Baru Lahir Udah Viral, Bayi Misterius di Pekat Dompu Bikin Polisi Lari Lebih Cepat dari Kabar Gosip

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Dompu – Warga Dusun Tompo, Desa Sori Tatanga, Kecamatan Pekat, Kamis siang (7/8/2025), dikejutkan oleh penemuan seorang bayi laki-laki. Kabar tersebut langsung memicu gerak cepat jajaran Polsek Kempo dan lintas instansi untuk memastikan keselamatan sang bayi serta hak hidupnya terjamin.

Kapolsek Kempo IPTU Jubaidin, melalui Kasi Humas Polres Dompu AKP Zuharis, S.H., menjelaskan, bayi itu pertama kali dibawa ke Puskesmas Kempo sekitar pukul 14.00 WITA untuk penanganan awal, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kabupaten Dompu demi pemeriksaan medis lebih lengkap.

“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga perlindungan anak. Tujuannya jelas: memastikan bayi ini mendapatkan perlakuan sesuai standar perlindungan anak,” tegas AKP Zuharis.

Baca Juga :  Komisi Nasional Disabilitas Sebut Penanganan Kasus Pelecehan Seksual Agus Sudah Sesuai SOP

Sejumlah pihak yang terlibat dalam penanganan kasus ini antara lain:

  • Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), diwakili Furkon dan Jihan.
  • Dinas Sosial Kabupaten Dompu, melalui Ny. Risma (konselor psikologi), Fitri (pendamping rehabilitasi sosial), dan Nurlaili Putri (penelaah teknis kebijakan).
  • Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Dompu, diwakili sekretarisnya Jainudin Yusuf alias Yuda.

Usai observasi awal di Puskesmas Kempo, bayi langsung dibawa ke RSUD Dompu. Di sana, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, disertai rencana pendampingan sosial dan rehabilitasi dari Dinas Sosial untuk memantau kondisi fisik dan psikologisnya.

Baca Juga :  Wagub NTB Umi Dinda Ajak GOW ‘Turun Gunung’: Lawan Stunting, Buru Kemiskinan, Jangan Hanya Jago Senam

AKP Zuharis menegaskan, penanganan ini bukan sekadar prosedur, melainkan wujud nyata tanggung jawab negara.

“Sinergi cepat Polsek Kempo, Dinas Sosial, DP3A, dan LPA menunjukkan bahwa setiap kasus seperti ini akan kami respon serius. Kami juga mengajak masyarakat agar segera melapor jika menemukan kejadian serupa,” ujarnya.

Kini, bayi tersebut berada di bawah perawatan medis yang layak dengan pengawasan ketat. Proses pendampingan akan terus berlanjut hingga kondisinya benar-benar pulih, baik secara fisik maupun psikososial.

 

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru