SUMBAWAPOST.com | ™ Mataram-Partai Hanura memberikan sinyal politik yang kuat menjelang Kontestasi Politik di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di hadapan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri (Dinda), Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura Benny Rhamdani menegaskan bahwa Hanura akan kembali memberikan dukungan apabila Iqbal memutuskan maju pada Pilkada NTB Mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Benny Rhamdani saat menghadiri Pelantikan Pengurus DPD Partai Hanura NTB dan DPC Hanura di 10 Kabupaten/Kota yang berlangsung di Ballroom Rinjani Hotel Lombok Raya, Mataram, Sabtu (1/8/2026).
“Kalau Bapak Gubernur NTB kembali maju, Partai Hanura pastikan akan kembali mendukung Bapak Gubernur,” tegas Benny yang langsung disambut tepuk tangan para kader Hanura.
Menurut Benny, dukungan tersebut merupakan bentuk Apresiasi DPP Partai Hanura terhadap Kepemimpinan Gubernur NTB bersama Wakil Gubernur yang dinilai mampu mengarahkan pembangunan Daerah.
Ia menegaskan, Hanura memberikan Penghargaan atas berbagai Capaian Pembangunan yang telah diraih Pemerintah Provinsi NTB.
“Partai Hanura memberikan penghargaan Setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, seluruh jajaran Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, dan Masyarakat yang telah bersama-sama membangun Nusa Tenggara Barat (NTB),” ujarnya.
Dalam sambutannya, Benny juga menilai NTB memiliki Potensi Besar untuk terus berkembang. Kekayaan Pariwisata, Pertanian, Kelautan, Sumber Daya Alam, dan Budaya menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan Ekonomi dan meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan Ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, perkembangan Teknologi, hingga keterbatasan fiskal harus dihadapi secara bersama oleh seluruh elemen bangsa.
Menurutnya, Partai Hanura memilih menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, bukan saling menyalahkan.
Benny juga kembali mengutip pesan Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), mengenai pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah perbedaan pilihan Politik.
“Dalam Demokrasi ada Kontestasi, tetapi dalam Politik ada Kolaborasi,” katanya.
Ia menegaskan, perbedaan pilihan Politik merupakan hal yang wajar dalam Demokrasi. Namun setelah Kontestasi selesai, seluruh kekuatan Politik harus kembali bersatu dan Berkolaborasi demi kepentingan Rakyat, pembangunan Nusa Tenggara Barat, serta kemajuan Indonesia.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










