DKP NTB Finalisasi Rencana Induk Pergaraman, Produksi Garam Rakyat Diproyeksi Tembus 180 Ribu Ton

Avatar

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Muslim saat memimpin Rapat Pembahasan Final Dokumen Rencana Induk Pergaraman Daerah Provinsi NTB

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Muslim saat memimpin Rapat Pembahasan Final Dokumen Rencana Induk Pergaraman Daerah Provinsi NTB

SUMBAWAPOST.com | Mataram– Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat Pembahasan Final Dokumen Rencana Induk Pergaraman Daerah Provinsi NTB, Senin, (29/12/2025), bertempat di Kantor DKP Provinsi NTB.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan awal rencana induk pergaraman daerah yang difokuskan pada penataan manajemen usaha pergaraman secara terpadu dari hulu hingga hilir, sebagai bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala DKP Provinsi NTB, Muslim, S.T., M.Si., dan dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup provinsi, kabupaten, dan kota.

Finalisasi dokumen Rencana Induk Pergaraman Daerah tersebut memuat gambaran kondisi umum dan sebaran lokasi pergaraman, kondisi eksisting sarana dan prasarana, analisis kebutuhan dan pasokan, kondisi pasar garam, arah kebijakan dan strategi, hingga rencana aksi pembangunan pergaraman Provinsi NTB.

Baca Juga :  Kadislutkan NTB Muslim Tegaskan Keberhasilan Blue Economy Bergantung pada Keterlibatan Masyarakat Lokal

Dokumen ini disusun sebagai pedoman yang komprehensif dan aplikatif untuk menjawab dinamika serta tren peningkatan produksi garam daerah.
Dalam tiga tahun terakhir, produksi garam rakyat di NTB menunjukkan tren yang terus meningkat. Pada tahun 2023 produksi garam rakyat tercatat sekitar ±140.000 ton, meningkat menjadi ±150.000 ton pada tahun 2024, dan diproyeksikan mencapai ±180.000 ton pada tahun 2025.

Dalam sambutannya, Kepala DKP Provinsi NTB menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan sektor pergaraman.

“Setiap dukungan pemerintah terhadap pengembangan sektor pergaraman harus disusun berdasarkan perencanaan yang matang, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan,” tegas Muslim.

Ia menjelaskan bahwa dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, mutu hasil garam, serta efisiensi pengelolaan usaha pergaraman secara menyeluruh.

“Dukungan ini harus mampu meningkatkan kapasitas produksi, mutu hasil garam, serta efisiensi pengelolaan usaha pergaraman dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Baca Juga :  HMI Cabang Mataram Menggugat! Copot Kapolri, Tolak Darurat Militer, Gubernur Iqbal Turun Tangan

Dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, program pergaraman diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Lebih lanjut, Kepala DKP NTB juga menyoroti pentingnya kejelasan skema kontribusi dan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), khususnya pascarevisi Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2025.

“Perlu kejelasan terkait skema kontribusi dan dukungan pemerintah pusat, terutama bagi 10 provinsi yang menjadi fokus pengembangan pergaraman nasional,” kata Muslim.

Menurutnya, kejelasan tersebut sangat penting agar pelaksanaan program berjalan selaras dengan pembagian peran, target produksi, serta dukungan anggaran yang memadai.

“Hal ini menjadi kunci agar target swasembada garam nasional tahun 2027 dapat tercapai,” pungkasnya.

Berita Terkait

Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung
NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang
NTBCare Tepis Isu Rp31 Miliar, Direktur Tegaskan Kami Bukan Pengelola Uang, Itu Hoaks Kelas Sampah
BPS NTB Ungkap Lonjakan Wisatawan hingga 1,39 Juta, Okupansi Hotel Justru Turun
Yusril Tegaskan Kepemimpinan Sah PBB di Bawah Yuri Kemal, Nadirah Al-Habsyi: Kami Tegak Lurus
Tembus 5 Negara, QRIS Cross Border Bank NTB Syariah Buka Akses Transaksi Global
Dituding Dana NTBCare Rp31 Miliar Mengalir ke Pribadi, Bang Zul Buka Suara: Ini Keterlaluan, Audit Saja
BPS Ungkap Fakta Ekonomi NTB: Inflasi Turun, Pariwisata Melejit, Surplus Perdagangan Tembus Rp8 Triliun
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:56 WIB

NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:56 WIB

NTBCare Tepis Isu Rp31 Miliar, Direktur Tegaskan Kami Bukan Pengelola Uang, Itu Hoaks Kelas Sampah

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:14 WIB

BPS NTB Ungkap Lonjakan Wisatawan hingga 1,39 Juta, Okupansi Hotel Justru Turun

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:27 WIB

Yusril Tegaskan Kepemimpinan Sah PBB di Bawah Yuri Kemal, Nadirah Al-Habsyi: Kami Tegak Lurus

Berita Terbaru