Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panen Raya Bawang Putih di Sembalun, Lombok Timur, NTB, Menjadi Bagian Dari Gerakan Memperkuat Produksi Dalam Negeri dan Mempercepat Swasembada Bawang Putih Nasional.

Panen Raya Bawang Putih di Sembalun, Lombok Timur, NTB, Menjadi Bagian Dari Gerakan Memperkuat Produksi Dalam Negeri dan Mempercepat Swasembada Bawang Putih Nasional.

SUMBAWAPOST.com™ | Lombok Timur- Ketergantungan Indonesia terhadap Impor Bawang Putih Masih menjadi Pekerjaan Besar dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional. Dari Sembalun, Lombok Timur, Pemerintah Bersama Polri dan berbagai Pihak mulai Mendorong Langkah Percepatan untuk Mengejar target Swasembada Bawang Putih.

Gerakan tersebut ditandai dengan Penanaman Bawang Putih serentak di 17 Provinsi, Panen Raya Bawang Putih, serta Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kecamatan Sembalun, Rabu (19/8/2026).

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan Kebutuhan Bawang Putih Nasional saat ini mencapai sekitar 600 Ribu Ton Per tahun. Namun, Produksi dalam Negeri baru berkisar 34 ribu hingga 40 ribu ton.

Kesenjangan tersebut membuat Kebutuhan Bawang Putih Nasional masih sangat bergantung pada Impor. Karena itu, peningkatan Produksi dalam Negeri dinilai menjadi langkah penting untuk Memperkuat Kemandirian Pangan.

“Kita akan mencoba melaksanakan upaya untuk mendorong Swasembada dengan menanam Bawang Putih yang saat ini masih memiliki ketergantungan Impor sangat tinggi,” katanya.

Menurut Kapolri, situasi Global yang penuh ketidakpastian semakin menegaskan pentingnya Indonesia memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari dalam Negeri.

“Bapak Presiden selalu menekankan bahwa di tengah situasi eskalasi Global seperti ini, kita semua harus mandiri, khususnya di Bidang Ketahanan Pangan,” ujar Kapolri.

Dalam upaya mengejar Swasembada, Sembalun memiliki Posisi Strategis. Kawasan di Kaki Gunung Rinjani tersebut telah menjadi salah satu lokasi Pengembangan Bawang Putih sejak 2025.

Potensi Sembalun kemudian terus dikembangkan melalui Riset, Pengujian Varietas, Tekhnologi Budidaya, serta Pengembangan Lahan pada berbagai Ketinggian.

Kapolri bahkan melihat peluang pengembangan Bawang Putih pada lahan dengan ketinggian di bawah 900 meter sebagai bagian penting dari akselerasi Produksi Nasional.

“Kalau di bawah ketinggian 900 meter pun kita bisa berhasil, artinya akselerasi Swasembada Bawang Putih Nasional Betul-betul bisa berjalan dengan Sebaik-baiknya,” ujarnya.

Gerakan penanaman serentak yang digelar kali ini memiliki Potensi Pengembangan Lahan mencapai sekitar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Wilayah Kepolisian Daerah. Pada tahap awal, Penanaman bersama dilakukan pada lahan sekitar 279,5 hektare.

Baca Juga :  Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Konsep FELDA Malaysia untuk Pertanian NTB

Kapolri berharap luasan tersebut dapat terus diperluas sehingga Produksi bawang putih Nasional meningkat secara bertahap.

Pengembangan Komoditas tersebut juga tidak hanya diarahkan pada perluasan lahan. Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian didorong untuk menemukan Varietas serta Pola Budidaya yang paling sesuai dengan Karakteristik Daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Varietas lokal Sembalun, termasuk Pipit Alium. Potensi Produktivitas Varietas tersebut dinilai menjanjikan dan perlu dikembangkan melalui Riset serta dibandingkan dengan Varietas Unggulan lainnya.

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Hediati Soeharto menilai upaya mengembalikan swasembada bawang putih memiliki makna penting bagi Indonesia.

Kehadirannya di Sembalun juga membawa kenangan tersendiri. Ia mengingat kembali kunjungan orang tuanya ke kawasan tersebut sekitar 39 tahun lalu untuk menghadiri panen bawang putih.

“Bagi saya pribadi, saya bisa hadir di sini, napak tilas kehadiran ayah dan ibunda tercinta. 39 tahun yang lalu panen bawang putih di Sembalun ini,” ujarnya.

Titiek mengatakan Indonesia pernah memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan bawang putih dari produksi dalam negeri. Pengalaman tersebut, menurutnya, harus menjadi motivasi untuk mengembalikan kekuatan bawang putih nasional.

“Kita pernah swasembada. Mengapa kita tidak mampu lagi untuk swasembada? Pengalaman tersebut harus menjadi motivasi bahwa Indonesia mampu kembali mencapai swasembada bawang putih,” tegasnya.

Ia menilai target swasembada bawang putih dalam tiga tahun harus diwujudkan melalui langkah yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan.

Namun, menurut Titiek, peningkatan luas tanam tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Petani juga harus mendapatkan keuntungan yang layak agar mau terus menanam dan mengembangkan bawang putih.

Karena itu, pembangunan ekosistem bawang putih harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.

Benih unggul, pupuk, sarana produksi, alat dan mesin pertanian, pembiayaan, teknologi, pendampingan, hingga kepastian pasar menjadi faktor penting dalam memastikan petani tetap memiliki daya tarik ekonomi.

Baca Juga :  Wajib Ngopi Tiap 3 Bulan, Gubernur Iqbal Ajarkan Kepala Daerah Cara Bangun NTB Tanpa Banyak Drama

“Semua pihak perlu bergerak sesuai dengan Perannya Masing-masing. Yang tidak kalah penting adalah memastikan Petani mendapatkan manfaat dan keuntungan yang layak,” katanya.

Titiek juga meminta Kebijakan Impor dilakukan secara Hati-hati. Kebutuhan Masyarakat tetap harus dipenuhi, tetapi Produksi dalam negeri juga perlu mendapatkan Ruang untuk tumbuh.

Ia mendorong Pemerintah memiliki peta jalan yang jelas menuju target Swasembada 2028. Peta jalan tersebut mencakup target luas tanam, Produktivitas, Produksi, Dukungan Anggaran, serta pembagian peran Masing-masing pihak.

Percepatan produksi bawang putih juga dibarengi dengan dukungan terhadap petani. Dalam kegiatan di Sembalun, pemerintah memberikan bantuan alat dan sarana Produksi Pertanian, antara lain tambahan 81 unit hand tractor dan Lima unit Pompa Air Tenaga Surya. Dukungan Pupuk juga diberikan untuk menunjang kegiatan Budidaya.

Selain itu, dilakukan penyerahan secara simbolis hibah lahan dan anggaran pembangunan Gudang Ketahanan Pangan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Pemerintah Provinsi NTB kepada Kepolisian Daerah NTB.

Gudang tersebut diharapkan memperkuat Ekosistem Ketahanan Pangan sekaligus mendukung Pengelolaan hasil Pertanian di Daerah.

Kapolri juga memberikan penghargaan kepada Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur atas partisipasi dan dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan.

Bagi NTB, Sembalun memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu Penggerak peningkatan Produksi Bawang Putih Nasional. Sentra yang sudah berkembang ini diharapkan dapat terus diperkuat dan menjadi contoh bagi Pengembangan sentra Bawang Putih baru di Daerah lain.

Dengan kebutuhan Nasional mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun, sementara Produksi domestik baru sekitar 34 ribu hingga 40 ribu ton, perjalanan menuju Swasembada masih panjang.

Namun, dari Sembalun, langkah tersebut mulai kembali digerakkan,  memperkuat Petani, Memperluas Lahan, meningkatkan Produktivitas, dan membangun Ekosistem Bawang Putih dari hulu hingga hilir demi mengurangi ketergantungan terhadap Impor.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani
Gubernur NTB Blusukan ke Pengungsian Korban Gempa NTT, Bawa Cokelat untuk Anak-Anak
Saat NTT Diguncang Gempa, Gubernur NTB Turun Langsung: Kami Datang Sebagai Saudara
2.494 Warga Sumbawa Tercatat Alami Gangguan Jiwa, 1.069 di Antaranya ODGJ Berat
Srikandi Pemuda Pancasila NTB Semarakkan HUT ke-81 RI, Lomba Nyanyi Berhadiah Sembako
68 Blok WPR NTB Ditata, 21 Koperasi Ajukan IPR untuk Tekan Tambang Ilegal
Sumsel Datang ‘Berguru’ ke NTB Soal Izin Tambang Rakyat, Ini yang Diburu
Tambang NTB Bukan Sekadar Cuan, Wagub Umi Dinda Ingatkan Soal Lingkungan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI, Perang Lawan Impor Dimulai dari Kaki Rinjani

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur NTB Blusukan ke Pengungsian Korban Gempa NTT, Bawa Cokelat untuk Anak-Anak

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Saat NTT Diguncang Gempa, Gubernur NTB Turun Langsung: Kami Datang Sebagai Saudara

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:05 WIB

2.494 Warga Sumbawa Tercatat Alami Gangguan Jiwa, 1.069 di Antaranya ODGJ Berat

Berita Terbaru