Wagub NTB Umi Dinda Ungkap Dua Daerah di NTB Zona Merah Stunting, Cek Daerah Mana Aja

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Indah Dhamayanti Putri, mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, dan pemangku kepentingan untuk semakin memperkuat kolaborasi nyata dalam percepatan penurunan angka stunting di NTB. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan konsultasi dan koordinasi teknis penanganan stunting menjelang akhir tahun.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Indah Dhamayanti Putri, mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, dan pemangku kepentingan untuk semakin memperkuat kolaborasi nyata dalam percepatan penurunan angka stunting di NTB. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan konsultasi dan koordinasi teknis penanganan stunting menjelang akhir tahun.

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, dan pemangku kepentingan untuk semakin memperkuat kolaborasi nyata dalam percepatan penurunan angka stunting di NTB.

Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan konsultasi dan koordinasi teknis penanganan stunting menjelang akhir tahun yang dihadiri mitra kerja, sebagai bagian dari evaluasi quickwin Provinsi NTB, di Mataram, (03/12/2025).

Dalam paparannya, Umi Dinda memaparkan perkembangan terbaru kondisi stunting di NTB. Dua kabupaten, Lombok Barat dan Sumbawa, telah berhasil masuk zona hijau. Namun, Lombok Timur dan Lombok Utara masih masuk zona merah. Ia menegaskan pentingnya upaya yang lebih diperkuat di kedua daerah tersebut.

“Kita tidak boleh menutup-nutupi data. Dengan mengetahui kondisi sebenarnya, kita bisa bekerja lebih keras untuk memperbaikinya. Daerah yang sudah hijau jangan sampai turun, yang kuning jangan sampai merah, dan yang merah harus berusaha naik,” tegasnya.

Wagub menekankan bahwa penanganan stunting bukan kampanye politik, melainkan gerakan untuk menyelamatkan generasi masa depan NTB, terutama menyongsong Generasi Emas 2045.

Baca Juga :  Pembagian Cabor PON Nusa Tenggara XXII/2028 Tuntas, NTB Resmi Tuan Rumah 26 Cabor-Ini Daftarnya

Ia menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi berbagai instansi vertikal, termasuk TNI dan Polri, yang telah berperan aktif melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini menyediakan intervensi gizi selama 90 hari dengan dukungan dana Rp15.000 per hari. Namun, komitmen besar dari orang tua sangat diperlukan, mengingat rata-rata biaya mencapai sekitar Rp1,3 juta per anak selama intervensi.

Meski demikian, Umi Dinda mengakui biaya tersebut masih memberatkan masyarakat berpenghasilan UMR, sehingga partisipasi masyarakat dan inisiatif komunitas sangat dibutuhkan sebagai solusi berkelanjutan.

“Partisipasi masyarakat adalah kunci karena kita tidak bisa memastikan seberapa besar keberpihakan anggaran setiap tahunnya,” ujarnya.

Wagub juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan lintas sektor dalam penanganan stunting. Tidak cukup hanya dari sisi kesehatan, tapi juga pendidikan, ekonomi keluarga, dan lingkungan sosial menjadi faktor penting keberhasilan program. Pendekatan berbasis spasial juga dianggap krusial agar intervensi lebih tepat sasaran.

Baca Juga :  Gaji Dipotong, Ratusan Karyawan Protes Terhadap PT SDI di Sumbawa

Ia mengapresiasi kerja keras BKKBN, Dinas Kesehatan, organisasi wanita, dan lembaga pendamping yang terus hadir di lapangan. Seragam yang dikenakan peserta dikatakannya sebagai simbol komitmen untuk mendampingi para ibu dan anak di daerah terpencil.Umi Dinda juga menyinggung kisah-kisah nyata di lapangan, seperti ibu yang menjalani peran sebagai orang tua tunggal atau kondisi keluarga yang tidak ideal. Ia menegaskan pemerintahan hadir untuk membantu, namun tanggung jawab utama tetap pada keluarga.

Ia berharap peran ayah semakin aktif untuk mendukung istri dan anak-anaknya.Di penghujung sambutannya, Wagub mengajak seluruh pihak tak cepat puas dengan pencapaian saat ini.

“Kita harus terus kejar standar lebih baik, bukan hanya memenuhi target nasional, tapi menjadi provinsi yang mampu menunjukkan kemajuan lebih cepat,” tutupnya.

Memasuki bulan Desember, waktu untuk evaluasi program tahun berjalan sangat terbatas. Oleh karena itu, seluruh rencana program penurunan stunting 2025 harus segera dipastikan kesiapan dan tindak lanjutnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Sumber Berita: https://Umi%20Dinda,

Berita Terkait

Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Konsep FELDA Malaysia untuk Pertanian NTB
Willgo Zainar Kembali Pimpin HKTI NTB, Siap Perkuat Transformasi Pertanian Modern
Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Eddy Sophian Hadiri Pelantikan Hanura Se-NTB, Serukan Kolaborasi
Tenun NTB Curi Panggung di IFW 2026, Karya QV by Viviana Tuai Sorotan
PKN NTB Beri Selamat Pengurus Baru Hanura, Ajak Perkuat Kolaborasi Demi Kemajuan Daerah
Umi Dinda Curi Perhatian di Indonesia Fashion Week 2026, Promosikan Tenun NTB ke Panggung Nasional
Gubernur Iqbal Bongkar Peran Prabowo dan OSO di Balik Keputusannya Maju Pilgub NTB
Dihadiri Iqbal-Dinda, Hanura Pastikan Dukung Iqbal Jika Kembali Bertarung di Pilkada NTB
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Konsep FELDA Malaysia untuk Pertanian NTB

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Willgo Zainar Kembali Pimpin HKTI NTB, Siap Perkuat Transformasi Pertanian Modern

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Eddy Sophian Hadiri Pelantikan Hanura Se-NTB, Serukan Kolaborasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Tenun NTB Curi Panggung di IFW 2026, Karya QV by Viviana Tuai Sorotan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:45 WIB

PKN NTB Beri Selamat Pengurus Baru Hanura, Ajak Perkuat Kolaborasi Demi Kemajuan Daerah

Berita Terbaru