Eks Pemilik Lahan Tagih Janji Perekrutan di Smelter PT Amman, Tokoh Pemuda Rizal Asbari Tegaskan Jaga Kondusifitas

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 3 Agustus 2025 - 08:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumbawa Barat – Enam tahun pasca pembebasan lahan untuk pembangunan smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), keresahan mulai dirasakan oleh ratusan eks pemilik tanah. Janji perekrutan tenaga kerja lokal yang disepakati sejak 2019 silam kembali ditagih, menyusul belum rampungnya pembangunan smelter di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Proses pelepasan tanah pada 2019 kala itu berjalan alot. Para pemilik enggan melepas lahan yang dinilai memiliki nilai ekonomi dan historis tinggi. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kemudian turun tangan sebagai mediator, hingga akhirnya warga sepakat menyerahkan lahan dengan satu poin penting: anak-anak mereka akan diprioritaskan bekerja di industri smelter setelah pembangunan selesai dan operasi dimulai.

Baca Juga :  NTB Dilirik Tiongkok, Wagub Umi Dinda Siapkan Karpet Merah Investor

Namun, enam tahun berlalu, janji tersebut belum terealisasi. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan 174 kepala keluarga eks pemilik lahan.

“Kesepakatan itu sudah berjalan enam tahun. Kami hanya menagih janji yang pernah disampaikan dulu di hadapan pemerintah dan tokoh masyarakat. Dulu warga sudah ikhlas melepas tanah demi kepentingan bangsa, sekarang janji itu harus ditepati,” tegas Rizal Asbari, tokoh pemuda, aktivis Maluk, sekaligus perwakilan eks pemilik lahan, Minggu (31/8/2025).

Rizal menekankan bahwa perekrutan tenaga kerja lokal tidak boleh dipandang sebagai sekadar janji sosial, melainkan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat yang telah berkorban.

Baca Juga :  Masya Allah! Ngaku Eks Ketua PSSI Dompu, Asrullah Ketahuan Ngarang, Ketua PSSI NTB: SK-nya Itu Palsu, Nggak Pernah Ada

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa pihaknya akan terus berupaya menjalin komunikasi dengan perusahaan maupun pemerintah terkait, tanpa mengganggu ketertiban daerah.

“Kami tetap menjaga kondusifitas wilayah Maluk khususnya, dan Sumbawa Barat pada umumnya. Sebab di sini berdiri Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan smelter ini juga termasuk Proyek Strategis Nasional,” tambahnya.

Seruan ini menjadi pengingat bagi perusahaan agar menghormati komitmen awal, sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar yang telah memberikan dukungan penuh sejak awal pembangunan.

Berita Terkait

Keluarga Mengadu ke PWI NTB, Yanuar Fikri PMI Diduga Korban TPPO Segera Pulang ke NTB
35 Ribu Warga NTB Tinggalkan Kampung Halaman untuk Jadi PMI pada 2025, Ini Daerah Asalnya
15 Desa di NTB Disiapkan Jadi Benteng Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
35 Ribu Warga NTB Adu Nasib ke Luar Negeri Sepanjang 2025, Remitansi Lebih dari Rp220 Miliar
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Kirim 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Lombok Barat
Polda NTB Ungkap 7 Kasus BBM dalam Sepekan, 7 Orang Jadi Tersangka, 4.419 Liter Pertalite Disita
NasPol NTB Minta Dugaan Anomali Pokir DPRD Rp120 Miliar Dibuka ke Publik
Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Keluarga Mengadu ke PWI NTB, Yanuar Fikri PMI Diduga Korban TPPO Segera Pulang ke NTB

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:01 WIB

35 Ribu Warga NTB Tinggalkan Kampung Halaman untuk Jadi PMI pada 2025, Ini Daerah Asalnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

15 Desa di NTB Disiapkan Jadi Benteng Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:51 WIB

35 Ribu Warga NTB Adu Nasib ke Luar Negeri Sepanjang 2025, Remitansi Lebih dari Rp220 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Kirim 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Lombok Barat

Berita Terbaru