Survei SMRC Bikin Kejutan: Dedi Mulyadi 35%, Prabowo 14,5% Jika Pilpres Digelar Hari Ini

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto dan Dedi Mulyadi dalam Kolase foto ilustrasi yang menggambarkan dinamika tokoh Nasional di tengah sorotan Publik terkait hasil Survei Elektabilitas Calon Presiden terbaru.

Prabowo Subianto dan Dedi Mulyadi dalam Kolase foto ilustrasi yang menggambarkan dinamika tokoh Nasional di tengah sorotan Publik terkait hasil Survei Elektabilitas Calon Presiden terbaru.

SUMBAWAPOST.com |™ Jakarta- Peta Elektabilitas Calon Presiden mengalami perubahan Signifikan berdasarkan hasil Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Jika pemilihan Presiden digelar saat ini, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM muncul sebagai kandidat dengan tingkat keterpilihan tertinggi, mengungguli Presiden Prabowo Subianto.

Temuan tersebut dipaparkan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, dalam presentasi survei bertajuk “Elektabilitas Calon-calon Presiden” yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV serta dokumen resmi yang diterima media ini, Rabu (29/7/2026).

Dalam simulasi semi terbuka yang memuat 20 Nama Calon Presiden, Dedi Mulyadi meraih dukungan 35 persen, sedangkan Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan 14,5 persen.

Sementara itu, Anies Baswedan memperoleh 8,2 persen, Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, Mahfud MD 4 persen, sedangkan Nama-nama lainnya masing-masing memperoleh dukungan di bawah 2 persen. Masih terdapat 12,8 persen Responden yang belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban.

Baca Juga :  Bendungan Meninting Rp1,4 Triliun Belum Optimal, Komisi V Soroti Irigasi dan SPAM

“Jika pemilihan Presiden diadakan ketika survei dilakukan pada 5-19 Juli 2026, dalam simulasi semi terbuka, Dedi Mulyadi meraih dukungan paling tinggi sebesar 35 persen, kemudian Prabowo Subianto 14,5 persen,” ujar Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani.

Hasil Survei
Keterangan Hasil Survei

Keterangan Hasil SurveiSelain simulasi semi terbuka, SMRC juga menguji skenario Head to Head yang hanya mempertemukan dua Nama, yakni Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto.

Hasilnya, Dedi Mulyadi memperoleh dukungan 59 persen, sedangkan Prabowo Subianto 28,3 persen. Adapun 12,7 persen Responden menyatakan belum menentukan pilihan.

“Jika hanya ada dua nama yang maju sebagai calon Presiden, yakni Prabowo melawan Dedi Mulyadi, Dedi memperoleh dukungan 59 persen, unggul signifikan atas Prabowo Subianto yang mendapat 28,3 persen,” kata Deni Irvani. SMRC juga mencatat adanya perubahan tren Elektabilitas dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga :  Dugaan Penyimpangan Proyek Revitalisasi Rumah Kemasan NTB, Kerugian Negara Mengintai

Berdasarkan hasil survei, elektabilitas Prabowo mengalami penurunan dibandingkan Survei sebelumnya, sementara elektabilitas Dedi Mulyadi menunjukkan peningkatan yang cukup tajam.

Survei nasional ini dilaksanakan pada 5-19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang memiliki hak pilih dalam pemilu.

Hasil Survei Simulasi Dua Calon

Sebanyak 605 Responden diwawancarai melalui telepon menggunakan Metode Double sampling, sedangkan 144 Responden lainnya diwawancarai secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling.

SMRC menyebut survei tersebut memiliki margin of error ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik
Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat Mendadak, BGN Diminta Bongkar Tata Kelola SPPG
Musda V Demokrat NTB Ditunda, 18 September Batal Digelar, Ini Alasannya
DPP Terbitkan Surat Musda Demokrat NTB, Dijadwalkan 18 September
Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Dompu Masuk Ranah Partai, Bisa Berujung PAW
Daun Kelor Mengubah Nasib Anak Pelosok Dompu hingga Tembus Pasar Internasional
Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, DPMPTSP Dorong Ekonomi Tak Lagi Bergantung Tambang
Status Kekeringan Lombok Barat Naik Jadi Darurat
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:13 WIB

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Relawan MBG Dompu Mengaku Dipecat Mendadak, BGN Diminta Bongkar Tata Kelola SPPG

Minggu, 13 September 2026 - 16:31 WIB

Musda V Demokrat NTB Ditunda, 18 September Batal Digelar, Ini Alasannya

Minggu, 13 September 2026 - 14:14 WIB

DPP Terbitkan Surat Musda Demokrat NTB, Dijadwalkan 18 September

Sabtu, 12 September 2026 - 17:34 WIB

Dugaan Perselingkuhan Anggota DPRD Dompu Masuk Ranah Partai, Bisa Berujung PAW

Berita Terbaru

Tiga Ahli Yang Dihadirkan Tim Advokat Bersama Badai NTB Saat Mengikuti Persidangan Kasus ITE di Pengadilan Negeri Raba Bima, Jumat (11/9/2026).

Hukum & Kriminal

3 Ahli Nilai Postingan Badai NTB Tak Langgar Pencemaran Nama Baik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:13 WIB