Cedera Serius di Rinjani, Pendaki Malaysia Diterbangkan ke Bali untuk Dirawat, Bukan di RSUD NTB

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan bersama tenaga medis melakukan proses evakuasi udara terhadap pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius di kawasan Pelawangan 2 Gunung Rinjani sebelum diterbangkan ke Denpasar, Bali.

Tim SAR gabungan bersama tenaga medis melakukan proses evakuasi udara terhadap pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius di kawasan Pelawangan 2 Gunung Rinjani sebelum diterbangkan ke Denpasar, Bali.

SUMBAWAPOST.com | Lombok Timur-Seorang pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius saat menuruni jalur pendakian Gunung Rinjani akhirnya berhasil dievakuasi melalui jalur udara dan diterbangkan ke Denpasar, Bali, untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan. Korban tidak dirujuk ke RSUD NTB, melainkan langsung dibawa ke rumah sakit di Bali demi penanganan yang lebih cepat dan sesuai rekomendasi medis.

Operasi penyelamatan yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026) itu menjadi bukti sinergi berbagai unsur dalam misi kemanusiaan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), setelah sebelumnya upaya evakuasi sempat tertunda akibat cuaca buruk dan kabut tebal yang menyelimuti area pegunungan.

Berdasarkan laporan petugas piket TNGR di Pelawangan, kondisi cuaca dinyatakan cerah pada pukul 06.45 WITA. Informasi tersebut menjadi dasar dilanjutkannya Evakuasi Medis Udara (EMU) yang sehari sebelumnya tidak dapat dilakukan karena faktor keselamatan penerbangan.

Korban kemudian dipindahkan ke tandu pada pukul 07.15 WITA guna memudahkan proses evakuasi udara. Tiga menit berselang, helikopter lepas landas menuju Pelawangan 2 Sembalun.

Dalam perjalanan menuju lokasi, helikopter sempat mendarat di Sembalun untuk menurunkan sebagian tenaga medis guna mengurangi beban pesawat. Setelah itu, helikopter berhasil mendarat di helipad Pelawangan 2 pada pukul 08.15 WITA dan langsung melakukan proses evakuasi terhadap korban.

Baca Juga :  Wamen PKP Fahri Hamzah Tunjuk NTB Jadi Pilot Project Program Bangun Rumah Bagi Rakyat

Pada pukul 08.29 WITA, korban diterbangkan menuju rumah sakit rujukan di Denpasar, Bali. Sekitar pukul 09.10 WITA, korban tiba di RS Inmedika Denpasar untuk menjalani penanganan medis lebih lanjut.

Balai TNGR menjelaskan bahwa layanan Evakuasi Medis Udara merupakan salah satu manfaat yang dapat diklaim melalui skema Asuransi Premium bagi para pendaki yang melakukan aktivitas pendakian di kawasan Gunung Rinjani.

Sebelumnya, pada Senin (25/5/2026), Kantor SAR Mataram menerima laporan mengenai seorang pendaki asal Malaysia yang terjatuh saat turun dari puncak Gunung Rinjani menuju Pelawangan.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami cedera serius dan tidak mampu menggerakkan tubuhnya. Korban kemudian dievakuasi sementara oleh porter dan pemandu pendakian menuju Pelawangan 2 Sembalun sambil menunggu proses penyelamatan lanjutan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram langsung bergerak menuju lokasi. Untuk mempercepat penanganan, helikopter milik PT SGI Air Bali diterbangkan dari Bali menuju kawasan Rinjani.

Namun, upaya evakuasi pada Senin sore belum dapat dilaksanakan. Setibanya di sekitar Pelawangan 2 Sembalun, kru helikopter menghadapi kabut tebal yang menyebabkan jarak pandang sangat terbatas.

Meski telah berupaya bermanuver mencari celah pendaratan, faktor keselamatan penerbangan membuat helikopter akhirnya harus kembali ke pangkalan di Bali.

Baca Juga :  Keluar dari Zona Merah Stunting Tak Mudah, Ini Kendala yang Dihadapi Pemkab Lotim

Berdasarkan rekomendasi medis dari tim Nusa Medica Clinic, korban diputuskan tidak dipindahkan untuk sementara waktu demi menjaga stabilitas kondisinya. Selama masa penundaan tersebut, korban tetap berada dalam pengawasan tenaga medis dan tim SAR gabungan di lokasi.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menegaskan bahwa keselamatan korban maupun kru menjadi prioritas utama dalam operasi penyelamatan tersebut.

“Karena kendala cuaca berupa kabut tebal, evakuasi udara kami tunda dan baru dilanjutkan kembali saat jarak pandang dinyatakan aman,” jelas Hariyadi.

Setelah kondisi cuaca membaik pada Selasa pagi, helikopter PT SGI Air Bali kembali diterbangkan dari Lapangan Sembalun menuju Pelawangan 2 untuk melaksanakan evakuasi yang akhirnya berjalan sukses.

Balai TNGR menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut, mulai dari Basarnas Mataram, EMHC, Asuransi Syariah Kita Bisa, SGI Air Bali, Nusa Medica Clinic, Unit SAR Lombok Timur, para relawan, hingga seluruh petugas TNGR yang bekerja cepat, sigap, dan penuh dedikasi.

“Di balik indahnya Rinjani, keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” demikian pernyataan Balai TNGR.

Pihak TNGR berharap korban segera pulih dan seluruh personel yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut senantiasa diberikan keselamatan dalam setiap tugas pengabdian mereka.

Berita Terkait

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN
Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan
HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara
Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah
Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

Jalan Soromandi Bima Masuk Prioritas IJD 2026, Rp48 Miliar Bersumber dari APBN

Rabu, 2 September 2026 - 10:46 WIB

Disorot HMI dan DPRD, Pemprov NTB Buka Suara: Jalan Soromandi Masuk IJD 2026, Rp48 Miliar Disiapkan

Rabu, 2 September 2026 - 09:45 WIB

HMI Sorot Jalan Bima-Dompu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Angkat Bicara

Rabu, 2 September 2026 - 07:16 WIB

Tiga Desa Pasang ‘Benteng Adat’ di Hutan Sesaot, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Zona Merah

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Berita Terbaru