Anggaran Rehab GOR Turide Mataram untuk PON 2028 Dinolkan DPR RI, Mori Hanafi: Sudah Dinolkan

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 19:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi Saat menyampaikan Perkembangan Anggaran Rehabilitasi GOR 17 Desember Turide untuk Persiapan PON 2028 di NTB.

Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi Saat menyampaikan Perkembangan Anggaran Rehabilitasi GOR 17 Desember Turide untuk Persiapan PON 2028 di NTB.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Anggaran untuk rehabilitasi Gelanggang Olahraga (GOR) 17 Desember Turide, Kota Mataram, yang diproyeksikan menjadi salah satu Venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028, disebut telah dinolkan oleh DPR RI.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, saat menyampaikan perkembangan terbaru terkait dukungan Anggaran Pemerintah Pusat untuk persiapan NTB sebagai salah satu Tuan Rumah PON 2028.

Mori membenarkan bahwa anggaran untuk perbaikan Stadion GOR 17 Desember Turide tidak lagi tercantum dalam anggaran yang dibahas DPR RI.

“Anggaran untuk stadion (GOR) sudah dinolkan DPR RI,” terangnya, Rabu (30/9/2026).

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena GOR 17 Desember Turide sebelumnya masuk dalam pembahasan persiapan Venue PON 2028. Pada Juli 2026, Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum meninjau langsung fasilitas Olahraga tersebut.

Dalam peninjauan itu, kondisi GOR Turide menjadi perhatian dan Komisi V DPR RI mendorong adanya rehabilitasi agar fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan PON 2028. Kementerian PU juga menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pelaksanaan pembangunan sekaligus penyusunan kebutuhan Anggaran.

Baca Juga :  Demokrasi Lokal Tak Pernah Selesai: Saat Pengawasan DPRD Dianggap Ancaman Kekuasaan

Komisi V DPR RI saat itu mengusulkan agar GOR 17 Desember Turide terlebih dahulu direnovasi untuk kebutuhan PON 2028. Sementara revitalisasi secara menyeluruh direncanakan setelah pelaksanaan PON karena keterbatasan waktu menuju penyelenggaraan ajang olahraga nasional tersebut.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus saat peninjauan tersebut menyebut kebutuhan revitalisasi total GOR Turide diperkirakan mencapai sekitar Rp700 miliar. Dengan keterbatasan waktu menuju PON 2028, opsi yang dibahas adalah melakukan renovasi sementara sebelum revitalisasi penuh setelah PON.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir juga menegaskan pemerintah tidak akan membangun arena olahraga baru untuk PON 2028 di NTB dan NTT. Pemerintah memilih mengoptimalkan venue yang sudah tersedia dan melakukan perbaikan apabila diperlukan.

Kebijakan tersebut sejalan dengan konsep penyelenggaraan PON 2028 yang mengutamakan optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia. Pemerintah Provinsi NTB juga menyatakan fokus persiapan diarahkan pada pembenahan dan peningkatan kualitas venue yang ada.

GOR 17 Desember Turide sendiri memiliki kawasan sekitar 11 hektare. Kompleks tersebut dirancang sebagai kawasan olahraga terpadu yang mencakup stadion sepak bola, GOR basket dan futsal, padepokan pencak silat, lintasan atletik, serta fasilitas pendukung lainnya.

Baca Juga :  Ngaji Budaya ke Bumi Gora, DKI Jakarta dan DPRD NTB Kolaborasi Selamatkan Budaya Nusantara

Pada Januari 2025, Mori Hanafi yang saat itu juga menjabat Ketua KONI NTB menyebut

renovasi GOR 17 Desember Turide membutuhkan anggaran yang cukup besar. Saat itu, estimasi yang diberitakan berada pada kisaran Rp500 miliar hingga Rp1 triliun, tergantung skala revitalisasi yang dilakukan.

Dengan adanya informasi terbaru mengenai anggaran yang disebut telah dinolkan, kebutuhan pembiayaan rehabilitasi GOR Turide untuk menghadapi PON 2028 kembali menjadi perhatian.

Kepastian skema pendanaan dan langkah pemerintah selanjutnya menjadi penting mengingat GOR Turide sebelumnya diproyeksikan sebagai salah satu venue PON 2028 dan telah masuk dalam pembahasan rehabilitasi untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan.

NTB bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tuan rumah PON XXII 2028, dengan DKI Jakarta berperan sebagai daerah penopang untuk cabang olahraga tertentu sesuai kesiapan infrastruktur. Penetapan tersebut telah resmi diterima Pemerintah Provinsi NTB melalui SK tuan rumah PON XXII 2028.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB
400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya
KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap
MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya
Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi
Kado Istimewa HUT ke-81 TNI untuk Bumi Gora, Kodam XXX/Rinambora Resmi Berdiri di NTB
Pura-Pura Kehabisan Bensin dan Minta Bantuan, Pelaku Curas Ancam Korban dengan Parang
Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Koperasi Tambang NTB Masuk Radar KPK, Tim KPK Turun ke Diskop UKM NTB

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:55 WIB

400-an Manajer KDKMP Asal NTB, 70 Persen Ditempatkan di Luar Daerah, Rahmadin Tekankan Adaptasi Budaya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:41 WIB

KPK Monitoring Koperasi Tambang di NTB, Rahmadin Minta Jajaran Diskop UKM NTB Siap

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Dihibur Ungu, D`Masiv, Judika hingga AGNEZ MO, Ini Jadwal Lengkapnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Berita Terbaru