Baru Sebulan Dipakai Jembatan Rp6,2 Miliar Retak- Bupati Bima Turun Tangan, Alat Berat Langsung Dikerahkan!

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima- Belum sebulan digunakan, jembatan penghubung Desa Bolo-Rade di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, sudah retak diterjang banjir, Kamis (6/11/2025). Jembatan senilai Rp6,2 miliar itu kini menjadi sorotan publik, namun Pemerintah Kabupaten Bima bergerak cepat.

Bupati Bima Ady Mahyudin dan Wakil Bupati dr. Irfan turun langsung ke lokasi pada Jumat (7/11/2025), didampingi sejumlah pejabat OPD. Tak hanya meninjau, keduanya langsung mengerahkan alat berat milik Dinas PUPR untuk memperbaiki kerusakan di titik oprit jembatan.

Diketahui, proyek jembatan tersebut dikerjakan oleh CV Dewi Wangi dengan pemenang tender PT Bunga Raya, bersumber dari APBN tahun 2025 di bawah naungan Dinas PUPR Kabupaten Bima.

Baca Juga :  Gelombang Buas Terjang Pemancing di Bima, Satu Orang Masih Hilang

Langkah cepat itu mendapat apresiasi warga. “Terima kasih banyak atas responnya Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati Bima Ady Mahyudin dan Pak dokter Irfan,” ujar Adi, warga Madapangga.

Warga Desa Rade juga menyampaikan terima kasih. “Jembatan itu sangat penting bagi masyarakat kami. Kami apresiasi perhatian pemerintah daerah,” kata Rahmat, warga setempat.

Namun di balik apresiasi, ada juga nada sindiran dari warga lain.

“Bersyukur atas datangnya hujan, karena kita jadi tahu hasil pekerjaan jembatan penghubung tersebut bobrok,” celetuk seorang warga.

Sore harinya, pihak kontraktor langsung turun tangan memperbaiki sejumlah keretakan di jembatan tersebut. Sejumlah pekerja tampak sibuk menambal bagian oprit dan mengevaluasi struktur yang terdampak banjir.

Baca Juga :  Bukan Rebutan Warisan, Tapi Rebutan Alat Masak, Pria di Bima Bacok Teman Sendiri

Untuk sementara waktu, jembatan penghubung Desa Bolo-Rade belum bisa dilalui kendaraan, karena masih dalam proses perbaikan dan penguatan.

Pihak Dinas PUPR Kabupaten Bima memastikan, seluruh kerusakan akan diperbaiki sepenuhnya oleh pihak kontraktor sebelum masa PHO (Provisional Hand Over). Hal itu menegaskan bahwa pemerintah belum membayarkan seluruh nilai proyek, sehingga tanggung jawab penuh masih berada di pihak pelaksana.

Dengan perbaikan yang sedang berlangsung, warga berharap jembatan senilai Rp6,2 miliar ini benar-benar kokoh dan tahan terhadap cuaca ekstrem, agar tak lagi menjadi momok setiap kali hujan deras melanda.

 

Berita Terkait

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita
Ribuan Warga Bima Padati UIN Mataram, Ketua RKBPL Dorong Ekonomi Mandiri Berbasis Gotong Royong
Qori Cilik Juara Internasional Tampil, Halalbihalal dan Pelepasan Jamaah Calon Haji RKB Pulau Lombok Kian Khusyuk
KONI NTB Rapatkan Barisan, Matangkan Slot Atlet dan Nomor Unggulan Jelang Porprov 2026
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Minggu, 19 April 2026 - 18:05 WIB

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 April 2026 - 15:13 WIB

TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram

Minggu, 19 April 2026 - 14:01 WIB

Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 13:24 WIB

Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita

Berita Terbaru

Terlihat Terduga Pelaku bersama Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang ayah di Desa Tamansari, Lombok Barat.

Hukum & Kriminal

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:05 WIB