Ekonomi Umat Bobrok, Dakwah Jadi Macet! Gubernur NTB Bongkar Solusinya di Tengah Haul

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Barat– Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya membangun kemandirian ekonomi umat melalui koperasi pondok pesantren (kopontren). Hal ini disampaikan saat menghadiri Haul ke-40 Yayasan Addinul Qoyyim di Kapek, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Kamis (17/4).

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal mengapresiasi perjalanan yayasan yang dahulu dikenal sebagai Nahdlatul Aula, lalu berganti nama menjadi Nahdlatul Muslimin, hingga akhirnya menjadi Addinul Qoyyim. Ia menilai yayasan ini telah menjadi sumber amal jariyah yang nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :  Koalisi Rakyat Gempur Mapolda NTB: Bongkar Dalang Pembakaran DPRD, Stop Kambing Hitamkan Demonstran

“Tidak mungkin umat Islam bisa berdakwah secara mandiri dan efektif kalau ekonominya masih bergantung. Kemandirian ekonomi adalah syarat mutlak,” tegas Iqbal.

Ia menekankan, pengentasan kemiskinan ekstrem kini menjadi prioritas utama Pemprov NTB. Tanpa menyelesaikan akar persoalan sosial yakni kemiskinan, maka dakwah maupun pembangunan umat, kata Iqbal, tidak akan memberikan dampak signifikan.

Baca Juga :  Menteri Pendidikan Turun ke NTB, Gubernur dan Ketua DPRD Bahas Masa Depan Sekolah di Bumi Gora

“Dari zaman Rasulullah sudah jelas, kemiskinan itu akar dari kekufuran. Maka, kalau kita ingin mencegah umat dari kekufuran, mulailah dengan memberantas kemiskinan,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan itu, Gubernur mendorong revitalisasi kopontren: memperbaiki tata kelola, memperkuat kemitraan, dan melahirkan manajer koperasi yang tangguh dari kalangan santri dan warga pesantren.

 

Berita Terkait

Calendar of Event Lombok Barat 2026 Diluncurkan, 32 Agenda Wisata Ditargetkan Genjot Ekonomi Daerah
Tradisi Sakral Lombok Barat Tembus Nasional, Pujawali dan Perang Topat Resmi Masuk 110 Kharisma Event Nusantara 2025
Perang Topat Lingsar Kembali Menggema! Tradisi Toleransi Lombok Barat Raih Kharisma Event Nusantara 2025, UMKM Ikut Panen Berkah
NTB Siaga Nataru, Gubernur Susun Rencana Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem di Destinasi Wisata
Kemenkum NTB Gencarkan Pengawasan Notaris, Satgas PNBP Fidusia Segera Dibentuk
Rinjani Tak Boleh Rusak, Gubernur NTB Dorong Geopark Berbasis Pelestarian, Budaya, dan Pariwisata Berkualitas
Ngopi Bareng Berujung Dukungan, PSOI NTB Bidik PT Amman untuk Masa Depan Surfing NTB
Nilai Tukar Petani NTB November 2025 Naik 1,61 Persen, Ini Penyebabnya
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 23:00 WIB

Calendar of Event Lombok Barat 2026 Diluncurkan, 32 Agenda Wisata Ditargetkan Genjot Ekonomi Daerah

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:35 WIB

Tradisi Sakral Lombok Barat Tembus Nasional, Pujawali dan Perang Topat Resmi Masuk 110 Kharisma Event Nusantara 2025

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:11 WIB

Perang Topat Lingsar Kembali Menggema! Tradisi Toleransi Lombok Barat Raih Kharisma Event Nusantara 2025, UMKM Ikut Panen Berkah

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:00 WIB

NTB Siaga Nataru, Gubernur Susun Rencana Darurat Hadapi Cuaca Ekstrem di Destinasi Wisata

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:42 WIB

Kemenkum NTB Gencarkan Pengawasan Notaris, Satgas PNBP Fidusia Segera Dibentuk

Berita Terbaru