SUMBAWAPOST.com, Mataram – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi NTB, Muhamad Riadi, S.P., M.Ec.Dev., menegaskan pihaknya akan memperketat penerbitan rekomendasi pengangkutan ternak guna mengatasi antrian panjang yang sempat terjadi di Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa.
Riadi mengungkapkan, ketidakdisiplinan sejumlah pelaku usaha menjadi salah satu penyebab terjadinya krodit alias kemacetan pengiriman ternak tahun ini, berbeda dengan kondisi lancar yang terjadi pada 2024 lalu.
“Tahun 2024 itu lancar, tidak ada krodit seperti sekarang. Sekarang ini antri berhari-hari karena kita tidak disiplin. Kapasitas angkut kapal di pelabuhan hanya cukup untuk 55 tronton, itupun perlu dua hari. Kalau yang masuk 100 tronton, ya pasti antri,” kata Riadi saat diwawancarai diruanganya, Selasa (29/4/2025).
Untuk mencegah kejadian serupa, Riadi mengambil kebijakan membatasi penerbitan rekomendasi lalu lintas ternak.
“Saya batasi, selang dua hari hanya terbitkan rekomendasi untuk 1.200 ekor, sesuai dengan kapasitas angkut kapal kita,” ujarnya.
Sebelumnya, Disnakkeswan NTB sempat mendapat tekanan untuk menerbitkan rekomendasi dalam jumlah besar.
“Di meja saya ini sudah ada 3.500 permintaan rekom. Mereka minta diterbitkan semua sekaligus, ya tidak bisa. Selama ini kita terlalu bodoh, kapasitas 1.200 tapi kita terbitkan 2.500, pasti antri,” tegasnya.









