Gubernur Miq Iqbal Hidupkan Irigasi Era Soeharto: Panen Petani NTB Melejit Tiga Kali Setahun

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 00:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com| Mataram-Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, meninjau pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) di Desa Panujak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Rabu (12/11). Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui perbaikan jaringan irigasi dan pemanfaatan lahan tidur yang selama ini belum tergarap maksimal.

Dalam penjelasannya, Gubernur mengungkapkan bahwa Program Oplah merupakan tindak lanjut komunikasi langsung dengan Presiden Republik Indonesia.

“Tiang (saya, red) bertemu dengan Presiden melalui rapat telekonferensi dan menyampaikan bahwa kita mendapat program irigasi baru. Namun Tiang sampaikan bahwa kalau membuat irigasi baru, prosesnya akan lama karena pembebasan tanah dan hal-hal lainnya,” ujar Gubernur.

Baca Juga :  Bukan Rebutan Warisan, Tapi Rebutan Alat Masak, Pria di Bima Bacok Teman Sendiri

Atas dasar itu, ia mengusulkan agar irigasi lama peninggalan masa pemerintahan Presiden Soeharto direvitalisasi agar kembali berfungsi optimal.

“Daripada membuat baru, lebih baik menghidupkan kembali irigasi-irigasi lama yang tinggal diperbaiki agar dapat mengalirkan debit air yang cukup. Alhamdulillah, usulan itu langsung disetujui dan diimplementasikan oleh beliau,” jelasnya.

Hasilnya mulai terasa. Petani di Desa Panujak kini menikmati tiga kali panen dalam setahun (IP300) setelah pasokan air membaik berkat revitalisasi irigasi.
“Ini musim panen terakhir, insya Allah dalam beberapa hari ke depan kita panen. Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Presiden. Kalau permintaan kita terkait pangan dan pertanian masuk akal, selalu langsung disetujui dan diimplementasikan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Inilah Jadwal Pelantikan Gubernur NTB, Bupati dan Walikota Pemenang Pilkada 2024

Gubernur juga meminta Dinas Pertanian melakukan pendataan menyeluruh terhadap jaringan irigasi yang belum tersentuh perbaikan, agar dapat diajukan pada tahap berikutnya. Tahun ini, NTB mendapatkan alokasi Program Oplah seluas 10.000 hektare di sejumlah kabupaten.

“Kalau program ini berjalan berkelanjutan, bisa kita bayangkan dalam empat tahun ke depan hampir semua irigasi di NTB akan berfungsi optimal,” tutupnya.

 

Berita Terkait

Proyek Hilirisasi Ayam Dapat Suntikan Dana Awal Rp5 Triliun, Bima Masuk Tahap Pertama Pembangunan Nasional
NTB Dorong Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Peternak Nantikan Pabrik Pakan Dan Parent Stock
Madapangga Dipilih Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional, PT Berdikari Siapkan Kawasan Modern di Bima
PT Berdikari dan Pemkab Bima Resmi Teken MoU, Bima Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional
ISPA Hingga Hipertensi Dominasi Kasus Kesehatan Peserta MTQ XXXI NTB
MTQ XXXI NTB Dikawal 118 Tenaga Kesehatan, Ambulans Siaga 24 Jam di Lombok Tengah
Jokowi Masih Kuat, Tetapi Tidak Lagi Menentukan Segalanya Dan Prabowo Adalah Penerus Terbaiknya
GARDA SATU NTB Apresiasi Bupati Jarot Jaga Hutan, Soroti Tambang Liar Sumbawa
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:50 WIB

Proyek Hilirisasi Ayam Dapat Suntikan Dana Awal Rp5 Triliun, Bima Masuk Tahap Pertama Pembangunan Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:15 WIB

NTB Dorong Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Peternak Nantikan Pabrik Pakan Dan Parent Stock

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:37 WIB

Madapangga Dipilih Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional, PT Berdikari Siapkan Kawasan Modern di Bima

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:04 WIB

PT Berdikari dan Pemkab Bima Resmi Teken MoU, Bima Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:39 WIB

ISPA Hingga Hipertensi Dominasi Kasus Kesehatan Peserta MTQ XXXI NTB

Berita Terbaru