SUMBAWAPOST.com, Lombok Barat– Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya membangun kemandirian ekonomi umat melalui koperasi pondok pesantren (kopontren). Hal ini disampaikan saat menghadiri Haul ke-40 Yayasan Addinul Qoyyim di Kapek, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Kamis (17/4).
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal mengapresiasi perjalanan yayasan yang dahulu dikenal sebagai Nahdlatul Aula, lalu berganti nama menjadi Nahdlatul Muslimin, hingga akhirnya menjadi Addinul Qoyyim. Ia menilai yayasan ini telah menjadi sumber amal jariyah yang nyata bagi masyarakat.
“Tidak mungkin umat Islam bisa berdakwah secara mandiri dan efektif kalau ekonominya masih bergantung. Kemandirian ekonomi adalah syarat mutlak,” tegas Iqbal.
Ia menekankan, pengentasan kemiskinan ekstrem kini menjadi prioritas utama Pemprov NTB. Tanpa menyelesaikan akar persoalan sosial yakni kemiskinan, maka dakwah maupun pembangunan umat, kata Iqbal, tidak akan memberikan dampak signifikan.
“Dari zaman Rasulullah sudah jelas, kemiskinan itu akar dari kekufuran. Maka, kalau kita ingin mencegah umat dari kekufuran, mulailah dengan memberantas kemiskinan,” ujarnya.
Untuk menjawab tantangan itu, Gubernur mendorong revitalisasi kopontren: memperbaiki tata kelola, memperkuat kemitraan, dan melahirkan manajer koperasi yang tangguh dari kalangan santri dan warga pesantren.









