SUMBAWAPOST.com™| Mataram- Perebutan kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB Periode 2026-2030 Mulai Memanas. Kontestasi yang Mempertemukan Petahana Mori Hanafi dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bahkan Mulai Terasa Seperti Pertarungan Politik Elektoral.
Di tengah Persaingan tersebut, Ketua DPRD NTB sekaligus Ketua Cabor Cricket, Hj Baiq Isvie Rupaeda, secara terbuka memberikan Dukungan Kepada Iqbal. Sementara itu, Mori Hanafi Menegaskan tidak akan mundur dan siap berhadapan langsung dengan Gubernur.
Dinamika tersebut semakin menarik perhatian karena NTB tengah bersiap menghadapi agenda besar PON 2028. NTB bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Daerah Khusus Jakarta akan menjadi tuan rumah Pesta Olahraga Nasional tersebut.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebelumnya meminta seluruh Insan Olahraga menjaga suasana tetap Tenang dan Sportif menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) yang akan Menentukan Ketua KONI NTB Periode 2026-2030.
Miq Iqbal menilai dinamika pergantian Kepemimpinan KONI NTB merupakan bagian dari Proses Organisasi. Namun, ia mengingatkan agar persaingan tidak berkembang menjadi ketegangan yang mengganggu Soliditas Dunia Olahraga NTB.
“Tidak ada yang perlu diperdebatkan, tidak ada yang perlu membuat Kita harus Naik Tensi. Kita jalani ini dengan Kalem, Kita jalani ini dengan Tenang,” ujar Iqbal dalam keterangannya, Jumat (14/8).
Menurutnya, tingginya perhatian Masyarakat terhadap Pemilihan Ketua KONI NTB menunjukkan Kepedulian terhadap Masa Depan Olahraga Daerah. Karena itu, antusiasme tersebut harus diarahkan menjadi energi Positif.
Gubernur memastikan Komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk menjaga Proses transisi Kepemimpinan KONI NTB berjalan Kondusif. Ia mengaku telah Berkomunikasi dengan Ketua KONI NTB Mori Hanafi, KONI Pusat, serta Pihak-pihak terkait.
“Saya terus Berkomunikasi dengan Pak Haji Mori Hanafi, dengan KONI Pusat, dan semua pihak. Kita sepakat bahwa Proses ini harus berjalan dengan Damai, Baik, dan Lancar,” tegasnya.
Miq Iqbal mengatakan, NTB kini Menghadapi Agenda yang jauh lebih Besar daripada Sekadar Pergantian Kepemimpinan Organisasi Olahraga.
NTB bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Daerah Khusus Jakarta akan menjadi Tuan Rumah PON 2028.
Menurutnya, agenda tersebut membutuhkan Persiapan Panjang, Kerja Sama Lintas Pihak dan Soliditas seluruh Pemangku Kepentingan Olahraga.
Karena itu, Energi Insan Olahraga NTB harus diarahkan untuk mempersiapkan PON, bukan terseret Konflik Internal.
“Kita ingin memasuki Persiapan PON 2028 dengan suasana Hati yang Senang, Damai, karena kita punya beban Moral yang sangat berat untuk Memastikan PON 2028 berlangsung Dengan Baik,” katanya.
Di tengah dinamika menjelang Musorprov, Gubernur juga mengajak Masyarakat mengarahkan perhatian pada Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, Momentum Kemerdekaan menjadi Kesempatan untuk Merefleksikan Capaian sekaligus Memperkuat Kebersamaan sebelum Menghadapi berbagai Agenda besar Daerah.
“Mari Sementara waktu kita fokus ke Persiapan HUT RI. Ini momen yang sangat Penting Buat Kita untuk Merefleksikan apa yang sudah Kita lakukan dan apa yang ingin Kita Capai ke depan,” ujarnya.
Miq Iqbal menegaskan Siapa pun yang maju dan nantinya terpilih Memimpin KONI NTB diyakini memiliki Niat dan Komitmen untuk memajukan Olahraga Daerah. Karena itu, Proses Pemilihan harus ditempatkan sebagai Mekanisme Organisasi, bukan menjadi Alasan untuk memecah Persaudaraan.
“Tetap Tenang, Tetap Sportif. Semua punya Keinginan dan Komitmen yang sama untuk melihat NTB lebih baik dalam semua hal, termasuk di Dunia Olahraga,” tegasnya.
Bagi Gubernur, Musorprov merupakan bagian dari Proses Demokrasi Organisasi, Sementara PON 2028 adalah Tanggungjawab bersama.
Ia berharap Siapa pun yang nantinya mendapat Amanah Memimpin KONI NTB dapat segera merangkul seluruh Kekuatan Olahraga dan mengubah dinamika menjelang Musorprov menjadi Energi bersama untuk satu tujuan, mengharumkan Nama NTB di PON 2028.
Usai menyampaikan imbauan tersebut, Gubernur NTB didampingi sejumlah Cabor dan KONI Daerah dari Sejumlah Kabupaten dan Kota mendatangi Sekretariat Pendaftaran Calon Ketua KONI NTB 2026-2030.
Dalam keterangannya, Miq Iqbal mengungkapkan bahwa dirinya telah Berkomunikasi Intens dengan Ketua KONI NTB Mori Hanafi terkait Proses Penjaringan ini.
Meski ada Komitmen bahwa Pendaftaran akan diperpanjang hingga setelah 18 Agustus mendatang, Miq Iqbal memilih tetap memenuhi Kewajiban Administrasinya tepat Waktu demi Kelancaran Proses di KONI NTB.
”Saya sudah bicara banyak dengan Pak Mori Hanafi. Beliau Menyampaikan Komitmen bahwa Pendaftaran akan Diperpanjang, dan hal itu juga sudah Saya sampaikan ke Ketua KONI Pusat. Namun, tidak ada salahnya hari ini Saya memenuhi Kewajiban untuk Mendaftar sebagai Calon Ketua KONI NTB,” ujar Miq Iqbal.
Saat ditanya mengenai Motivasi utamanya maju dalam Bursa Pencalonan Ketua KONI NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan tidak memiliki Motif Terselubung.
Fokus utamanya Adalah Membawa NTB Meraih Kesuksesan besar saat menjadi Tuan Rumah PON 2028 mendatang.
Menurutnya, KONI NTB harus dipimpin dengan semangat Kebersamaan Demi meningkatkan Prestasi Atlet NTB di Kancah Nasional.
”Motivasi Saya dan Teman-teman semua sama, yaitu ingin Menyukseskan PON 2028 dan Memastikan Prestasi Atlet NTB terus Meningkat. Kita harus menjadi Tuan Rumah yang Baik dan berhasil secara Prestasi,” tegas Miq Iqbal.
Proses pendaftaran Miq Iqbal sebagai Calon Ketua KONI NTB Berlangsung dengan Tenang dan Tampa Keramaian Massa.
Ia mengaku sengaja datang sendiri untuk langsung Menyelesaikan Proses Verifikasi berkas bersama Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI NTB agar semuanya berjalan Sesuai Aturan yang berlaku.
TPP sendiri telah menerima seluruh Dokumen Persyaratan beserta Biaya Pendaftaran yang diserahkan Miq Iqbal.
“Harapan Kita semua Proses di KONI NTB ini berjalan Lancar dan Damai. Semangatnya harus Satu, Memastikan NTB Berjaya di PON 2028,” Pungkasnya.
Terpisah, Pendaftaran Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebagai Bakal Calon (Bacalon) Ketua KONI NTB Periode 2026-2030 mendapat Apresiasi dari Kubu Petahana Mori Hanafi.
Tim Pemenangan Mori berharap Kontestasi Musorprov KONI NTB berlangsung Damai, Sportif, dan Bebas dari Intervensi.
Ketua Tim Pemenangan Mori Hanafi, Karina De Vega, mengatakan pihaknya Mengapresiasi Sikap Miq Iqbal yang sebelumnya Mengimbau Agar Pemilihan Ketua KONI NTB berjalan Damai dan Sportif.
“Kami Sangat Mengapresiasi dan Menghargai beliau Sudah Mendaftar sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030,” Kata Karina, Jumat (14/8).
Karina berharap setelah Dua Kandidat Resmi masuk dalam Bursa, tidak ada lagi Manuver yang Berpotensi Memengaruhi Pilihan Pengprov Cabang Olahraga (Cabor) maupun KONI Kabupaten/Kota.
Dia juga Meminta tidak ada Upaya Mendorong Cabor yang sebelumnya telah memberikan Dukungan kepada Mori Hanafi untuk memberikan dukungan Ganda.
“Biarlah semua berjalan dengan cara Sportif. Tidak ada lagi Telepon-telepon kepada Cabor untuk Memberikan Dukungan Ganda,” tegasnya.
Menurut Karina, pihaknya meyakini Jika ada Manuver atau Tekanan terhadap Cabor, hal tersebut bukan Merupakan Arahan langsung dari Gubernur NTB. Sebab, dalam Kontestasi Olahraga, Sportivitas harus menjadi Prinsip Utama.
“Sebagai Insan Olahraga, tidak ada lain yang kita junjung selain Sportivitas. Tidak ada Intervensi,” ujarnya.
Karina menilai setiap Pengprov Cabor sebagai pemilik Suara Sah harus diberikan Ruang untuk menentukan Pilihan Berdasarkan hati Nurani serta Rekam Jejak dan Pengalaman mereka dalam Pembinaan Olahraga di NTB.
“Biar semua Cabor bebas mengikuti hati nuraninya. Mereka bisa melihat apa yang mereka alami dalam perjalanan Pembinaan Olahraga. Pengprov Cabor sebagai Pemilik Suara Sah tentu bisa menimbang dengan bijak Siapa yang Layak mereka tunjuk menjadi Pemimpin,” katanya.
Karina mengakui beberapa hari terakhir dinamika menjelang Musorprov KONI NTB cukup meresahkan. Berbagai Manuver Politik Olahraga dinilai Berpotensi mengganggu semangat Sportivitas.
“Kalau Kita memulai suatu Pertandingan dengan sudah tidak adanya Sportivitas, Saya Pikir itu Perlu Dipertanyakan,” sindirnya.
Dengan telah resminya Miq Iqbal Mendaftarkan Diri, Karina mengatakan pihaknya Menyerahkan sepenuhnya Proses berikutnya kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) serta Peserta Musorprov.
“Dengan beliau sudah maju, Oke, Kita serahkan kepada TPP, nanti kepada Anggota Cabor di Musyawarah Provinsi. Siapa yang akan dipilih, itu saja,” tandasnya.
Di tengah Persaingan tersebut, Anggota DPR RI Mori Hanafi menegaskan bahwa dirinya Pantang Mundur sebagai Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB.
Sekalipun harus berhadapan dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk memperebutkan Kursi Ketua KONI NTB, Mori memastikan tetap maju.
Mori mengungkapkan alasan dirinya tidak akan mundur. Selain karena sudah Resmi melakukan Pendaftaran, kuatnya dukungan Cabor selaku Pemilik suara juga memintanya agar tetap Bertarung sekalipun harus berhadapan dengan Gubernur.
“Saya maju lebih pada dorongan Cabor-cabor. Saya tidak Kuasa menolak Keinginan Cabor-cabor,” tegas Mori.
Mori pun Menegaskan tidak terpengaruh jika Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal maju sebagai Calon Ketua KONI.
Ia bahkan Mempersilakan Siapa pun, termasuk Gubernur, untuk ikut Berkompetisi secara Terbuka.
“Silakan saja. Saya sudah bilang semua Orang boleh maju. Gubernur juga boleh Maju. Saya tidak akan menghambat. Ini Bebas, jadi tidak ada masalah bagi Saya,” ujarnya.
Mori menilai jika Iqbal Benar-benar Maju, kemungkinan dilandasi Niat yang Sama, yakni Membangun dan Memajukan Olahraga NTB.
Karena itu, ia berharap Proses Pemilihan berjalan Sehat dan Menghasilkan Pemimpin terbaik bagi Organisasi Olahraga terbesar di Daerah tersebut.
“Mungkin Pak Gubernur juga Niatnya Maju untuk Membangun Olahraga NTB ke Arah yang Lebih Baik,” Kata Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem Dapil NTB I (Pulau Sumbawa).
Ketua DPW Partai NasDem NTB itu juga Menegaskan bahwa Kontestasi Pemilihan Calon Ketua KONI NTB tidak ditarik-tarik ke dalam Kepentingan Politik.bIa menegaskan Komitmennya untuk selalu berupaya menjaga Organisasi Olahraga tetap Independen dan tidak dijadikan Alat Kepentingan Politik Praktis. “Saya tidak membawa ini ke arah Kepentingan Politik. Saya tidak pernah membawa KONI NTB ke Politik,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Cabor Cricket sekaligus Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda, memberikan Dukungan Kepada Lalu Muhamad Iqbal sebagai Calon Ketua KONI NTB.
Dalam kesempatan itu, Isvie meminta Ketua KONI saat ini, Mori Hanafi, untuk tidak melanjutkan Pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum KONI NTB Periode ke-Dua.
Ia mengaku, melihat mengalirnya Dukungan kepada Lalu Muhamad Iqbal, pihaknya sangat Optimistis Gubernur NTB itu bisa memenangkan Kompetisi Calon Ketum KONI.
“Saudaraku Mori Hanafi tentunya Saya berharap beliau berpikir kembali untuk mencalonkan diri menjadi Ketum KONI,” ujarnya.
Dukungan Isvie tersebut menjadi salah satu titik Penting dalam Kontestasi karena Mempertemukan Dua figur yang kini berada di garis Persaingan Utama yakni Mori Hanafi sebagai Petahana dan Lalu Muhamad Iqbal sebagai Penantang.
Di tengah dukungan kepada Iqbal, dukungan terhadap Mori Hanafi juga terus menguat.
Minggu (16/8/2026), Gabungan Kawula Muda Bima Dompu Pulau Lombok (GAKADA BIDOM) menyatakan dukungan penuh kepada Mori Hanafi untuk memimpin KONI NTB.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari aspirasi GAKADA BIDOM untuk mendorong Kepemimpinan KONI NTB yang dinilai mampu memperkuat Pemerataan Pembinaan Olahraga, khususnya bagi Atlet dari Bima, Dompu, Sumbawa dan Lombok.
Ketua GAKADA BIDOM Pulau Lombok, Arif Kurniadin, mengatakan dukungan Kepada Mori Hanafi bukan Semata-mata Persoalan figur.
Menurutnya, dukungan tersebut lahir dari harapan agar KONI NTB menjadi Organisasi Olahraga yang memberikan ruang dan Kesempatan setara bagi seluruh Atlet di Daerah.
“Kami dari Bima, Dompu, dan Pulau Lombok bersama Masyarakat Pulau Sumbawa menyuarakan agar Mori Hanafi diberi kesempatan Memimpin KONI NTB,” tegas Arif.
Menurut GAKADA BIDOM, pemerataan Pembinaan Olahraga masih menjadi pekerjaan penting yang harus mendapat perhatian. Atlet berprestasi tidak hanya lahir dari satu Wilayah, tetapi tersebar di Bima, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, Lombok, dan Daerah lainnya.
Karena itu, KONI NTB dinilai perlu memperkuat Sistem Pembinaan, Pelatihan, Fasilitas, serta Kesempatan berkompetisi secara Proporsional tanpa membedakan latar belakang Daerah Atlet.
GAKADA BIDOM menyampaikan sejumlah alasan di balik dukungan terhadap Mori Hanafi sebagai calon Ketua KONI NTB.
Pertama, mendorong keterwakilan antardaerah. GAKADA BIDOM berharap Kepemimpinan KONI NTB ke depan mampu memperkuat keterwakilan Bima, Dompu, dan Pulau Sumbawa dalam pengambilan kebijakan Olahraga tingkat Provinsi.
Kedua, memperjuangkan Pemerataan Pembinaan Atlet. Menurut GAKADA BIDOM, Atlet dari seluruh Kabupaten dan Kota di NTB harus memperoleh Kesempatan yang sama dalam Pembinaan, Pelatihan, Fasilitas, dan Kompetisi.
Ketiga, memperkuat Kemandirian KONI. GAKADA BIDOM berpandangan bahwa Organisasi Olahraga harus dikelola secara Profesional dengan Fokus Utama pada Pembinaan Atlet dan Prestasi Olahraga.
Keempat, Pengalaman dan Kedekatan dengan Masyarakat. Mori Hanafi dinilai memiliki Pengalaman serta Pemahaman terhadap Persoalan Olahraga di Daerah, termasuk tantangan yang dihadapi Atlet dan Pelatih di luar Pusat Pemerintahan Provinsi.
Di tengah dinamika pemilihan Ketua KONI NTB, GAKADA BIDOM juga meminta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal tetap memprioritaskan Tugas Pemerintahan dan Merealisasikan Program serta janji yang telah disampaikan kepada Masyarakat (VIsi Misi NTB Makmur Mendunia)
GAKADA BIDOM menilai Amanah Pemerintahan membutuhkan Fokus Penuh, mulai dari Pembangunan, Peningkatan Ekonomi Masyarakat, Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur hingga Pemerataan Pembangunan di seluruh Wilayah NTB.
“Pemerintah Provinsi fokus melayani Rakyat, sementara KONI FokusMembina Atlet. Kami berharap peran tersebut berjalan secara Proporsional agar Masing-masing dapat bekerja Maksimal,” ujar Arif.
GAKADA BIDOM Pulau Lombok menegaskan bahwa Atlet Bima, Dompu, Sumbawa maupun Lombok merupakan Aset NTB yang harus mendapatkan Perhatian dan Pembinaan secara Setara.
“Kami berharap Bapak Gubernur kembali Fokus pada Amanah Pemerintahan dan Merealisasikan Janji Kepada Rakyat. Rakyat menunggu bukti dan Kerja nyata,” Kata Arif.
GAKADA BIDOM menyerukan agar KONI NTB ke depan menjadi rumah bersama bagi seluruh Atlet NTB, tanpa membedakan asal Daerah.
Organisasi tersebut juga berharap KONI NTB mampu menjadi Wadah yang mengantarkan Prestasi Olahraga NTB tidak hanya ke tingkat Nasional, tetapi juga hingga Panggung Internasional.
Ketua KONI Kabupaten Sumbawa, Sabtu (8/8/2026), Abdul Rafiq, yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Mori Hanafi.
Abdul Rafiq menilai Mori Hanafi masih menjadi figur yang layak untuk kembali memegang tampuk Kepemimpinan KONI NTB, ketimbang menyerahkannya kepada Figur Birokrat atau Kepala Daerah.
Dukungan KONI Sumbawa kepada Mori Hanafi disebut bukan tanpa alasan. Abdul Rafiq menilai Rekam Jejak, Pengalaman, serta Jaringan yang dimiliki Mori Hanafi telah teruji dalam mengelola Organisasi Olahraga dan mendorong Peningkatan Prestasi Atlet NTB.
“Kami di KONI Sumbawa secara resmi mendukung Mori Hanafi untuk kembali menjadi Ketua Umum KONI NTB. Kami punya alasan yang Objektif. Jaringan Beliau Luas, Komunikasi dengan berbagai pihak sangat baik, dan Pengalaman Beliau dalam Mengelola Organisasi Olahraga sudah Teruji. Kami tidak melupakan Sejarah,” tegas Abdul Rafiq.
Salah satu alasan KONI Sumbawa mempertahankan dukungan kepada Mori Hanafi berkaitan dengan Proses Penetapan NTB sebagai salah Satu Tuan Rumah PON 2028.
Menurut Abdul Rafiq, Kerja Keras, Komunikasi, dan Lobi yang dilakukan Mori Hanafi ketika menjabat Ketua Umum KONI NTB menjadi bagian dari Proses hingga NTB dipercaya Menjadi salah satu tuan rumah Pesta Olahraga Nasional tersebut.
“Penunjukan NTB sebagai bagian dari tuan rumah PON 2028 bukan datang begitu saja. Ada Proses, Komunikasi, Lobi dan Perjuangan. Mori Hanafi adalah bagian dari Sejarah Perjuangan itu. Karena itu, kami tidak boleh melupakan Sejarah,” Kata Abdul Rafiq menyinggung kontribusi besar Mori Hanafi untuk KONI NTB.
Selain persoalan PON 2028, Abdul Rafiq juga menyoroti capaian Prestasi Kontingen NTB pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
Menurutnya, raihan Medali Kontingen NTB yang menunjukkan Tren Positif tidak terlepas dari Proses Pembinaan Atlet yang berjalan selama Kepemimpinan Mori Hanafi di KONI NTB.
“Raihan medali pada PON Aceh-Sumatera Utara menunjukkan adanya Peningkatan yang Patut kita Apresiasi. Ini merupakan hasil dari Proses proses Pembinaan, Kerja Keras Atlet, Pelatih, Pengurus Cabang Olahraga dan dukungan berbagai pihak. Karena itu, Kesinambungan Program Pembinaan Olahraga harus kita jaga dan tingkatkan ke depan,” tuturnya mengapresiasi torehan KONI NTB.
Abdul Rafiq menilai peningkatan Prestasi Olahraga tidak dapat dibangun secara instan. Menurutnya, diperlukan Proses Panjang, Pembinaan Berkelanjutan, serta Konsistensi Program.
Karena itu, ia menilai Kesinambungan Kepemimpinan di tubuh KONI NTB Penting agar Program Pembinaan yang telah dibangun tidak Terputus atau Harus kembali dimulai dari awal.
“Karena itu, Kesinambungan Kepemimpinan dan Program Olahraga menjadi Penting. Kita jangan memulai lagi dari Nol ketika sudah ada Fondasi yang dibangun sebelumnya,” tambahnya.
Kontestasi Dua figur tersebut diperkirakan semakin menarik menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB, terlebih NTB bersama Nusa Tenggara Timur dan Daerah Khusus Jakarta akan menjadi Tuan Rumah PON 2028.
Sementara, Ketua KONI Kota Bima, Alfian Indra Wirawan yang juga merangkap sebagai Ketua Partai Golkar Kota Bima menilai bahwa sosok Gubernur Iqbal adalah yang tepat untuk Memimpin Organisasi Olahraga ini. Terlebih tahun 2028 NTB menjadi Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII.
“Kami menilai Pak Iqbal adalah yang terbaik untuk Memimpin KONI ke depan, apalagi dalam menyongsong persiapan PON,” kata Alfian, Selasa (11/8/2026).
Ia berharap Iqbal bisa memperbaiki tata kelola Olahraga dan menambah Prestasi semua Cabang Olahraga (Cabor) di NTB.
Alfian berharap perhelatan Olahraga di NTB tidak menyisakan masalah seperti PON sebelumnya.
Alfian juga menegaskan bahwa jabatan Iqbal sebagai Kepala Daerah saat ini tidak menghalanginya sebagai Ketua KONI NTB termasuk benturan kepentingan. “Tidak, karena Olahraga lain, Pemerintah lain,” Kata Alfian.
Dukungan yang sama kepada Iqbal juga disampaikan Ketua KONI Lombok Tengah dan Juga Sekda Lalu Firman Wijaya. “Bukan hanya Bulat, tapi Bulat dan Tebal ,” ujarnya. “Dukungan Kita bukan hanya surat Dukungan, tetapi dukungan Fisik juga,” pungkas Sekretaris Daerah Lombok Tengah ini.
Tidak hanya itu, Pengurus baru Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026-2030, dikukuhkan, Sabtu, (15/8/2026) yang dijabat Ketua FPTI NTB, Nadirah Al Habsyi dan juga menjabat Ketua DPW PBB NTB mendukung Gubernur NTB maju ketua KONI NTB Telihat saat Pendaftaran mendampingi Gubernur NTB dan Menyerahkan uang Rp200 Juta Kepanitiaan sebagai salah satu Syarat Pendaftaran.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mataram menyatakan dukungannya kepada Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal untuk maju sebagai Calon Ketua KONI NTB Periode 2026-2030.
Pernyataan itu disampaikan langsung Ketua KONI Kota Mataram dan juga Sekretaris DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Barat (NTB) Firadz Pariska Rabu, (12/8/2026).
Ia menyampaikan, dukungan tersebut bukan tanpa alasan. Ia menilai Muhamad Iqbal sebagai Sosok yang tepat untuk Memimpin KONI NTB dan memperjuangkan Peningkatan perhatian terhadap Olahraga, termasuk dari sisi Anggaran dan Pembinaan Atlet.
“Teman-teman memiliki pandangan bahwasannya Bapak Muhamad Iqbal adalah Sosok Calon yang tepat untuk mampu mewujudkan apa yang menjadi harapan Teman-teman,” ujar Firadz.
Dengan merapatnya KONI Kota Mataram, Firadz mengklaim, sudah ada tujuh KONI Kabupaten atau Kota yang mendukung Iqbal dalam bursa Pencalonan Ketua KONI NTB ini. Di antaranya KONI Lombok Tengah, Kota Bima, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, KONI Dompu. “Sementara dukungan Lombok Barat akan menyusul,” ungkapnya.
Selain itu, Gubernur Iqbal juga mendapat dukungan dari 19 Cabang Olahraga (Cabor). Kata Firadz, dukungan itu sudah memenuhi Syarat Pencalonan sebagai Ketua KONI NTB.
“Minimal dari aturan yang sudah ditetapkan oleh panitia penjaringan yaitu 19 cabor. Alhamdulillah kami sudah melampaui itu, sudah jauh melampaui itu,” katanya.
Ketua KONI Kabupaten Bima, juga menjabat sebagai Wakil Bupati Bima, dan juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dr. H. Irfan Zubaidy Ikut Menyusul mendukung Gubernur NTB untuk merebut KONI NTB dengan dibuktikan surat dukungan sehingga menambah kekuatan Peluang kepada Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang merupakan Kader Partai Gerindra NTB.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










