Teluk Saleh Bakal Jadi Rumah Mewah Hiu Paus, Warga NTB Ikut ‘Check-in’ Ekosistem

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 2 September 2025 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa- Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan sejumlah mitra melaksanakan survei lokasi zona inti rencana penetapan kawasan konservasi hiu paus di Teluk Saleh.

Kegiatan ini melibatkan BLUD BPSDKP Wilayah Sumbawa-Sumbawa Barat, BLUD BPSDKP Wilayah Bima-Dompu, Konservasi Indonesia, Kepala Desa Labuan Jambu, serta perwakilan kelompok masyarakat sekitar Teluk Saleh. Survei tersebut merupakan tindak lanjut dari Forum Group Discussion (FGD) usulan penetapan kawasan konservasi hiu paus yang digelar sehari sebelumnya, Rabu (27/8) kemarin.

Baca Juga :  Ketua PBB NTB Apresiasi SBMI dan Polres Lotim Gagalkan Dugaan TPPO 20 Remaja: Ini Penyelamatan Masa Depan NTB

Dalam kegiatan lapangan, tim meninjau empat titik zona inti yang memiliki ekosistem penting, termasuk terumbu karang, rumah ikan, dan lokasi pengasuhan juvenile hiu paus. Selain itu, ditemukan juga sejumlah rumpon milik masyarakat yang dimanfaatkan sebagai tempat bertelurnya ikan terbang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penetapan kawasan konservasi agar pengelolaan bisa berjalan efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Duduk Santai di Kali Kota Mataram Sambil Minum Tuak, Pria Asal Lotim Berakhir di Kuburan: Gara-Gara Tendangan Teman Sendiri

“Kegiatan ini bukan hanya tentang konservasi hiu paus, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama menjaga ekosistem laut Teluk Saleh untuk keberlanjutan sumber daya, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Melalui survei ini, pemerintah berharap masyarakat, pelaku wisata, dan seluruh pemanfaat kawasan di Teluk Saleh dapat memahami rencana zonasi yang telah disepakati. Dengan demikian, keberlangsungan ekosistem laut sekaligus pemanfaatan kawasan, termasuk pariwisata hiu paus, dapat terjaga secara berkelanjutan.

 

Berita Terkait

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh
Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan
Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya
Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa
Pengurus Kecamatan Hanura NTB 100 Persen Terbentuk, Struktur Desa Mulai Dikebut
TKD Berkurang, Ketua DPRD NTB Dorong Optimalisasi Aset Daerah untuk Dongkrak PAD
Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 05:33 WIB

Warga Jadi ‘Pasukan Infanteri’ Jaga Hutan Sesaot, Gubernur NTB Iqbal: Zona Merah Tak Boleh Disentuh

Selasa, 1 September 2026 - 23:51 WIB

Hanura NTB Dipacu Menatap 2029, Rio Capella: Musuh Paling Besar Partai Itu Kemalasan

Selasa, 1 September 2026 - 22:54 WIB

Hanura NTB Bidik Kursi DPRD di 3 Daerah Ini pada Pemilu 2029, Ternyata Ini Alasannya

Selasa, 1 September 2026 - 22:10 WIB

Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa

Selasa, 1 September 2026 - 21:57 WIB

Pengurus Kecamatan Hanura NTB 100 Persen Terbentuk, Struktur Desa Mulai Dikebut

Berita Terbaru

Ketua DPD Hanura NTB Ahmad Dahlan (Dae Leo) bersama Ketua Tim Satuan Tugas (Task Force) DPP Hanura Patrice Rio Capella dan jajaran Hanura NTB Saat Konsolidasi Organisasi.

Politik

Hanura NTB Siap ‘Pasang Papan Nama’ di Tiap Desa

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:10 WIB