FGM dan Nikah Anak Jadi Alarm Sosial, Gubernur NTB Gandeng Mitra Internasional dan Andalkan Desa Berdaya

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Dr.H. Lalu Muhamad Iqbal

Gubernur NTB Dr.H. Lalu Muhamad Iqbal

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan perang terbuka terhadap praktik perkawinan anak dan Female Genital Mutilation (FGM). Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, upaya tersebut tidak bisa dilakukan setengah-setengah, melainkan harus melalui kolaborasi multipihak yang kuat dan berbasis desa.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Forum Inspirasi Daerah Berani II NTB bertajuk ‘Sinergi Multipihak dalam Mencegah Perkawinan Anak dan Penghapusan Praktik FGM Mewujudkan NTB Makmur Mendunia’ yang digelar di Hotel Lombok Raya, Sabtu (20/12).

Gubernur menekankan bahwa desa merupakan ujung tombak pembangunan sekaligus garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan sosial. Kualitas kepemimpinan kepala desa dinilainya sangat menentukan keberhasilan perlindungan perempuan dan anak di tingkat akar rumput.

Dalam forum tersebut, Gubernur juga mengapresiasi dukungan mitra internasional seperti Pemerintah Kanada, Australia, dan UNICEF yang selama ini konsisten mendampingi NTB dalam upaya pencegahan perkawinan anak dan penghapusan praktik FGM.

Baca Juga :  Solusi Murah Meriah ala Miq Iqbal: Ruang Rinjani Disulap Jadi Paripurna DPRD NTB, Kembali ke Khittah Lama

Salah satu praktik baik yang mendapat sorotan khusus adalah Gawe Gubuk, pendekatan berbasis budaya yang dinilai mampu menghadirkan solusi sosial secara partisipatif dan membumi.

“Gawe Gubuk bukan hanya program, tapi sebuah perayaan. Orang datang dengan bahagia untuk menyelesaikan isu bersama-sama. Saya berharap gagasan ini bisa dicopy di daerah lain. Bagi kepala desa yang menginisiasi ini, insyaallah ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” ujar Gubernur.

Menurut Gubernur, tingginya angka perkawinan anak tidak bisa diputus hanya melalui pendekatan hukum atau normatif semata. Akar persoalan sesungguhnya terletak pada kemiskinan struktural yang masih dialami masyarakat.

“Kami percaya bahwa kemiskinan adalah ‘ibu’ dari segala permasalahan sosial. Jika ibunya kita selesaikan, maka anak-anaknya akan ikut selesai. Pendekatan kita harus paralel, fokus pada isunya sekaligus fokus pada akar masalahnya,” tegasnya.

Baca Juga :  Milad Ponpes Nurul Islam Berlangsung Khidmat! Ini Pesan Bang Zul yang Bisa Mengubah Cara Pandang dan Masa Depan Anda

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Pemprov NTB meluncurkan Program Desa Berdaya sebagai strategi utama pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial. Program ini mengorkestrasi berbagai sumber daya secara terpadu, mulai dari pemerintah, donor internasional, hingga sektor swasta.

Program Desa Berdaya mencakup Desa Berdaya Transformatif yang menyasar 106 desa dengan kategori kemiskinan ekstrem, serta Desa Berdaya Reguler atau Tematik yang memperoleh dukungan anggaran Rp300 juta hingga Rp500 juta per desa, disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas lokal.

Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis desa ini, Pemprov NTB optimistis upaya menekan perkawinan anak dan praktik FGM dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat menuju NTB yang makmur dan mendunia.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

APPMBGI NTB Resmi Terbentuk, Siap Bongkar dan Advokasi Masalah Dapur MBG
Usai Serahkan SK, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Bidik Kebangkitan PBB di Pemilu 2029
Resmi dan Sah! Ketua DPW Nadirah Bagikan SK Baru PBB NTB, Ajak Kader Bersatu dan Rapatkan Barisan
Dekranasda NTB Pasang Standar Baru, Produk Tenun dan Kriya Harus Lolos Empat Ujian Ini
Pemprov NTB Perkuat Kerukunan, Pastor Katolik dan Pemerintah Duduk Satu Meja Bahas Toleransi
Bupati Jarot Siapkan Pasukan ‘Juleha’ Bersertifikat, Sambut Proyek Unggas Rp1,7 Triliun di Sumbawa
NTB Pecah Rekor Nasional, 100 Persen Kabupaten/Kota Miliki Tim Keamanan Siber
ITDC Kelola 1.545 Hektare Kawasan Pariwisata Strategis Nasional, Mandalika Jadi yang Terluas
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:28 WIB

APPMBGI NTB Resmi Terbentuk, Siap Bongkar dan Advokasi Masalah Dapur MBG

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:14 WIB

Usai Serahkan SK, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Bidik Kebangkitan PBB di Pemilu 2029

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:19 WIB

Resmi dan Sah! Ketua DPW Nadirah Bagikan SK Baru PBB NTB, Ajak Kader Bersatu dan Rapatkan Barisan

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:47 WIB

Dekranasda NTB Pasang Standar Baru, Produk Tenun dan Kriya Harus Lolos Empat Ujian Ini

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:14 WIB

Pemprov NTB Perkuat Kerukunan, Pastor Katolik dan Pemerintah Duduk Satu Meja Bahas Toleransi

Berita Terbaru

Ketua Umum DPP APPMBGI Abdul Rivai Ras menyerahkan SK kepengurusan DPD I APPMBGI NTB kepada Ketua DPD I NTB H.M. Zaenuddin di Jakarta, disaksikan jajaran pengurus dan pengelola dapur MBG.

Hukum & Kriminal

APPMBGI NTB Resmi Terbentuk, Siap Bongkar dan Advokasi Masalah Dapur MBG

Rabu, 24 Jun 2026 - 16:28 WIB