NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia Iqbal bersama kader Posyandu dan masyarakat saat pelaksanaan uji coba metode baru percepatan penanganan stunting di Desa Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta Agathia Iqbal bersama kader Posyandu dan masyarakat saat pelaksanaan uji coba metode baru percepatan penanganan stunting di Desa Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

SUMBAWAPOST.com | Lombok Timur- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus berinovasi dalam upaya menekan angka stunting. Kali ini, Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi NTB bersama The Gentle Care Foundation Indonesia memperkenalkan metode baru penanganan stunting melalui uji coba Media Assessment Partisipatif (MAP) dengan pendekatan Komunikasi Antar Pribadi (KAP) di Desa Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Desa Sakra dipilih sebagai pilot project atau lokasi percontohan penerapan metode tersebut. Pendekatan ini dinilai berbeda dari pola penanganan stunting yang selama ini lebih banyak bertumpu pada intervensi pemerintah. Melalui MAP, keluarga didorong untuk mengenali, memetakan, dan memahami sendiri akar persoalan yang dihadapi, sehingga solusi yang diambil lebih sesuai dengan kondisi masing-masing keluarga.

Pelaksanaan uji coba tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK sekaligus wujud kolaborasi antara TP PKK Provinsi NTB dan The Gentle Care Foundation Indonesia dalam menghadirkan pendekatan yang lebih partisipatif, inklusif, dan berpusat pada keluarga guna mendukung percepatan penurunan stunting.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Sinta Agathia Iqbal, menegaskan bahwa keluarga merupakan aktor utama dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Karena itu, orang tua perlu diberi ruang untuk memahami persoalan yang mereka hadapi sekaligus menentukan solusi yang paling tepat bagi keluarganya.

Baca Juga :  Perketat Pengawasan Laut NTB, Pemprov dan KKP Siapkan Sanksi Tegas Lewat Pergub

“Selama ini keluarga sering kali hanya menjadi penerima informasi. Melalui pendekatan ini, kami ingin orang tua menjadi subjek utama yang mampu mengenali akar persoalan di keluarganya sendiri, memahami penyebabnya, dan bersama-sama menemukan solusi yang paling tepat. Ketika kesadaran itu tumbuh dari dalam keluarga, perubahan akan lebih mudah diwujudkan dan hasilnya akan lebih berkelanjutan,” ujar Sinta Agathia Iqbal.

Berbeda dengan metode konvensional yang cenderung berjalan satu arah, Media Assessment Partisipatif (MAP) memanfaatkan media visual berbentuk peta yang membantu keluarga mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak.

Dengan pendampingan kader Posyandu, orang tua diajak memahami keterkaitan berbagai aspek, mulai dari kesehatan, gizi, pendidikan, kondisi sosial ekonomi, budaya, lingkungan, hingga akses terhadap layanan publik yang berpengaruh terhadap risiko stunting.

Melalui dialog yang terbuka dan komunikatif, keluarga tidak hanya menerima informasi, tetapi juga didorong untuk mengenali sendiri tantangan yang dihadapi, memahami hubungan antarpermasalahan, serta menggali berbagai solusi yang tersedia di lingkungan sekitar. Pendekatan ini sekaligus memperkuat peran kader Posyandu sebagai fasilitator yang mendampingi keluarga dalam membangun kesadaran dan mengambil keputusan secara mandiri.

Baca Juga :  NTB Makmur Mendunia Meninggal Dunia: Requiem atas Janji yang Dikhianati

Menurut Sinta Agathia Iqbal, transformasi penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah maupun layanan kesehatan. Diperlukan perubahan cara pandang yang menempatkan keluarga sebagai pusat perubahan agar setiap intervensi memiliki rasa kepemilikan yang kuat dan peluang keberhasilan yang lebih besar.

Uji coba di Desa Sakra diharapkan menjadi langkah awal lahirnya model pendampingan keluarga yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat. Kolaborasi TP PKK Provinsi NTB, kader Posyandu, dan The Gentle Care Foundation Indonesia juga diharapkan mampu memperkuat transformasi Posyandu menjadi ruang pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga peningkatan kapasitas keluarga dalam menyelesaikan persoalan secara mandiri.

Melalui inovasi tersebut, TP PKK Provinsi NTB menegaskan komitmennya menghadirkan pendekatan penanganan stunting yang lebih manusiawi, dialogis, dan berkelanjutan. Dengan menempatkan orang tua sebagai pelaku utama perubahan, upaya melahirkan generasi NTB yang sehat, cerdas, dan berkualitas diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi masa depan anak-anak dan keluarga di Nusa Tenggara Barat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah
Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar
Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika
Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?
MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan
Enam Produk Unggulan NTB Siap Nembus Pasar Ekspor Lewat TEI 2026
Mori Hanafi Kembali Maju, Daftar Sebagai Calon Ketua KONI NTB 2026-2030
Marc Marquez Sebut Mandalika Seperti Rumah Kedua, Ribuan Warga Sambut Parade MotoGP di Mataram
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:05 WIB

58 Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Badko HMI Bali-Nusra Desak Kemenhaj NTB Cabut Izin Travel Bermasalah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Sirkuit Mandalika Lolos Standar Tertinggi FIM, Raih Grade A, MotoGP Indonesia 2026 Siap Digelar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Aktivis Kritik Berujung Tersangka, Pemuda Sasak Sentil Gubernur NTB: Rakyat Harus Diam?

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

MotoGP Mandalika, 160 Tenaga Medis Siaga, 12 Ambulans dan Helikopter Disiapkan

Berita Terbaru

Lima pembalap Moto2 dan Moto3 Berinteraksi dan Berbagi Inspirasi dengan Siswa SDN 2 Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Kamis (8/10/2026).

Olahraga

Lima Pembalap Dunia Sambangi Sekolah di Mandalika

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:53 WIB