ini, sama seperti maling yang tidak mengumumkan rencananya sebelum beraksi,” ujarnya. Ia pun mempertanyakan efektivitas ancaman tersebut jika tidak diiringi dengan langkah konkret. Kamis (27/02/2025).

Baca Juga :  Usai Dilantik, Wagub Umi Dinda Keliling Datangi Rumah Sejumlah Tokoh NTB di Mataram

Ancaman atau Sekadar Gimmick Politik?

Praktik jual beli jabatan bukanlah hal baru di Indonesia, termasuk di NTB. Namun, kata Ardiansyah, publik menuntut lebih dari sekadar ancaman.

“Tanpa strategi konkret, pernyataan Gubernur Iqbal dikhawatirkan hanya menjadi “shock therapy” tanpa hasil nyata,”ungkapnya.

Kritik pun mulai bermunculan, mempertanyakan apakah ini langkah serius membersihkan birokrasi dari KKN atau sekadar upaya pencitraan.

Baca Juga :  PMI Lombok Barat Karam, Diselamatkan Plt Fahrul Mustofa: ‘Kami Siap Angkut Penumpang Baru di Muskab’

Jika pemerintahan Iqbal-Dinda benar-benar ingin membuktikan komitmen mereka, maka Ardiansyah usulkan adanya aksi nyata, bukan hanya wacana.

“Langkah konkret seperti audit menyeluruh, transparansi dalam seleksi jabatan, serta penegakan hukum yang adil harus segera dilakukan,”terangnya.

“Kini, publik menanti jawaban: Apakah ini awal dari perubahan besar (revolusi) atau sekadar manuver politik untuk membangun citra kepemimpinan yang bersih? Hanya waktu yang akan membuktikan,”pungkasnya.

 

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru