BPJS Bayar Klaim Rp163 Miliar di NTB, Ribuan Pekerja Terbantu, Bagaimana Nasib yang Belum Terdaftar?

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 24 Juli 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Selama enam bulan terakhir, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyalurkan manfaat klaim sebesar Rp163 miliar, dengan Rp16 miliar di antaranya terserap di Kabupaten Lombok Barat.

Angka besar ini mencerminkan bagaimana sistem perlindungan sosial memberikan harapan dan ketahanan bagi ribuan pekerja dan keluarganya di tengah tekanan ekonomi. Namun, pertanyaan besar masih menggantung, bagaimana nasib mereka yang belum terdaftar dalam sistem jaminan ketenagakerjaan?

Isu inilah yang menjadi pokok bahasan dalam kegiatan Pembinaan Penyelenggaraan Pendataan dan Informasi Sarana Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, yang digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB di Lombok Plaza, Selasa (22/7/2025).

Baca Juga :  Mie Ayam, Bakso, dan Perubahan di Batu Alang: Cerita Gubernur NTB 2018-2023 Bang Zul

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 100 perwakilan HRD dari berbagai sektor usaha. Forum ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperbaiki ekosistem ketenagakerjaan-mulai dari sistem pengupahan, perlindungan sosial, hingga pembaruan tata kelola hubungan industrial.

Plt. Kepala Disnakertrans NTB, Baiq Nelly Yuniarti, A.P., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kemitraan strategis antara sektor pemerintah dan industri dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Bangun Pertokoan Masjid di Lotim, Biar Jamaah Nggak Cuma Dengar Ceramah tapi Juga Dagang

“Perusahaan yang Bapak dan Ibu kelola tidak hanya menjadi penopang ekonomi daerah, tetapi juga berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja yang layak dan berkualitas. Ini sangat penting untuk masa depan NTB,” ujarnya di hadapan para peserta.

Baiq Nelly juga menyebut bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat pekerja.

 

Berita Terkait

Program Kampung Nelayan Merah Putih NTB Dikebut, SPBN Jadi Kebutuhan Mendesak Nelayan
Investasi Rp1,6 Triliun Masuk NTB, Gubernur Miq Iqbal Fokus Bangun Wisata Lombok Selatan
Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun di Semester I 2026, UMKM Jadi Motor Utama Pertumbuhan
Wagub Umi Dinda Pimpin Puluhan Ribu Warga, Lautan Merah Putih Jadi Simbol Persatuan NTB Sambut HUT RI Ke-81
DPMPTSP NTB Ungkap Dugaan Investasi Fiktif dan Penguasaan Lahan di Gili Air, Desak APH Bertindak
DPRD NTB PDIP Tantang Demokrat, Audit Dana BTT Rp484 Miliar Tak Perlu Ditolak Jika Tak Ada Masalah
Empat Rapergub NTB Dibedah Kementerian Hukum, Apa Saja? Ini Daftarnya
KSB Siapkan Pilkades Digital, Bupati Amar Uji E-Voting BRIN
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Program Kampung Nelayan Merah Putih NTB Dikebut, SPBN Jadi Kebutuhan Mendesak Nelayan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Investasi Rp1,6 Triliun Masuk NTB, Gubernur Miq Iqbal Fokus Bangun Wisata Lombok Selatan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun di Semester I 2026, UMKM Jadi Motor Utama Pertumbuhan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Wagub Umi Dinda Pimpin Puluhan Ribu Warga, Lautan Merah Putih Jadi Simbol Persatuan NTB Sambut HUT RI Ke-81

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:12 WIB

DPMPTSP NTB Ungkap Dugaan Investasi Fiktif dan Penguasaan Lahan di Gili Air, Desak APH Bertindak

Berita Terbaru