Disnakertrans NTB ‘Bedah Kamar Mesin’ PMI Bersama DPR RI Komisi IX

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_2

oplus_2

Di hadapan Rombongan dari Komisi IX DPR RI dan Wakil Gubernur NTB, Disnakertrans NTB membuka ‘Kamar Mesin’ tata kelola PMI secara blak-blakan. Dari ledakan angka penempatan, gelombang Deportasi, hingga peta Perusahaan penempatan yang kian padat. Seluruh persoalan dan strategi pembenahan dipaparkan lugas, menegaskan bahwa perlindungan Pekerja Migran kini memasuki fase pembenahan total oleh Pemprov NTB.

SUMBAWAPOST.com| Mataram-Di hadapan Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri dan rombongan Komisi IX DPR RI, salah satunya dari Daerah Pemilihan NTB II Pulau Lombok, H Muazim Akbar, S.Ip. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Muslim ST M.Si, memaparkan kondisi terbaru penempatan serta berbagai tantangan pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB. Paparan tersebut disampaikan dalam forum resmi yang digelar di Hotel Lombok Astoria, Kamis, 20 November 2025.

Muslim membuka presentasi dengan data yang menurutnya paling mutakhir mengenai mobilitas PMI dari NTB sejak 2022 hingga 19 November 2025. “Total penempatan mencapai 119.243 orang. Untuk tahun 2025 saja, sudah 30.919 PMI berangkat sampai November. Angka ini sangat mungkin melampaui tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Selain penempatan, Muslim juga menyoroti tren kepulangan PMI. Rentang 2022-2025 mencatat 47.1/8 orang kembali ke NTB, sebagian diantaranya karena persoalan serius.

“Faktor kepulangan terbesar masih deportasi. Ini yang paling banyak dominasinya,” ungkap Muslim. Selain deportasi, penyebab lain yang cukup menonjol.

“Faktor kepulangan terbesar masih deportasi. Ini yang paling banyak dominasinya,” ungkap Muslim. Selain deportasi, penyebab lain yang cukup menonjol seperti 83 PMI meninggal dunia sepanjang 2025, 33 PMI sakit berat, Permasalahan lain seperti PHK, habis kontrak, hingga cuti serta Tiga kasus permasalahan lainnya yang masih dalam kajian teknis

Baca Juga :  DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare

Meski begitu, ia mengapresiasi peran Satgas PMI NTB yang disebutnya sangat aktif melakukan pencegahan pengiriman ilegal. “Atensi Satgas luar biasa. Banyak penggagalan yang berhasil dilakukan, termasuk kasus-kasus baru di Lombok Utara, Wera (Bima), hingga jalur Jawa da Kalimantan, ujarnya.

Muslim kemudian membeberkan peta perusahaan penempatan tenaga kerja migran yang aktif di NTB. Total terdapat 265 perusahaan, terdiri dari 13 kantor pusat dan 252 kantor cabang

Sebaran terbesar berada di Pulau Lombok, terutama Kota Mataram, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Sementara di Pulau Sumbawa, mayoritas adalah kantor cabang yang melayani wilayah Bima, Dompu, Sumbawa, dan KSB.

“Sebagian besar perusahaan kita adalah cabang. Ini juga menjadi PR kami untuk memperkuat pengawasan, tegasnya.

Dalam paparannya, Muslim menyampaikan langkah-langkah strategis Pemprov NTB dalam memperkuat perlindungan PMI. Salah satunya adalah dorongan agar Raperda Perlindungan PMI yang telah lama dibahas dapat segera disesuaikan dengan regulasi pusat dan disahkan.

Pemerintah juga sedang mematangkan Supply Center Terintegrasi sistem yang dirancang untuk menyatukan seluruh proses penyiapan, pelatihan, dan penelusuran dokumen calon PMI secara digital.

“Saat ini software-nya sedang finalisasi. Kami ingin tampilannya mudah diakses semua pihak dan benar-benar mendukung integrasi layanan,” ujar Muslim.

Muslim menegaskan komitmen Pemprov NTB untuk menyediakan opsi pembiayaan yang lebih murah bagi calon PMI. Salah satu terobosan adalah dengan menggandeng Bank Daerah, Baznas, serta lembaga keuangan nasional agar biaya keberangkatan dapat ditanggung secara lebih manusiawi.

Baca Juga :  AKD DPRD NTB 2024-2029 Ditetapkan, Ini Daftar Lengkap Nama Ketua dan Anggota

“Kami sedang menyusun Peraturan Gubernur sebagai landasan. Harapannya ini menjadi langkah maju untuk membantu kesulitan pembiayaan PMI, jelasnya.

Di bagian akhir, Muslim membeberkan bahwa Disnakertrans NTB tengah merampungkan Sistem Informasi Ketenagakerjaan generasi baru. Draft-nya sudah siap, dan versi IT-nya sedang disempurnakan.

“Kami targetkan bisa launching pada 1/ November, bertepatan dengan HUT NTB,” katanya optimistis.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mematangkan roadmap pemberdayaan purna PMI agar pekerja yang kembali membawa keterampilan dapat mengembangkan ekonomi keluarga di kampung halaman.

Muslim mengakhiri presentasinya dengan apresiasi kepada aparat penegak hukum. “Polda NTB dan jajaran Polres sangat proaktif. Penindakan terhadap pelanggaran penempatan ilegal meningkat dan memberi efek jera,” ucapnya.

Dengan serangkaian pembenahan regulasi, penguatan satgas, integrasi sistem, hingga inovasi pembiayaan, Pemprov NTB ingin memastikan seluruh Pekerja Migran Daerah ini dapat bekerja di luar negeri secara aman, legal, dan bermartabat sekaligus kembali membawa manfaat bagi bagi Daerah.

Sejumlah undangan yang hadir yakni Wakil Gubernur NTB, Perwakilan Kapolda NTB, Perwakilan Walikota Mataram, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTB, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Kapolresta Mataram, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Mataram, Kepala Imigrasi I TPI Mataram, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB, Kepala BP3MI NTB, APJATI NTB, APJATI Kota Mataram, Serikat Buruh Migran Indonesia NTB (SBMI NTB), Serikat Buruh Migran Indonesia Kota Mataram

Berita Terkait

Ketua IKA Unram Isvie Rupaeda Tegaskan Kampus Harus Aman dari Kekerasan Seksual
Ketua IKA Unram Isvie Ungkap Resep Sukses ke Maba, dari Dosen hingga Jadi Ketua DPRD NTB
Bukan Sekadar Cari Gelar, Ini Pesan Dekan FHISIP Unram untuk Mahasiswa Baru di PKKMB
Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas
Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ketua IKA Unram Isvie Rupaeda Tegaskan Kampus Harus Aman dari Kekerasan Seksual

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Ketua IKA Unram Isvie Ungkap Resep Sukses ke Maba, dari Dosen hingga Jadi Ketua DPRD NTB

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Bukan Sekadar Cari Gelar, Ini Pesan Dekan FHISIP Unram untuk Mahasiswa Baru di PKKMB

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:08 WIB

Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB