Atasi Antrian Ternak, Disnakkeswan NTB Batasi Penerbitan Rekomendasi: Hanya 1.200 Ekor per Dua Hari

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 29 April 2025 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi NTB, Muhamad Riadi, S.P., M.Ec.Dev., menegaskan pihaknya akan memperketat penerbitan rekomendasi pengangkutan ternak guna mengatasi antrian panjang yang sempat terjadi di Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa.

Riadi mengungkapkan, ketidakdisiplinan sejumlah pelaku usaha menjadi salah satu penyebab terjadinya krodit alias kemacetan pengiriman ternak tahun ini, berbeda dengan kondisi lancar yang terjadi pada 2024 lalu.

Baca Juga :  DPRD Lamandau Kalteng Gandeng NTB, Perkuat Sektor Peternakan Lewat Pengembangan Bibit Sapi Unggul dan Pencegahan PMK

“Tahun 2024 itu lancar, tidak ada krodit seperti sekarang. Sekarang ini antri berhari-hari karena kita tidak disiplin. Kapasitas angkut kapal di pelabuhan hanya cukup untuk 55 tronton, itupun perlu dua hari. Kalau yang masuk 100 tronton, ya pasti antri,” kata Riadi saat diwawancarai diruanganya, Selasa (29/4/2025).

Untuk mencegah kejadian serupa, Riadi mengambil kebijakan membatasi penerbitan rekomendasi lalu lintas ternak.

Baca Juga :  Dor! Polres Bima Gempur Sarang Narkoba di Tente, 9 Orang Ditangkap, 4 Perempuan Ikut Dibekuk

“Saya batasi, selang dua hari hanya terbitkan rekomendasi untuk 1.200 ekor, sesuai dengan kapasitas angkut kapal kita,” ujarnya.

Sebelumnya, Disnakkeswan NTB sempat mendapat tekanan untuk menerbitkan rekomendasi dalam jumlah besar.

“Di meja saya ini sudah ada 3.500 permintaan rekom. Mereka minta diterbitkan semua sekaligus, ya tidak bisa. Selama ini kita terlalu bodoh, kapasitas 1.200 tapi kita terbitkan 2.500, pasti antri,” tegasnya.

Berita Terkait

SiLPA NTB Anjlok 95 Persen, Belanja Modal 2027 Justru Naik Rp83 Miliar
APBD NTB 2027 Berubah Drastis, Defisit Rp111 Miliar Kini Jadi Surplus Rp162 Miliar
APBD NTB 2027 Tembus Rp6,22 Triliun, Surplus Rp162 Miliar, Ini Prioritas Iqbal
Kejati NTB Gandeng Densus 88, Radikalisme Anak Diburu dari Ruang Digital
Tim Mori Hanafi Tegaskan Perebutan Ketua KONI NTB 2026-2030 Harus Sportif, Tanpa Intervensi
16 Anak NTB Terpapar Radikalisme, Game Online dan Medsos Jadi Ancaman Baru
Gubernur Iqbal Resmi Daftar Calon Ketua KONI NTB, Didampingi Cabor dan KONI Daerah
6 Tersangka Korupsi Masker di NTB Jadi Tahanan Kota, Ada Gelang Elektronik dan Uang Rp38 Juta
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:38 WIB

SiLPA NTB Anjlok 95 Persen, Belanja Modal 2027 Justru Naik Rp83 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:21 WIB

APBD NTB 2027 Berubah Drastis, Defisit Rp111 Miliar Kini Jadi Surplus Rp162 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:44 WIB

APBD NTB 2027 Tembus Rp6,22 Triliun, Surplus Rp162 Miliar, Ini Prioritas Iqbal

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Kejati NTB Gandeng Densus 88, Radikalisme Anak Diburu dari Ruang Digital

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Tim Mori Hanafi Tegaskan Perebutan Ketua KONI NTB 2026-2030 Harus Sportif, Tanpa Intervensi

Berita Terbaru

Kejati NTB Bersama Densus 88 dan Sejumlah Pihak Terkait Membahas Upaya Pencegahan Radikalisme Anak di Ruang Digital.

Hukum & Kriminal

Kejati NTB Gandeng Densus 88, Radikalisme Anak Diburu dari Ruang Digital

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:10 WIB