Barapan Kebo Buka Tahun 2026 di Sumbawa Barat, Tradisi Hidup Ekonomi Rakyat Menggeliat

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Karapan Kerbau atau Barapan Kebo kembali mengawali tahun 2026 di Stadion Karapan Kerbau Bentiu, Sumbawa Barat.

Tradisi Karapan Kerbau atau Barapan Kebo kembali mengawali tahun 2026 di Stadion Karapan Kerbau Bentiu, Sumbawa Barat.

SUMBAWAPOST.com | Sumbawa- Tradisi Barapan Kebo atau Karapan Kerbau kembali mengawali tahun 2026 di Stadion Karapan Kerbau Bentiu, Sumbawa Barat, Minggu (4/1/2026).

Perhelatan budaya yang telah mengakar kuat ini disambut antusias masyarakat dari berbagai kecamatan, bahkan lintas kabupaten.

Selain menjadi hiburan rakyat, Barapan Kebo menegaskan komitmen masyarakat Sumbawa Barat dalam menjaga warisan budaya leluhur yang sarat nilai sportivitas, kebersamaan, dan kearifan lokal. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya kalender resmi Barapan Kebo tahun 2026.

Tak hanya berdampak pada pelestarian budaya, kehadiran Barapan Kebo juga memberi efek nyata terhadap pergerakan ekonomi warga. Sejumlah pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga jasa transportasi lokal turut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi selama berlangsungnya acara.

Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, menegaskan bahwa tradisi Karapan Kerbau memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai identitas budaya daerah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Belum Cukup Umur Tapi Sudah Cukup Nekat, Bocah 16 Tahun di Sumbawa Diantar ke Penjara Gara-gara Narkoba

“Kegiatan ini sekaligus mengawali rangkaian kalender resmi karapan kerbau 2026 yang direncanakan berlangsung secara berkelanjutan di beberapa lokasi,” kata Amar Nurmansyah saat menghadiri acara Karapan Kerbau di Stadion Bentiu.

Menurutnya, Karapan Kerbau bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari jati diri masyarakat Sumbawa Barat yang harus terus dijaga dan dikembangkan secara positif.

“Karapan Kerbau sebagai warisan budaya yang mengandung nilai sportivitas, kebersamaan dan kearifan lokal,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh agar tradisi tersebut tetap lestari sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat setempat.

Amar juga menekankan pentingnya menjadikan Karapan Kerbau sebagai sarana mempererat silaturahim dan persatuan, tidak hanya di lingkungan masyarakat Sumbawa Barat, tetapi juga antardaerah.

“Melalui kegiatan seperti ini, semua saling bertemu, saling menyapa dan saling menyampaikan kabar baik. Ini adalah modal sosial yang sangat berharga,” katanya.

Baca Juga :  Isra’ Mi’raj Jadi Pengingat, Gubernur Iqbal Serukan Jaga Alam dan Perkuat Solidaritas Sosial NTB

Pelaksanaan Karapan Kerbau di awal tahun 2026 ini dinilai bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga cerminan kuatnya komitmen masyarakat Sumbawa Barat dalam menjaga dan mewariskan tradisi leluhur dari generasi ke generasi.

Sejak pagi hari, Stadion Karapan Kerbau Bentiu dipadati pemilik kerbau, joki, komunitas karapan, serta masyarakat yang datang dari berbagai kecamatan, bahkan dari luar daerah.

Dengan digelarnya Barapan Kebo di awal tahun ini, Sumbawa Barat kembali menegaskan komitmennya untuk mempertahankan tradisi budaya, mempererat hubungan antara Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis budaya dan kearifan lokal.

“Kehadiran karapan kerbau terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian warga, mulai dari pelaku UMKM, pedagang, hingga jasa transportasi lokal,” katanya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika
Ekspor Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Kapasitas Produksi hingga Sertifikasi Jadi Tantangan
Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Ratusan Perempuan Desa Ikut Diberdayakan
Gubernur NTB Keliling Sembalun Temui Warga, Bagikan Bendera Merah Putih Sambil Serap Aspirasi
267 Balita di Taliwang Masih Stunting, Sumbawa Barat Genjot Intervensi
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Ekspor Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Kapasitas Produksi hingga Sertifikasi Jadi Tantangan

Berita Terbaru

Dr Ufran, Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, mengulas Fenomena Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika dan Pentingnya Menjaga Batas antara Pelaporan Masyarakat dengan Penghukuman Melalui Media Sosial (Medsos).

Hukum & Kriminal

Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika

Sabtu, 8 Agu 2026 - 15:43 WIB