Transportasi Laut Jadi Penopang Ekonomi NTB, Bappeda Gandeng LPEM UI Petakan Dampak Fiskal dan Konektivitas

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Focus Group Discussion (FGD) Bappeda Provinsi NTB bersama LPEM Universitas Indonesia yang membahas peran strategis transportasi laut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penguatan konektivitas wilayah, dan keberlanjutan lingkungan di NTB, berlangsung di Ruang Rapat Geopark Bappeda NTB, Rabu (28/1/2026).

Suasana Focus Group Discussion (FGD) Bappeda Provinsi NTB bersama LPEM Universitas Indonesia yang membahas peran strategis transportasi laut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penguatan konektivitas wilayah, dan keberlanjutan lingkungan di NTB, berlangsung di Ruang Rapat Geopark Bappeda NTB, Rabu (28/1/2026).

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas peran strategis transportasi laut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas wilayah, serta menjaga keberlanjutan lingkungan di NTB.

FGD yang dihadiri perangkat daerah terkait lingkup Pemerintah Provinsi NTB tersebut berlangsung di Ruang Rapat Geopark Bappeda NTB, Rabu (28/1/2026).

Fungsional Perencana Ahli Madya Bappeda NTB, Suryani Eka Wijaya, Ph.D, menegaskan bahwa transportasi laut memiliki peran vital, tidak hanya sebagai penghubung antarwilayah kepulauan, tetapi juga sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi, sosial, dan lingkungan di NTB.

Baca Juga :  NTB-UNICEF Satukan Langkah: Wujudkan Anak Sehat, Tuntaskan Kemiskinan, Dongkrak Destinasi Wisata Kelas Dunia

Menurutnya, ke depan sektor transportasi laut dituntut untuk beradaptasi dengan dinamika global, termasuk transisi menuju penggunaan energi ramah lingkungan dan sistem transportasi yang berkelanjutan.

“Kajian yang dilakukan LPEM UI sangat strategis untuk memotret dampak ekonomi dan fiskal secara lebih komprehensif, termasuk peluang pengembangan konektivitas regional Bali-NTB-NTT,” ujar Suryani.

Sementara itu, Wahyu, perwakilan LPEM Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa kajian tersebut menganalisis dampak aktivitas ASDP secara makro. Analisis mencakup kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), peningkatan pendapatan masyarakat, hingga potensi pendapatan bagi pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga :  FITRA Bongkar APBD NTB 2026: Belanja Modal Hanya 3,4 Persen, Terendah Secara Nasional

Ia menilai transportasi laut memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan seperti NTB, terutama dalam mendukung distribusi barang, mobilitas orang, dan penguatan konektivitas antarwilayah.

FGD ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan berbasis data, guna memperkuat sektor transportasi laut sekaligus mendukung pemerataan pembangunan serta agenda pembangunan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas
Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Inilah Lokasi Kerusakan di Bima Usai Diguncang Gempa M7,7 Flores
Gempa M7,7 Flores Terasa hingga Bima: Rumah, Masjid hingga Gudang Bulog Rusak, Warga Luka
270 ASN dari 30 OPD NTB Lupa Jadi Pejabat, Mendadak Jadi Atlet, Ini Cabornya
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:08 WIB

Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:23 WIB

300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB