Air Mata dan Doa Orang Tua Jadi Sorotan di Wisuda STKIP Yapis Dompu, Pesan Bupati Bambang Bikin Wisudawan Tersentil

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 16 September 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com,Dompu- Air mata haru, rasa bangga, dan senyum bahagia bercampur jadi satu di Paruga Samakai Dompu, Senin (15/9/2025). Sebanyak 259 mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yapis Dompu resmi menyandang gelar sarjana pada wisuda angkatan ke-11.

Momen ini semakin emosional ketika Bupati Dompu, Bambang Firdaus, hadir langsung memberi pesan yang menohok hati para wisudawan. Dengan nada penuh kehangatan, ia menekankan pentingnya mengingat jasa orang tua.

Baca Juga :  Bulan Bintang Bangkit Lagi, Ketua DPW NTB Nadirah Al-Habsyi Gaspol 5 Spirit: Dari TGB, Hamdan Zoelva, Kini Lalu Iqbal

“Jangan pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada orang tua. Berkat pengorbanan harta dan jiwa mereka, kalian bisa berdiri di sini hari ini sebagai seorang sarjana,” tutur Bupati Bambang, disambut tepuk tangan dan anggukan penuh haru dari para wisudawan.

Ia juga menegaskan bahwa gelar sarjana bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan pintu awal untuk mengabdi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Tak Mau Berleha-leha, Bupati Dompu Bambang Kawal Langsung 5 Proyek Besar

“Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjuangan yang sebenarnya. Ilmu yang kalian peroleh hari ini harus bisa menjadi bekal untuk membangun Dompu yang lebih maju,” tambahnya.

Wisuda kali ini menjadi tonggak bersejarah bukan hanya bagi kampus STKIP Yapis, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat Dompu yang menyaksikan lahirnya generasi baru calon pendidik. Suasana di gedung penuh rasa syukur, kebanggaan, sekaligus tangis haru yang tak terbendung.

 

Berita Terkait

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita
Ribuan Warga Bima Padati UIN Mataram, Ketua RKBPL Dorong Ekonomi Mandiri Berbasis Gotong Royong
Qori Cilik Juara Internasional Tampil, Halalbihalal dan Pelepasan Jamaah Calon Haji RKB Pulau Lombok Kian Khusyuk
KONI NTB Rapatkan Barisan, Matangkan Slot Atlet dan Nomor Unggulan Jelang Porprov 2026
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Minggu, 19 April 2026 - 18:05 WIB

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 April 2026 - 15:13 WIB

TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram

Minggu, 19 April 2026 - 14:01 WIB

Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 13:24 WIB

Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita

Berita Terbaru

Terlihat Terduga Pelaku bersama Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang ayah di Desa Tamansari, Lombok Barat.

Hukum & Kriminal

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:05 WIB