Begini Tanggapan Dirkrimum Polda NTB Soal Dugaan Ijazah Palsu DPRD Dompu Terpilih

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 21 Juni 2024 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram –

Kasus dugaan ijazah Palsu Anggota DPRD Kabupaten Dompu NTB terpilih inisial Erw yang ditangani Polres Dompu Polda NTB masih belum ada titik terang, bahkan proses penanganannya masih ditutupi Kasat Reskrim Polres Dompu.

Padahal Kapolres Kabupaten Dompu, AKBP Zulkarnain, SH, S.IK., sendiri kepada wartawan akan memberikan atensi terhadap penanganan laporan yang dilayangkan oleh salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bernama Fokus Untuk Keadilan dan Transparansi (FKT) Provinsi NTB di Polres Dompu pada tanggal 24 April 2024 lalu.

“Insha Alloh, rencananya dalam waktu dekat kami akan lakukan gelar perkara. Menunggu Kasat Reskrim balik dari Mataram,” kata Kapolres Dompu pada wartawan saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis 06 Juni 2024.

Gelar perkara sendiri menurutnya dilakukan secara internal dalam rangka menentukan apakah laporan tersebut memenuhi syarat atau unsur untuk ditingkatkan kasusnya ketingkataan lebih lanjut.

“Memang seperti itu, setiap kasus itu
Harus digelar terlebih dahulu untuk menentukan apakah laporan itu bisa
Ditindaklanjuti. Kalau tidak memenuhi unsur, kita tidak bisa lanjut. Kalau Memenuhi unsur kita bisa lanjutkan,” terangnya.

Baca Juga :  Malu Ditegur Minum Tuak, Pria di NTB Pukul Adik Kandung Hingga Masuk Rumah Sakit

Dan pada rabu 19 Juni lalu, saat wartawan kembali mempertanyakan informasi terkait pelaksanaan gelar perkara itu. Berikutnya, sejumlah media juga ikut mempertayakan progresnya namun enggan menjelaskannya sejauh mana kasus tersebut sudah ditangani.

Pihaknya pun enggan menjelaskan dan malah mempersilahkan wartawan menghubungi Kasat Reskrim Polres Dompu. “Kordinasi langsung sama kasat reskrim,” ujar Kapolres Dompu kepada wartawan via WhatsApp.

Kasat Reskrim yang juga dihubungi wartawan enggan memberikan penjelasan terkait apakah gelar perkara laporan kasus dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut jadi digelar atau tidak sesuai komitmen yang disampaikan Kapolres sebelumnya.

“Kalau mau tanya soal itu ke kantor pak. Gak boleh lewat hp. Mohon maaf saja saya gak bisa jelaskan. Itu pun harus satu pintu kami ini. Berita yang keluar dari Polres itu harus lewat Humas,” kata Kasat Reskrim.

Baca Juga :  TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram

“Saya punya kantor, gak mau saya. Kalau mau bapak kesini,” katanya lagi.

Kapolres Dompu yang dihubungi kembali wartawan juga mendukung langkah yang disampaikan Kasat Reskrim.

“Memang harusnya langsung ketemu sama kasat reskrim biar dijelaskan,” timpalnya.

Menanggapi akan hal ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Ditkrimum) Polda NTB) Kombes Pol Syarif Hidayat mengaku belum bisa memberikan tanggapan.

“Saya belum bisa memberikan tanggapan,” katanya,”katanya saat dimintai tanggapan media pada, Jumat 21 Juni 2024 via handphone.

Akan tetapi, mantan Kapolres Dompu itu mengaku akan mempertanyakan ke Polres Dompu terlebih dahulu. Bahkan memerintahkan Kepala Bagian Operasional untuk mempertanyakan sejauh mana progres penanganan kasus oknum politisi PBB Kabupaten Dompu itu. “Saya sudah suruh KBO untuk tanyakan prosesnya,”ujarnya.

Berita Terkait

Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI
Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani
Gubernur NTB Blusukan ke Pengungsian Korban Gempa NTT, Bawa Cokelat untuk Anak-Anak
Saat NTT Diguncang Gempa, Gubernur NTB Turun Langsung: Kami Datang Sebagai Saudara
2.494 Warga Sumbawa Tercatat Alami Gangguan Jiwa, 1.069 di Antaranya ODGJ Berat
Srikandi Pemuda Pancasila NTB Semarakkan HUT ke-81 RI, Lomba Nyanyi Berhadiah Sembako
68 Blok WPR NTB Ditata, 21 Koperasi Ajukan IPR untuk Tekan Tambang Ilegal
Sumsel Datang ‘Berguru’ ke NTB Soal Izin Tambang Rakyat, Ini yang Diburu
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur NTB Blusukan ke Pengungsian Korban Gempa NTT, Bawa Cokelat untuk Anak-Anak

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Saat NTT Diguncang Gempa, Gubernur NTB Turun Langsung: Kami Datang Sebagai Saudara

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:05 WIB

2.494 Warga Sumbawa Tercatat Alami Gangguan Jiwa, 1.069 di Antaranya ODGJ Berat

Berita Terbaru