DBHCHT Cuma Asap? KASTA NTB Semprot Pemda, DPRD Janji Petani Tak Lagi Jadi Penonton

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 12 Juni 2025 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram– Ruang Rapat Pleno DPRD NTB mendadak ‘panas’. Lembaga Kajian dan Advokasi Sosial Serta Transparansi Anggaran (KASTA) NTB datang dengan nada kritis dan membawa ‘bom aspirasi’ soal pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), yang dinilai jauh dari harapan petani.

Dalam forum hearing bersama DPRD NTB, KASTA dengan lantang menyuarakan keresahan publik terutama petani tembakau di Lombok Timur dan Lombok Tengah yang selama ini justru seperti hanya jadi penonton di tengah aliran dana cukai tembakau yang miliaran rupiah nilainya.

“DBHCHT itu seharusnya menyentuh langsung petani. Bukan hanya menguap dalam pelatihan seremonial atau proyek-proyek yang tidak dirasakan manfaatnya di kebun,” ujar perwakilan KASTA dengan nada tajam. Rabu (11/06)

Baca Juga :  QRIS atau ‘Krisis’? Bunda Sinta Ajak Saudagar Muslimah NTB Melek Dompet, UMKM Wajib Main Cerdas

Hearing itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH., MH, dan dihadiri Wakil Ketua III Drs. H. Muzihir, Ketua Komisi II H. Lalu Pelita Putra, S.H., serta perwakilan dari Bappeda NTB yang tergabung dalam Tim Koordinasi Pengelolaan DBHCHT Provinsi NTB.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda NTB, Iskandar Zulkarnain, S.Pt., M.Si, menjelaskan bahwa pengelolaan DBHCHT sepenuhnya diawasi Kementerian Keuangan melalui DJPK dan kementerian teknis lainnya. Ia menegaskan bahwa Pemda wajib patuh pada regulasi, yakni PMK Nomor 72 Tahun 2024 serta berbagai edaran teknis yang menyertainya.

Baca Juga :  Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk Rp19 Miliar Molor, DPRD NTB Desak PT AJP Diputus Kontrak dan Diblacklist

Namun, jawaban teknis itu belum sepenuhnya memuaskan pihak KASTA. Mereka tetap mendesak agar DBHCHT diarahkan pada program nyata yang menyentuh hulu-hilir kehidupan petani bukan sekadar pencitraan.

Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, menegaskan komitmennya untuk mengawal dan mendorong agar DBHCHT berdampak langsung kepada masyarakat.

“Kami akan mendorong agar pengelolaan DBHCHT ke depan benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Bukan lagi program yang hanya bagus di atas kertas,” ujarnya.

Berita Terkait

Tak Lagi Sekadar Wacana, Koperasi Merah Putih NTB Mulai Panen Cuan Rp1,4 Miliar
393 Jamaah Haji Lombok Timur Tiba di NTB, Sekda Doakan Jadi Haji Mabrur dan Apresiasi Petugas Haji
Tangis Haru Sambut Kepulangan Jamaah Haji NTB, Kloter 1 Lombok Timur Tiba Selamat di Tanah Air
Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur
Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik
Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:53 WIB

Tak Lagi Sekadar Wacana, Koperasi Merah Putih NTB Mulai Panen Cuan Rp1,4 Miliar

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:43 WIB

393 Jamaah Haji Lombok Timur Tiba di NTB, Sekda Doakan Jadi Haji Mabrur dan Apresiasi Petugas Haji

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:43 WIB

Tangis Haru Sambut Kepulangan Jamaah Haji NTB, Kloter 1 Lombok Timur Tiba Selamat di Tanah Air

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:42 WIB

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:56 WIB

Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik

Berita Terbaru