KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum KONI NTB H. Mori Hanafi saat Menyampaikan Sambutannya Dalam Musorprov XIII KONI NTB Tahun 2026 di Mataram.

Ketua Umum KONI NTB H. Mori Hanafi saat Menyampaikan Sambutannya Dalam Musorprov XIII KONI NTB Tahun 2026 di Mataram.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIII KONI NTB

Tahun 2026 menjadi Momentum Penting untuk Menentukan masa depan Olahraga Nusa Tenggara Barat. Bukan hanya Mengevaluasi Kepengurusan Periode 2022-2026, Forum ini juga menjadi Ruang untuk menyusun Arah Kebijakan Olahraga NTB menghadapi PON 2028.

Musorprov XIII KONI NTB resmi digelar di Hotel Lombok Raya, Minggu (30/8/2026), dan berlangsung selama dua hari hingga 31 Agustus 2026.

Di tengah dinamika yang mengiringi proses menuju Musorprov, Ketua Umum KONI Provinsi NTB H. Mori Hanafi mengingatkan seluruh pihak agar tidak terjebak dalam konflik internal. Menurutnya, dinamika dalam organisasi merupakan bagian dari proses sekaligus menunjukkan betapa strategisnya posisi KONI dalam pembinaan olahraga NTB.

“Walaupun terjadi dinamika dalam Prosesnya, ini merupakan pertanda bahwa Organisasi KONI ini merupakan Organisasi sangat Strategis,” kata Mori Hanafi.

Mori menegaskan, Musorprov tidak boleh hanya dipandang sebagai Forum untuk mengevaluasi Program, mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan, maupun memilih Kepemimpinan baru.

Lebih jauh, Musorprov harus menjadi momentum untuk menentukan arah kebijakan Olahraga NTB ke depan, terlebih Daerah ini akan menghadapi agenda besar PON 2028.

“Musyawarah saat ini bukan cuma pada Kita melakukan Evaluasi dan Mempertanggungjawabkan Program Pelaksanaan, menyusun arah Kebijakan Organisasi, menentukan Kepemimpinan KONI,” ujarnya.

Karena itu, Mori mengajak seluruh peserta Musorprov menempatkan kepentingan Olahraga NTB di atas Kepentingan Pribadi maupun Kelompok.

“Kita semua memiliki tujuan yang sama untuk NTB, Untuk Kemajuan Olahraga NTB,” tegasnya.

Baca Juga :  Petani Bawang Asal Bima Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak di Dompu, Ini Kronologi dan Lokasinya

Menurut Mori, kepengurusan KONI NTB periode 2022-2026 telah menjalankan amanah dengan berbagai keterbatasan. Berbagai program pembinaan telah dilaksanakan bersama cabang olahraga maupun KONI Kabupaten/Kota.

Namun, ia mengakui masih terdapat kekurangan yang harus menjadi bahan evaluasi bagi kepengurusan berikutnya.

“Kita menyadari bahwa perjalanan 4 tahun tidak semua berjalan sempurna, masih terdapat kekurangan keterbatasan,” katanya.

Mori menilai NTB kini berada dalam posisi yang sangat strategis. Bersama NTT, NTB akan menjadi Tuan Rumah PON 2028, dengan DKI Jakarta sebagai Wilayah Pendukung.

Kondisi tersebut membuat konsolidasi dan soliditas Organisasi menjadi semakin penting. Mori tidak ingin waktu yang tersedia justru habis untuk mempertajam Konflik Internal.

“Siapapun nanti yang akan memimpin Saya berharap dapat segera merampungkan seluruhnya. Tidak ada lagi bumbu-bumbuan, tidak ada lagi kelompok, yang ada satu keluarga besar,” tegas Mori.

Menurutnya, persatuan merupakan modal utama untuk menghadapi tantangan PON 2028. NTB tidak hanya dituntut sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga harus mampu menunjukkan prestasi melalui perolehan medali.

Mori bahkan mendorong seluruh Cabang Olahraga melakukan pemetaan secara serius terhadap peluang Medali. Cabang Olahraga yang memiliki Potensi Emas harus dipersiapkan secara maksimal sejak sekarang.

“Kita harus merekayasa supaya kita tetap punya amanat itu kepada teman-teman,” ujarnya.

Ia menilai NTB memiliki banyak Atlet potensial. Sejumlah Atlet bahkan telah mengharumkan nama Daerah di tingkat Nasional maupun Internasional.

Baca Juga :  Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Karena itu, pembinaan Atlet harus dilakukan secara berkelanjutan dan lebih terarah agar target Prestasi pada PON 2028 tidak berhenti sebagai slogan. “Perkuat pembinaan secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang OKK KONI Pusat Mayjen TNI Purn Eko Budi, S. yang mewakili Ketua Umum KONI Pusat, menilai NTB memiliki potensi besar dalam dunia olahraga.

Menurutnya, NTB merupakan salah satu daerah yang memiliki banyak atlet potensial. “NTB itu saya lihat gudangnya atlet,” ujarnya.

Namun, Eko mengingatkan bahwa potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal tanpa pengelolaan dan sinergi seluruh pihak. Pemerintah daerah bersama seluruh komponen olahraga harus bersatu untuk meningkatkan prestasi atlet.

“Untuk mengelola ini nggak bisa sendiri, harus semua komponen yang ada, apakah itu Pemerintah Daerah, harus bersatu padu untuk bisa meningkatkan Prestasi,” katanya.

Eko juga menyampaikan apresiasi kepada Provinsi NTB atas partisipasinya dalam PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, termasuk dalam ajang olahraga bela diri yang dilaksanakan di Kudus.

Musorprov XIII KONI NTB diharapkan menjadi titik awal konsolidasi baru seluruh kekuatan olahraga NTB. Setelah proses musyawarah selesai, seluruh pihak diharapkan kembali bersatu dan mengarahkan energi untuk mempersiapkan atlet menghadapi PON 2028.

Sebab, PON 2028 sudah semakin dekat. Tantangan bagi kepengurusan KONI NTB berikutnya bukan hanya menjaga soliditas organisasi, tetapi juga memastikan potensi besar atlet NTB benar-benar bertransformasi menjadi prestasi dan medali.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
3.000 Orang Berebut Jadi Volunteer MotoGP Mandalika 2026, MGPA Hanya Ambil 2.500
Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Ubah Pembayaran Jasa Pelabuhan dari Manual ke Digital
Sambut Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia 2028, Sumbawa Siapkan Kekayaan Budaya Tana Samawa
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:45 WIB

KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:52 WIB

KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata

Berita Terbaru