Geger! Bupati Dompu Klaim Pakai Baju Termahal di Muka Bumi, Warganet Heboh

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 4 Maret 2025 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Dompu – Pernyataan mengejutkan sekaligus kontroversial datang dari Bupati Dompu terpilih periode 2025-2030, Bambang Firdaus. Dalam pidato perdananya, ia dengan percaya diri menyebut bahwa dirinya tengah mengenakan baju termahal di muka bumi.

Ini adalah momen bersejarah dalam hidup saya, karena hari ini saya mengenakan baju termahal di muka bumi,” ujar Bambang Firdaus dalam pidato perdananya yang didampingi oleh Wakil Bupati Sirajuddin, S.H. saat Acara penyumbatan dirinya berlangsung di Aula Pendopo pada Senin (3/03/2025) dan dihadiri oleh Asisten Bupati, Staf Ahli Bupati, pejabat daerah, tokoh masyarakat, perwakilan berbagai elemen masyarakat, serta pejabat penting lainnya.

Pernyataan tersebut kemudian diunggah dalam bentuk video oleh akun Facebook Suherman Ahmad. Video tersebut langsung menarik perhatian masyarakat dan memicu diskusi panas di media sosial.

“Kira-kira, harganya berapa ya?” tulis Suherman dalam unggahan videonya, yang memperlihatkan momen saat Bupati menyampaikan pidato perdananya.

Viral di Media Sosial, Warganet Berdebat

Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut langsung diserbu berbagai komentar dari warganet. Ada yang menanggapi dengan santai, ada pula yang mempertanyakan makna di balik pernyataan sang Bupati.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Kirim Pejuang NTB ke Jepang, Disuntik Semangat Samurai: Jangan Lupa Pesan Ini, Bung!

Akun Taufik S Humanity mencoba menenangkan suasana dengan berkomentar: “Baiknya ditanggapi positif aja bang, itu hanya candaan dalam ruangan, ujar Pak Bupati.”

Namun, komentar itu langsung dibalas oleh Suherman Ahmad: “Taufik S Humanity, tidak ada yang menanggapi negatif. Pidato Bupati Dompu tadi akan saya upload per item… Jadi jangan ditanggapi serius. Selamat berpuasa.”

Sementara itu, akun Angi Fode NTB memberikan tanggapan yang lebih kritis:
“Jangan terlalu jumawa. Jabatan dan harta tidak dibawa mati. Semua paham politik uang.”

Di sisi lain, akun Daya Black justru memilih menanggapi dengan santai:
“Saya hanya menanggapi dengan positif aja. Sejarah baju termahal itu istilahnya luas dan penuh candaan, karena kita tahu saja.”

Makna di Balik “Baju Termahal”: Serius atau Sekadar Candaan?

Pernyataan Bupati Bambang Firdaus soal baju termahal di muka bumi memang bisa ditafsirkan dalam berbagai cara. Ada yang menganggapnya sebagai candaan semata, ada pula yang melihatnya sebagai bentuk kesombongan atau simbol politik.

Namun, hingga kini, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari pihak Bupati Dompu terkait maksud sebenarnya dari pernyataan tersebut. Apakah benar-benar mengacu pada pakaian dengan harga fantastis, atau hanya sekadar ekspresi metaforis?

Baca Juga :  Inilah Enam Daftar Infomasi yang Dikecualikan di Dinas Perkim NTB

Yang jelas, satu kalimat ini sudah cukup membuat masyarakat Dompu dan warganet di seluruh Indonesia menaruh perhatian lebih terhadap sosok Bambang Firdaus.

Apakah ini strategi komunikasi yang disengaja? Ataukah sebuah slip of the tongue yang tak diduga bakal viral?

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, pernyataan ini kini telah menjadi topik hangat yang diperbincangkan luas.

Bupati Bambang Firdaus: Simbol Kewibawaan atau Gaya Hidup Mewah?

Terlepas dari berbagai spekulasi dan reaksi yang muncul, satu hal yang pasti: momen ini akan menjadi salah satu catatan sejarah tersendiri bagi Bambang Firdaus sebagai Bupati Dompu. Jika benar ia mengenakan baju termahal di dunia, maka hal ini bisa menjadi representasi dari kekuatan dan kebanggaan yang ingin ia tunjukkan sebagai pemimpin daerah.

Namun, di sisi lain, publik juga menantikan klarifikasi langsung dari sang Bupati. Apakah benar baju tersebut memiliki harga yang fantastis? Ataukah ada makna tersembunyi di balik pernyataannya?

Yang jelas, satu pernyataan ini saja sudah cukup membuat nama Bambang Firdaus dan Kabupaten Dompu menjadi perbincangan.

Berita Terkait

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan
Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 
Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB
Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi
Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 15:33 WIB

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan

Selasa, 21 April 2026 - 13:28 WIB

Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 

Selasa, 21 April 2026 - 13:05 WIB

Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB

Selasa, 21 April 2026 - 12:10 WIB

Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Berita Terbaru