Anggota DPR RI Mori Hanafi Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kota Bima, Libatkan Mahasiswa hingga Tokoh Masyarakat

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Mori Hanafi saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kota Bima yang dihadiri mahasiswa, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum.

Anggota DPR RI Mori Hanafi saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kota Bima yang dihadiri mahasiswa, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum.

SUMBAWAPOST.com | Kota Bima- Anggota DPR RI Dapil NTB I Pulau Sumbawa, Mori Hanafi menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kota Bima pada, Selasa (31/3/2026), mulai pukul 08.30 hingga 11.40 WITA.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh antusias dan dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga masyarakat umum dari berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Bima.

Dalam kegiatan itu, Mori Hanafi menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah perkembangan zaman dan tantangan sosial yang semakin kompleks.

“Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya sekadar materi sosialisasi, tetapi fondasi utama dalam menjaga persatuan, stabilitas, dan masa depan bangsa. Generasi muda harus menjadi garda terdepan menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujar Mori Hanafi dalam sambutannya.

Baca Juga :  DPR RI Mori Hanafi Tinjau Kerusakan Dam Roka dan Dam Pelaparado: Pastikan Penanganan Cepat Pasca Banjir Bandang

Ia menjelaskan, Empat Pilar yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat agar semangat persatuan tetap terjaga.

Menurutnya, mahasiswa dan pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga demokrasi, memperkuat toleransi, serta menangkal berbagai pengaruh negatif yang dapat memecah belah bangsa.

“Kita ingin masyarakat, khususnya anak-anak muda, memiliki kesadaran bahwa menjaga persatuan bangsa adalah tanggung jawab bersama. Jangan mudah terpecah oleh perbedaan,” katanya.

Baca Juga :  Polres Bima Kota Gerebek Kampung Narkoba Kumbe, 9 Terduga Pelaku Diciduk dan Sabu Disita

Kegiatan berlangsung interaktif dengan dialog dan diskusi bersama peserta yang membahas berbagai isu kebangsaan, tantangan generasi muda, hingga pentingnya menjaga keharmonisan sosial di daerah.

Selain menjadi ruang edukasi kebangsaan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat di daerah pemilihannya.

Sejumlah peserta menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut karena dinilai mampu memperkuat wawasan kebangsaan dan membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Acara berlangsung lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama serta diskusi santai bersama peserta dari berbagai unsur organisasi dan komunitas di Kota Bima.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata
Paradoks “No Viral, No Justice”
Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’
Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut
Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II
Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Jelang MotoGP Mandalika, 53 Warga Bilebante Digembleng Jadi SDM Pariwisata

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Sekda NTB Sebut Manajemen Risiko seperti VAR, Biar Tak Salah Kasih ‘Kartu Merah’

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Wagub NTB Sentil Pejabat: Jangan Cuma Kejar Prestasi, Bawahan Jangan Sampai Takut

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Gubernur NTB: Pejabat Tanpa Sertifikasi Manajemen Risiko Tak Bisa Naik Eselon II

Berita Terbaru

Dr. Ufran, SH., MH., Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, menyoroti Paradoks “No Viral, No Justice” dan Pengaruh Viralitas Media Sosial Terhadap Perhatian Publik Serta Penegakan Hukum

Hukum & Kriminal

Paradoks “No Viral, No Justice”

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:07 WIB