Keluarga Mengadu ke PWI NTB, Yanuar Fikri PMI Diduga Korban TPPO Segera Pulang ke NTB

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Orang Yua Yanuar Fikri, PMI Asal Kota Mataram Yang Diduga Menjadi Korban TPPO, Saat Menyampaikan Pengaduan Sekretariat PWI NTB Yang Berlokasi di Jl. Mahoni No. 5 B, Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram (Di Area Belakang Kantor Imigrasi Mataram).

Orang Yua Yanuar Fikri, PMI Asal Kota Mataram Yang Diduga Menjadi Korban TPPO, Saat Menyampaikan Pengaduan Sekretariat PWI NTB Yang Berlokasi di Jl. Mahoni No. 5 B, Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram (Di Area Belakang Kantor Imigrasi Mataram).

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram-Kabar kepulangan Muhamad Yanuar Fikri, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sempat terlantar di Myawaddy, Myanmar, membawa harapan baru bagi keluarganya. Setelah sebelumnya mengadu ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB untuk meminta bantuan, Yanuar kini dilaporkan sedang dalam perjalanan dari Thailand menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, sebelum dipulangkan ke NTB.

Yanuar merupakan pemuda berusia 26 tahun asal Karang Kelok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Sebelumnya, keluarga diliputi kecemasan setelah Yanuar yang berpamitan untuk bekerja di Singapura justru mengabarkan bahwa dirinya berada di Myanmar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Aidy Furqon, melaporkan bahwa Yanuar sedang dalam perjalanan menuju Jakarta. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, ia akan menjalani proses lanjutan sebelum dipulangkan ke Daerah asalnya di NTB.

Aidy juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, atas perhatian dan komitmennya dalam mengawal proses pemulangan Yanuar.

“Alhamdulillah. Terima kasih kepada Bapak Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, atas perhatian dan komitmen dalam mengawal pemulangan warga NTB, Yanuar Fikri, yang sempat diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) setelah terlantar di Myanmar,” ujar Aidy Furqon, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Selasa (27/10/2026).

Ia berharap seluruh tahapan pemulangan berjalan lancar hingga Yanuar tiba dengan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarganya.

“Semoga seluruh proses berjalan lancar hingga tiba dengan selamat dan dapat segera berkumpul kembali bersama keluarga,” demikian harapan yang disampaikan dalam laporan tersebut.

Sebelum dilaporkan dalam perjalanan menuju Jakarta, Yanuar menjalani pemeriksaan oleh petugas Imigrasi Myawaddy, Myanmar, pada 30 September 2026.

Berdasarkan laporan perkembangan penanganan yang diterima Disnakertrans NTB, petugas melakukan pemeriksaan dan pendataan terkait identitas, daerah asal, pekerjaan yang dijanjikan, serta kronologi keberadaan Yanuar hingga berada di kawasan perbatasan Myanmar.

Dalam pemeriksaan tersebut, pihak Imigrasi Myanmar menyampaikan bahwa Yanuar merupakan korban scam love yang berkaitan dengan TPPO.

Yanuar juga menjelaskan adanya permintaan uang sekitar Rp70 juta. Dalam keterangannya, ia menyebut hanya mampu membayar sekitar Rp20 juta sebagai upaya untuk keluar dari lokasi tempat dirinya sebelumnya berada di kawasan pegunungan.

Baca Juga :  HUT RI ke-81 di Pendopo Wagub NTB, Semangat Kemerdekaan Lewat Doa Bersama dan Lomba Tradisional 

Setelah pemeriksaan, Yanuar diberikan kartu identitas oleh pihak imigrasi dan diminta menyimpannya hingga kembali ke Indonesia. Ia juga diarahkan untuk tetap berada di tempat penampungan, menaati aturan, serta menunggu proses administrasi selesai.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa proses kepulangan memerlukan penyelesaian Administrasi Keimigrasian, termasuk exit permit atau izin keluar dari Wilayah Myanmar. Penanganan juga dikoordinasikan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon.

Dalam pemeriksaan pada 30 September 2026, petugas memperkirakan proses administrasi membutuhkan waktu sekitar satu bulan atau lebih, bergantung pada penyelesaian dokumen dan prosedur yang berlaku. Perkiraan tersebut bukan kepastian waktu kepulangan.

Kasus yang dialami Yanuar sebelumnya membuat keluarganya panik. Ia semula berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk kembali bekerja di Singapura, sebagaimana pekerjaan yang pernah dijalaninya.

Namun, kabar yang diterima keluarga justru berbeda. Yanuar menghubungi keluarganya dan menyampaikan bahwa dirinya berada di Myanmar.

Kisah tersebut disampaikan ibu kandung Yanuar, Nurjanah, saat mendatangi Kantor PWI NTB pada Rabu (23/9/2026) petang.

Nurjanah mengaku, sekitar sepekan sebelumnya, Yanuar berpamitan untuk bekerja di Singapura.

“Sekitar seminggu yang lalu anak saya pamitan. Katanya bekerja seperti sebelumnya di Singapura,” ujar Nurjanah sambil menangis.

Kepanikan keluarga semakin bertambah ketika sekitar pukul 17.00 Wita, Yanuar menghubungi mereka dan menyampaikan bahwa dirinya bukan berada di Singapura, melainkan sudah berada di Myanmar.

Menurut Nurjanah, anaknya mengaku berada di atas sebuah gunung di Myanmar. Sementara di bagian bawah gunung disebut terdapat tentara yang melakukan penjagaan.

Keluarga semakin khawatir setelah Yanuar menyampaikan bahwa dirinya bisa dipulangkan ke Indonesia dengan syarat membayar uang sebesar Rp70 juta kepada Manajer. “Manajer minta tebusan Rp70 juta,” tegas ayah Yanuar, Herman.

Herman mengaku tidak memiliki uang sebanyak yang diminta tersebut. “Kami tidak ada Uang sebanyak itu,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan itu, keluarga hanya berharap Yanuar dapat segera kembali ke Lombok dengan selamat.

“Harapan kami bisa kembali,” kata Herman.

Demi memastikan keselamatan Yanuar dan mencari jalan agar anak mereka dapat dipulangkan, keluarga berupaya meminta bantuan kepada sejumlah pihak.

Baca Juga :  Buronan Penipu Motor dan HP Tertangkap di Dompu, Ini Modus Licik Pria Asal Sumbawa

Herman mengatakan, pihak keluarga telah melaporkan persoalan tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda NTB. Mereka juga berupaya meminta bantuan kepada pimpinan DPRD NTB, H. Muzihir.

“Waktu di Polda NTB diarahkan ke Unit PPA. Mereka bilang hanya bisa menegakkan hukum,” ungkap Herman.

Keluarga juga telah menghubungi Muzihir. Namun, saat itu yang bersangkutan sedang berada di luar kota dan meminta keluarga menghubungi Komisi V DPRD NTB pada hari berikutnya. “Pak Muzihir sedang di luar kota. Beliau minta ke Komisi V DPRD NTB besok,” katanya.

Keluarga kemudian mendatangi Kantor PWI NTB untuk menyampaikan persoalan yang dialami Yanuar. Mereka berharap pengaduan tersebut dapat membantu mendorong perhatian pemerintah dan pihak terkait.

Keluarga meminta bantuan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Kementerian Ketenagakerjaan, masyarakat, serta media di bawah PWI NTB agar keberadaan Yanuar di Myanmar mendapat perhatian dan proses pemulangannya dapat segera dilakukan.

Bagi keluarga, persoalan tersebut bukan lagi sekadar masalah pekerjaan. Mereka ingin memastikan Yanuar dalam keadaan selamat dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga di Lombok. “Kami berharap Anak Kami bisa kembali,” ujar Herman.

Sekretaris PWI NTB, Fahrul Mustofa, yang menerima kedatangan keluarga bersama sejumlah Wartawan, mengatakan Kantor PWI NTB terbuka bagi Masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan.

Dalam kesempatan itu, Fahrul langsung menghubungi Pelaksana Tugas Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnaker NTB, M. Anang Yusran, terkait persoalan yang dialami keluarga Yanuar.

Anang memastikan akan menindaklanjuti persoalan tersebut. “Insya Allah, besok pagi akan saya folow up masalah ini,” katanya.

Kini, setelah melalui proses penanganan di Myanmar, Yanuar dilaporkan sedang dalam perjalanan dari Thailand menuju Jakarta untuk menjalani tahapan lanjutan sebelum dipulangkan ke NTB.

Perkembangan ini menjadi harapan baru bagi keluarga yang sebelumnya berjuang mencari bantuan agar Yanuar dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.

Pemerintah Daerah diharapkan terus mengawal proses pemulangan tersebut hingga Yanuar tiba di NTB dan kembali berkumpul bersama keluarganya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

35 Ribu Warga NTB Tinggalkan Kampung Halaman untuk Jadi PMI pada 2025, Ini Daerah Asalnya
15 Desa di NTB Disiapkan Jadi Benteng Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
35 Ribu Warga NTB Adu Nasib ke Luar Negeri Sepanjang 2025, Remitansi Lebih dari Rp220 Miliar
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Kirim 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Lombok Barat
Polda NTB Ungkap 7 Kasus BBM dalam Sepekan, 7 Orang Jadi Tersangka, 4.419 Liter Pertalite Disita
NasPol NTB Minta Dugaan Anomali Pokir DPRD Rp120 Miliar Dibuka ke Publik
Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting
Wakapolda NTB Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Mataram, Cegah Kemacetan Pagi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Keluarga Mengadu ke PWI NTB, Yanuar Fikri PMI Diduga Korban TPPO Segera Pulang ke NTB

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:01 WIB

35 Ribu Warga NTB Tinggalkan Kampung Halaman untuk Jadi PMI pada 2025, Ini Daerah Asalnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

15 Desa di NTB Disiapkan Jadi Benteng Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:51 WIB

35 Ribu Warga NTB Adu Nasib ke Luar Negeri Sepanjang 2025, Remitansi Lebih dari Rp220 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Kirim 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Lombok Barat

Berita Terbaru