SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengajak jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB mengambil peran yang lebih strategis dalam mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui penguatan Ekonomi Kerakyatan, sektor Pangan, serta Pengembangan usaha yang Berkelanjutan.
Pesan itu disampaikan Gubernur saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Kadin NTB di Mataram, Rabu (29/7/2026).
Di hadapan Pengurus yang baru dilantik, Iqbal menegaskan kemitraan antara Pemerintah Provinsi NTB dan Kadin tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan Ekonomi dan peningkatan Kesejahteraan Masyarakat.
Menurutnya, di berbagai Negara maju, Organisasi Kamar Dagang memiliki peran penting dalam pembangunan Ekonomi. Karena itu, Kadin NTB harus mampu menunjukkan relevansi dan kontribusinya sebagai Mitra Strategis Pemerintah.
“Kadin harus menjadi penjaga sekaligus penggerak Ekonomi, terutama Ekonomi kerakyatan yang menjadi sandaran sebagian besar Masyarakat,” ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan dunia usaha agar mengubah cara pandang terhadap dinamika Ekonomi Global. Menurutnya, dunia kini berada pada Era Perubahan yang sangat cepat sehingga berbagai krisis harus dipandang sebagai tantangan yang melahirkan peluang baru.
“Kita harus mulai menganggap krisis sebagai bagian dari kondisi Normal. Yang terpenting bukan berapa banyak tantangan yang datang, tetapi bagaimana kita melihat peluang di balik setiap tantangan tersebut,” katanya.
Optimisme tersebut, lanjut Iqbal, tercermin dari capaian Ekonomi NTB yang terus menunjukkan tren positif. Ia menyebut pertumbuhan Ekonomi NTB mencapai 13,64 persen, ditopang oleh dua sektor utama, yakni Pertanian dan Pariwisata, yang sama-sama tumbuh dua digit.
Menurutnya, pertumbuhan Ekonomi yang bertumpu pada Sektor Pertanian dan Pariwisata memiliki kualitas lebih baik karena langsung berdampak pada kehidupan Masyarakat. Hampir 40 persen penduduk NTB menggantungkan hidup pada Sektor Pertanian, sedangkan sekitar 10 persen bekerja di sektor Pariwisata.
Gubernur juga menyoroti meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) yang kini berada di atas rata-rata Nasional. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi meningkatnya daya beli Petani sekaligus membuka peluang Investasi baru di Sektor Pertanian.
Karena itu, ia mendorong Kadin NTB memperkuat pengembangan Sektor-sektor strategis seperti Pertanian, Perikanan, Agroforestri, Agromaritim, hingga Industri Garam yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya keberpihakan terhadap pelaku UMKM. Menurutnya, kembalinya Bank NTB Syariah sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi peluang besar untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Ia juga mendorong lahirnya Koperasi multipihak yang melibatkan Produsen, Investor, Lembaga Keuangan, hingga Pasar dalam satu Rantai Usaha sehingga mampu membangun Ekosistem Ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Gubernur mengajak Kadin NTB memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah sekaligus membangun sinergi kawasan bersama Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai kekuatan Ekonomi baru di wilayah Sunda Kecil.
“Sekarang bukan lagi zamannya berkompetisi, tetapi zamannya berkolaborasi. Hanya dengan kolaborasi kita bisa bertahan dan tumbuh bersama,” tegasnya.
Pelantikan pengurus Kadin NTB diharapkan menjadi momentum memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus mendorong lahirnya berbagai Inovasi Ekonomi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan Masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengapresiasi capaian pertumbuhan Ekonomi NTB sebesar 13,64 persen, yang menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Menurutnya, Kadin memiliki dua mandat utama, yakni sebagai mitra strategis pemerintah di bidang Ekonomi dan rumah besar Dunia Usaha yang menaungi Perusahaan, Asosiasi, UMKM, hingga Koperasi.
“Kita bukan berjuang untuk seribu atau dua ribu orang. Konstituen kita adalah puluhan juta Pelaku Usaha, UMKM dan Koperasi yang membutuhkan akses, kesempatan, dan dukungan untuk berkembang,” ujarnya.
Anindya menilai NTB berhasil menunjukkan pertumbuhan Ekonomi yang sehat karena ditopang sektor Pertanian, Perkebunan, Perikanan, dan Pariwisata, bukan hanya Sektor Industri.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTB membangun kolaborasi regional bersama Bali dan NTT untuk memperkuat Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata di Indonesia Timur.
Selain memperkenalkan gerakan Nasional We Buy From Indonesia, Anindya turut mendorong lahirnya kampanye We Buy From NTB guna memperluas pasar bagi Produk-produk unggulan Daerah.
Sementara itu, Ketua Kadin NTB periode 2025-2030, H. Faurani, menegaskan komitmen Organisasinya untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah dalam memperkuat Perekonomian Daerah.
“Kadin ke depan memiliki tugas yang tidak ringan. Sebagai mitra pemerintah, kami harus mampu membantu dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Faurani mengatakan kepengurusan baru tengah menyusun program kerja lima tahun ke depan berdasarkan aspirasi pelaku usaha di seluruh kabupaten/kota dengan fokus memperkuat sinergi bersama pemerintah.
“Kami sedang merumuskan langkah-langkah strategis bersama para wakil ketua koordinator agar kolaborasi dengan Pemerintah dapat berjalan lebih baik. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987, Kadin memang hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan Ekonomi,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Faurani mengajak seluruh pengurus dan pelaku usaha menjaga semangat kebersamaan untuk menghadapi tantangan Ekonomi.
“Kita harus terus berjuang bersama untuk memperbaiki keadaan dan menjadikan NTB lebih baik ke depan. Dengan sinergi yang kuat, saya optimistis dunia usaha dan Perekonomian Daerah akan semakin maju,” tutupnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










