Ekonomi NTB Tumbuh Positif: Inflasi Terkendali, NTP Naik, dan Neraca Dagang Tetap Surplus

Avatar

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 19:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis data terbaru terkait tujuh indikator utama perekonomian daerah, meliputi inflasi, nilai tukar petani (NTP), pariwisata, transportasi, ekspor-impor, serta luas panen dan produksi padi dan jagung. Rilis tersebut dilakukan pada Senin (3/11/2025).

Dalam kegiatan itu, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB turut hadir melalui Pengawas Koperasi Ahli Pertama, Safira Dwi Tyas Putri, yang mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB.
Rilis ini menjadi acuan penting untuk melihat arah perkembangan ekonomi NTB sepanjang Oktober 2025.

BPS mencatat inflasi NTB pada Oktober 2025 sebesar 0,35 persen (month to month), sedikit lebih tinggi dibanding angka nasional yaitu 0,28 persen.
Peningkatan harga terutama terjadi pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya, serta beberapa komoditas utama seperti emas perhiasan, cabai merah, ikan layang, ikan bandeng, dan udang basah.

Baca Juga :  Dari Pulau Seribu Masjid Menuju Tanah Seribu Derita: Miq Iqbal dan DMI NTB Siap Bangun Masjid di Gaza

Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan 0,65 persen dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan ini dipicu oleh naiknya harga sejumlah komoditas di subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, antara lain jagung, tembakau, cabai merah, gabah, dan wortel.

Pada September 2025, sektor perhotelan mengalami penurunan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang turun 3,13 poin menjadi 45,67 persen, sedangkan hotel nonbintang turun 4,36 poin menjadi 33,86 persen.
Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya jumlah tamu dan tingkat hunian kamar, meskipun tidak sepenuhnya mencerminkan penurunan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Penurunan serupa juga terjadi pada jumlah penumpang laut dan udara, baik untuk angkutan domestik maupun internasional.

Dari sisi perdagangan luar negeri, nilai ekspor NTB pada September 2025 mencapai US$ 173,7 juta, dengan komoditas utama berupa perhiasan/permata (64,55%), tembaga (32,17%), serta ikan dan udang (2,85%).

Baca Juga :  Sektor Pertanian Sumbang 20 Persen Perekonomian NTB 2024

Sementara nilai impor NTB tercatat sebesar US$ 11,93 juta, didominasi oleh karet dan barang dari karet (63,67%), mesin/pesawat mekanik (29,01%), dan besi baja (4,19%).

Dengan demikian, neraca perdagangan NTB pada September 2025 mencatat surplus US$ 161,77 juta, dan secara kumulatif sepanjang tahun 2025 mencapai US$ 400,31 juta.

Dari sektor pertanian, total luas panen padi tahun 2025 diperkirakan mencapai 322,50 ribu hektar, naik 14,48 persen dibanding tahun sebelumnya.
Produksi padi pun diproyeksikan mencapai 1,70 juta ton, meningkat 16,65 persen dibanding tahun 2024.

Untuk komoditas jagung, luas panen tahun 2025 diperkirakan 176,05 ribu hektar atau naik 1,32 persen dari tahun sebelumnya. Namun, produksi jagung pipilan kering kadar air 14% justru sedikit menurun 0,66 persen menjadi 1,20 juta ton.

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru