Lewat Program Desa Berdaya, Dispar Kota Bima Dorong Tenun dan Wisata Alam Tekan Kemiskinan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, H. Sukarno, SH

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, H. Sukarno, SH

SUMBAWAPOST.com|Bima- Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima, H. Sukarno, SH mengungkapkan bahwa hingga saat ini Kota Bima belum memiliki desa wisata secara resmi, meskipun potensi ke arah tersebut terus dipelajari dan dikembangkan.

Hal ini disampaikannya saat membahas peran sektor pariwisata dalam mendukung pengentasan kemiskinan di Kota Bima saat menerima Kunjungan Dinas Kominfo Provinsi NTB dan sejumlah Forum Wartawan Parlemen (FWP) DPRD NTB, dengan Didampingi Kadis Kominfo Kota Bima Dr Muhammad Hasyim, Didampingi Kabid Kabid Kominfo Muhidin, Dinas Ketahanan Pangan yang diwakili Kabid ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Masita, di ruang Rapat Command Center Kantor Wali Kota Bima. Senin (22/12/2025).

“Soal pengentasan kemiskinan tentu ada dinas teknis yang bekerja langsung, seperti Dinas Sosial. Dinas Pariwisata memang kami akui belum memiliki desa wisata, tetapi kami terus mempelajari peluang itu,” ujar Sukarno.

Ia mencontohkan keberhasilan Desa Sade di Lombok sebagai referensi pengembangan desa wisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Di Kota Bima sendiri, pendekatan yang dilakukan masih melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang bergerak secara parsial, namun tetap berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Siapkan Pembenahan Cagar Budaya NTB, Segini Jumlahnya

“Teman-teman Pokdarwis ini memang bergerak parsial di kantong-kantong wisata, tapi mereka tetap bergerak bersama kami. Minimal mereka ikut menjaga dan mengelola spot wisata di wilayahnya,” jelasnya.

Sukarno menyebutkan beberapa destinasi wisata alam di Kota Bima masih bersifat alami dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, meski lokasinya relatif jauh dari pusat kota. Salah satu kekuatan yang dinilai bisa menjadi ciri khas adalah tenun Bima, yang dinilai memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.

“Beberapa lokasi masih sangat alami dan punya kekhasan, seperti tenun. Ini yang akan kami dorong ke depan agar bisa berkembang, mudah-mudahan bisa menjadi desa wisata seperti Desa Sade di Lombok,” katanya.

Terkait Program Desa Berdaya, Sukarno menyebut Kelurahan Jati Baru telah masuk dalam cetak biru program Provinsi NTB dan diarahkan sebagai kawasan sosial untuk pelestarian tenun Bima. Namun ia mengakui, dari sisi variasi motif dan penguatan produk, tenun Bima masih tertinggal dibandingkan daerah lain seperti Lombok.

“Ini bisa menjadi PR bersama, terutama bagi provinsi, untuk penguatan UMKM. Mulai dari pengembangan motif, desain, hingga kolaborasi lintas daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur NTB Ingatkan Bappeda Agar Setiap Program Dikawal dengan Baik!

Selain wisata budaya, Jati Baru juga dinilai memiliki potensi wisata alam yang bisa dikembangkan. Namun, Sukarno menekankan pentingnya penguatan pola pikir dan budaya sadar wisata, terutama dalam hal keramahan terhadap wisatawan.

“Perlu ada pelatihan perubahan mindset, agar masyarakat terbiasa menerima orang luar dengan ramah. Ini penting untuk kemajuan pariwisata kita,” tegasnya.

Dalam konteks pengentasan kemiskinan ekstrem, Sukarno menegaskan bahwa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus memiliki peran dan wilayah dampingan yang jelas. Setiap dinas, kata dia, perlu mengambil bagian sesuai tugas dan fungsinya.

“OPD harus jelas lokasinya, ambil peran untuk pendampingan, identifikasi sumber kemiskinan, dan menjembatani warga miskin ekstrem dengan pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa penanganan kemiskinan harus dilakukan secara kolaboratif, termasuk melalui program kebersihan lingkungan dan kepedulian sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kalau ini dilakukan bersama-sama, saya yakin pariwisata dan pengentasan kemiskinan bisa berjalan seiring,” pungkasnya.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Srikandi Pemuda Pancasila NTB Semarakkan HUT ke-81 RI, Lomba Nyanyi Berhadiah Sembako
Wagub NTB Buka ‘Ruang Cerita Ibu’, Perempuan Diajak Jadi Garda Terdepan Lawan Kekerasan dan Narkoba
Gubernur Iqbal Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, Kuda Troya Politik Olahraga Mulai Terbaca?
39 Tahun Berlalu, Titiek Soeharto Napak Tilas ke Sembalun Kenang Jejak Pak Harto dan Ibu Tien
3 Penghargaan Nasional Dibawa Pulang Wabup KLU, Ini Prestasi Lombok Utara
Musorprov KONI NTB 2026 Tanpa Calon, KONI Pusat Sarankan Ditunda, Ini Alasannya
Pemkot Bima Gerak Cepat Lindungi Pekerja Rentan, Rp8,375 Miliar BPJS Digelontorkan
Tim Solidaritas NTB Mulai Bergerak Bantu Korban Gempa M7,7 di NTT
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Srikandi Pemuda Pancasila NTB Semarakkan HUT ke-81 RI, Lomba Nyanyi Berhadiah Sembako

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Wagub NTB Buka ‘Ruang Cerita Ibu’, Perempuan Diajak Jadi Garda Terdepan Lawan Kekerasan dan Narkoba

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Gubernur Iqbal Gagal Jadi Calon Ketua KONI NTB, Kuda Troya Politik Olahraga Mulai Terbaca?

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:55 WIB

39 Tahun Berlalu, Titiek Soeharto Napak Tilas ke Sembalun Kenang Jejak Pak Harto dan Ibu Tien

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:02 WIB

3 Penghargaan Nasional Dibawa Pulang Wabup KLU, Ini Prestasi Lombok Utara

Berita Terbaru