SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, menekankan bahwa kemajuan Universitas Mataram (Unram) tidak cukup diukur dari Pertumbuhan Fisik, Jumlah Mahasiswa, maupun Capaian Akademik. Menurutnya, ukuran penting sebuah Perguruan Tinggi adalah seberapa besar dampak dan manfaat yang diberikan kepada Masyarakat.
Hal itu disampaikan Abul Chair dalam Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-64 Unram, Jumat (2/10/2026).
“Sebenarnya, seberapa besar kita tumbuh, berapa nilai indikator-indikator, setinggi apa gedungnya, berapa banyak mahasiswanya, tapi lebih kepada Unram berdampak, seberapa besar manfaat yang kita tinggalkan,” ujarnya.
Menurut Abul Chair, aspek kebermanfaatan kerap terlupakan dalam proses pembangunan. Padahal, pendidikan memiliki mandat penting untuk memastikan generasi yang ditinggalkan tidak berada dalam kondisi lemah, baik secara Ekonomi maupun dalam aspek kehidupan lainnya.
Ia kemudian mengutip pesan dalam Al-Qur’an yang mengingatkan agar seseorang tidak meninggalkan generasi dalam keadaan lemah.
“Ini mandat buat kita semua, bukan cuma untuk Kampus, tapi kepada Orang Tua pada umumnya,” katanya.
Abul Chair juga mengajak seluruh pihak untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan waktu dan pembangunan yang telah dilakukan. Ia mempertanyakan sejauh mana pembangunan tersebut telah menjawab persoalan Masyarakat di sekitar.
“Tau-tau sudah 50 tahun, tau-tau sudah mau pensiun, tau-tau sudah Dies Natalis ke-64. Tapi berapa Orang Miskin di sekitar Kita? Berapa Orang Bodoh di sekitar Kita? Berapa Orang yang masih Tertinggal di sekitar Kita?” katanya.
Selain persoalan kebermanfaatan Pendidikan, Abul Chair menekankan pentingnya kepastian dan penegakan hukum dalam mendukung Pembangunan Daerah.
Ia mengibaratkan pembangunan sebagai kendaraan yang membutuhkan gas sekaligus rem. Menurutnya, penegakan Hukum tidak semestinya hanya dipandang sebagai rem yang menghambat pembangunan.
“Justru hukum yang pasti, yang adil dan dapat diprediksi adalah infrastruktur penting bagi pembangunan,” tegasnya.
Pemerintah Daerah, lanjutnya, menghadapi tantangan untuk menjaga Keseimbangan antara Keberanian aparatur dalam mengambil keputusan dan kepatuhan terhadap Aturan.
“Kita tidak ingin aparatur berani mengambil keputusan tetapi mengabaikan Aturan. Namun kita juga tidak ingin aparatur terlalu takut mengambil keputusan hanya karena khawatir salah,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai Aparatur yang dibutuhkan adalah mereka yang berani mengambil Keputusan karena memahami Aturan, bukan karena tidak mengetahui Aturan.
Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Kejaksaan, Perguruan Tinggi, Aparat Pengawasan, dan Pemerintah untuk membangun Sistem Pencegahan.
“Bukan hanya hadir ketika masalah sudah terjadi, tetapi kami tentu berharap bersama-sama membangun Sistem Pencegahan,” katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., mengungkapkan bahwa saat ini Unram menempati peringkat ke-16 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE).
Capaian tersebut menjadi modal bagi Unram untuk terus memperkuat posisi akademik dan mendorong transformasi menuju universitas berkelas dunia.
Ia mengatakan posisi tersebut menunjukkan kekuatan kampus, terutama pada aspek sitasi dan dampak publikasi ilmiah. Dalam aspek tersebut, Unram disebut berada pada posisi dua Nasional terbaik. Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan pada pertumbuhan Jumlah Publikasi dan jumlah penulis yang perlu terus ditingkatkan.
“Fokus ke depan bukan hanya menjaga kualitas, tetapi juga memastikan volume dan basis penulis tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Untuk meningkatkan posisi tersebut, Unram menyiapkan Enam agenda strategis, meliputi Transformasi Akademik Berdampak, Riset dan Inovasi Berdampak, Kolaborasi Global dan KKN Berdampak, Program Profesor Berdampak, Tata Kelola Modern dan Kemandirian Finansial, serta penguatan menuju World Class University.
Berbagai agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat Kualitas Riset, Produktivitas Publikasi, Internasionalisasi, Reputasi Akademik, serta keberhasilan lulusan.
Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-64 Unram tersebut turut dihadiri Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum., Ketua, Sekretaris, dan Anggota Senat Universitas Mataram, Para Akademisi, Guru Besar, serta Sivitas Akademika Universitas Mataram.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










