BSSN Ungkap 5,5 Miliar Serangan Siber, UNRAM dan Wagub NTB Perkuat Pertahanan Data Digital

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB bersama Rektor Universitas Mataram dan BSSN dalam penguatan kerja sama keamanan siber di Mataram.

Wakil Gubernur NTB bersama Rektor Universitas Mataram dan BSSN dalam penguatan kerja sama keamanan siber di Mataram.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengungkap lonjakan signifikan ancaman siber di Indonesia yang mencapai miliaran kasus dalam beberapa tahun terakhir. Data tersebut menjadi alarm serius bagi penguatan keamanan digital di daerah, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, menyebutkan bahwa pada 2020 tercatat sekitar 400 juta anomali siber. Jumlah itu melonjak drastis menjadi 5,5 miliar pada 2025, dan hingga pertengahan 2026 sudah mencapai 2,1 miliar anomali atau setara 148 ancaman setiap detik.

Namun, BSSN menilai ancaman terbesar justru bukan hanya dari peretas, melainkan faktor manusia (human error) dalam penggunaan teknologi digital.

Kesalahan seperti penggunaan password lemah, email kedinasan untuk kepentingan pribadi, perangkat terinfeksi malware, hingga penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) untuk skenario phishing menjadi celah utama serangan siber.

“Menghadapi situasi eskalasi serangan ini, kami sangat mendorong Provinsi NTB untuk segera membentuk Forum Komunikasi Keamanan Siber dan Sandi Daerah (Forkomsanda) guna memperkuat koordinasi, pertukaran informasi tanggap darurat, dan ketahanan ekosistem siber secara menyeluruh demi mewujudkan ruang siber yang nyaman karena aman,” jelas Nugroho saat menyampaikan paparan terkait lonjakan ancaman siber dalam forum keamanan digital di Universitas Mataram. Selasa (23/6/2026).

Baca Juga :  Wagub NTB Promosi Bandeng Uli: Bukan Cuma Oleh-Oleh, Ini Nafas Ekonomi Rakyat!

Penguatan keamanan siber di NTB juga melibatkan perguruan tinggi, khususnya Universitas Mataram (UNRAM). Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia BSSN dengan UPA TIK Universitas Mataram.

Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi, menegaskan bahwa kerja sama ini penting untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan digital.

“Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan sangat berdampak, tidak hanya bagi mahasiswa kami, tetapi juga dosen dan pengembangan SDM berikutnya. Kami mengharapkan Bapak Kepala BSSN suatu saat bisa hadir kembali untuk melatih mahasiswa kami secara langsung mengenai operasi digital serta melakukan riset bersama,” ujar Rektor Unram.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, atau akrab disapa Umi Dinda menegaskan bahwa keamanan siber menjadi fondasi penting dalam pembangunan Smart Government di daerah.

Baca Juga :  Era Baru PWI NTB Dimulai, Ahmad Ikliluddin Siap Bangun Organisasi Bermartabat dan Berpengaruh

Menurut Umi Dinda, digitalisasi layanan publik tidak akan berarti tanpa sistem keamanan yang kuat untuk melindungi data masyarakat.

“Bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat, keamanan siber bukan sekadar urusan teknologi informasi, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah. Oleh karena itu, infrastruktur dan aplikasi harus didukung dengan sistem keamanan yang kuat, terintegrasi, dan responsif terhadap berbagai potensi insiden,” tegas Wagub Umi Dinda.

Ia juga menambahkan bahwa transformasi digital harus dibarengi dengan kolaborasi lintas sektor.

“Smart Government bukan sekadar digitalisasi layanan, melainkan upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, responsif, dan dapat dipercaya masyarakat. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri, diperlukan kolaborasi erat untuk tidak hanya memperkuat kapasitas teknis, tetapi juga membangun budaya kesadaran keamanan digital di seluruh lini pemerintahan,” tambahnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores
Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka
270 ASN dari 30 OPD NTB Lupa Jadi Pejabat, Mendadak Jadi Atlet, Ini Cabornya
HUT ke-81 RI, Wagub NTB Ajak ASN Lepas Penat dan Perkuat Persaudaraan
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23 WIB

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB

Sejumlah Titik di Kota Bima dan Kabupaten Bima Dilaporkan Terdampak Gempa M7,7 yang Berpusat di Wilayah Flores, NTT, Sabtu (15/8/2026). BPBD NTB melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan di lapangan.

Pemerintahan

Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:18 WIB