Masyarakat NTB Pilih Tanam Padi, Produksi Jagung Anjlok 5,5%, Padi Naik Tajam 17,5%

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani NTB memanen padi, simbol pergeseran fokus dari jagung ke padi yang membantu peningkatan ketahanan pangan regional.

Petani NTB memanen padi, simbol pergeseran fokus dari jagung ke padi yang membantu peningkatan ketahanan pangan regional.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB), Wahyudin, mengungkapkan tren terbaru produksi tanaman pangan di NTB, menunjukkan perubahan fokus masyarakat dari jagung ke padi.

Menurut Wahyudin, luas panen jagung pipilan pada 2024 tercatat 173,76 ribu hektare, mengalami penurunan 5,27 ribu hektare atau 2,94 persen dibandingkan 2023 yang seluas 179,03 ribu hektare.

“Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2024 mencapai 1,21 juta ton, turun 71,25 ribu ton atau 5,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1,28 juta ton,” jelas Wahyudin. Dalam keterangan yang diterima media ini. Selasa (10/2/2026)

Baca Juga :  Senator Mirah Menangis: Affan Kurniawan, Driver Ojol Keturunan Bima Tewas Dilindas Mobil Brimob Saat Aksi di Jakarta

Sementara itu, potensi panen jagung pipilan kering periode Januari-April 2025 diperkirakan 97,19 ribu hektare, dengan potensi produksi 683,95 ribu ton. Di sisi lain, padi justru mencatat kenaikan signifikan. Luas panen padi pada 2025 diperkirakan mencapai 322,90 ribu hektare, naik 41,18 ribu hektare atau 14,62 persen dibandingkan 2024 yang seluas 281,72 ribu hektare.

Produksi padi pada 2025 diperkirakan 1,71 juta ton GKG, meningkat 255,21 ribu ton atau 17,56 persen dari produksi 2024 sebesar 1,45 juta ton GKG. Sedangkan produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat mencapai 973,14 ribu ton, naik 145,36 ribu ton atau 17,56 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 827,79 ribu ton.

Baca Juga :  Kos di Dompu Jadi Sarang Sabu, Tiga Orang Langsung 'Check-in' di Hotel Prodeo Polres

Wahyudin menambahkan, pergeseran ini menunjukkan masyarakat NTB semakin fokus menanam padi karena memberikan kestabilan pangan sekaligus peluang ekonomi yang lebih menguntungkan.

“Masyarakat NTB kini lebih memprioritaskan padi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Ini langkah adaptif petani dalam menghadapi tantangan pasar dan iklim,” ujar Wahyudin.

Tren ini menjadi catatan penting bagi pemerintah Provinsi dan petani dalam merencanakan strategi produksi pangan yang berkelanjutan, serta memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan mencukupi untuk masyarakat NTB.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita
Ribuan Warga Bima Padati UIN Mataram, Ketua RKBPL Dorong Ekonomi Mandiri Berbasis Gotong Royong
Qori Cilik Juara Internasional Tampil, Halalbihalal dan Pelepasan Jamaah Calon Haji RKB Pulau Lombok Kian Khusyuk
KONI NTB Rapatkan Barisan, Matangkan Slot Atlet dan Nomor Unggulan Jelang Porprov 2026
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Minggu, 19 April 2026 - 18:05 WIB

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 April 2026 - 15:13 WIB

TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram

Minggu, 19 April 2026 - 14:01 WIB

Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 13:24 WIB

Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita

Berita Terbaru

Terlihat Terduga Pelaku bersama Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang ayah di Desa Tamansari, Lombok Barat.

Hukum & Kriminal

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:05 WIB