DPRD NTB Gosong, Mapolda Jebol Diserbu Massa, PDI-P Soroti Kinerja Kapolda

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Drama keamanan di Nusa Tenggara Barat memuncak. Insiden perusakan Mapolda NTB dan pembakaran Kantor DPRD NTB oleh massa demonstran pada Sabtu (30/8/2025) sontak mengguncang jagat politik dan hukum di daerah ini. Suasana kian panas, tudingan pun mulai mengarah ke pucuk pimpinan kepolisian.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur, Ahmad Sukro, SH., M.Kn, tak bisa menahan amarahnya. Menurutnya, dua insiden ini adalah bukti kegagalan Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Saya pertanyakan kinerja puncak pimpinan Polda NTB. Saya menilai Kapolda NTB gagal total menjalankan tugas karena dua peristiwa ini,” tegas Sukro.

Sukro menilai koordinasi dan mitigasi dari jajaran Polda NTB benar-benar nol besar. Baginya, apa yang terjadi adalah tamparan keras terhadap wibawa aparat keamanan.

“Mapolda NTB dirusak, Kantor DPRD sampai bisa terbakar. Ini apa penyebabnya? Masa polisi tidak mendapatkan informasi? Di mana mitigasinya? Di mana letak kerja antisipasi kepolisian NTB?,” sindirnya.

Baca Juga :  Hotel Andara Dompu Heboh! Cewek 21 Tahun Jadi Makelar Nafsu, Polisi Ciduk Bocah 13 Tahun Lagi ‘Kencan’ Sama Om di Kamar

Menurutnya, sejak NTB berdiri, belum pernah ada demonstrasi yang berujung perusakan kantor kepolisian setingkat Mapolda. Bahkan, di level Polres pun tidak pernah terjadi.

“Sekelas Mapolda NTB, sejak NTB berdiri sekencang apapun demonstrasi, tidak pernah sampai dirusak. Polda kok bisa kebobolan?,” tambahnya geram.

Sukro juga menyinggung anggaran besar yang digelontorkan untuk menjaga Kamtibmas di NTB. Menurutnya, besarnya anggaran tidak sejalan dengan kinerja yang dihasilkan.

“Kalau memang tidak mampu menjalankan fungsi Kamtibmas, hilangkan saja anggarannya. Serahkan ke tentara saja,” cetusnya.

Menurut Sukro, perusakan Mapolda NTB dan pembakaran DPRD NTB adalah peristiwa memalukan yang bakal meninggalkan luka panjang. Ia memandangnya dari tiga perspektif utama:

  1. Gagal Deteksi Dini dan Perlindungan Publik
    Polisi disebut gagal melakukan deteksi awal, pengendalian massa, dan perlindungan fasilitas publik. Mapolda dan DPRD adalah simbol negara. Jika keduanya bisa dengan mudah dirusak dan dibakar, publik akan menilai aparat abai menjalankan fungsi preventif dan represif.
  2. Krisis Kepercayaan Publik
    Tindakan anarkis massa biasanya lahir dari akumulasi kekecewaan rakyat terhadap lembaga politik maupun aparat. Jika polisi gagal meredam provokasi dan mengelola dinamika sosial, citra kelemahan institusi keamanan akan semakin terekspos telanjang.
  3. Rapuhnya Sistem Komunikasi dan Mitigasi Konflik
    Sukro menilai aparat lebih sering datang setelah kerusuhan pecah ketimbang melakukan upaya persuasif dan mitigasi konflik sejak dini. “Lemahnya kepolisian bukan hanya soal gagal menjaga fisik gedung, tapi juga gagal membangun komunikasi dan membaca potensi konflik sejak awal,” jelasnya.
Baca Juga :  Aneh! Kasat Reskrim Polres Dompu Larang Wartawan Tanya Kasus Lewat HP 

Sukro menegaskan, dua peristiwa ini bukan sekadar aksi kriminal. Ini adalah cermin rapuhnya kehadiran negara melalui institusi kepolisian dalam menjaga wibawa hukum, keamanan publik, dan simbol demokrasi.

“Ini memalukan, dan tidak boleh terjadi lagi. Kapolda harus bertanggung jawab,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Proyek Hilirisasi Ayam Dapat Suntikan Dana Awal Rp5 Triliun, Bima Masuk Tahap Pertama Pembangunan Nasional
NTB Dorong Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Peternak Nantikan Pabrik Pakan Dan Parent Stock
Madapangga Dipilih Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional, PT Berdikari Siapkan Kawasan Modern di Bima
PT Berdikari dan Pemkab Bima Resmi Teken MoU, Bima Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional
ISPA Hingga Hipertensi Dominasi Kasus Kesehatan Peserta MTQ XXXI NTB
MTQ XXXI NTB Dikawal 118 Tenaga Kesehatan, Ambulans Siaga 24 Jam di Lombok Tengah
Jokowi Masih Kuat, Tetapi Tidak Lagi Menentukan Segalanya Dan Prabowo Adalah Penerus Terbaiknya
GARDA SATU NTB Apresiasi Bupati Jarot Jaga Hutan, Soroti Tambang Liar Sumbawa
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:50 WIB

Proyek Hilirisasi Ayam Dapat Suntikan Dana Awal Rp5 Triliun, Bima Masuk Tahap Pertama Pembangunan Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:15 WIB

NTB Dorong Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Peternak Nantikan Pabrik Pakan Dan Parent Stock

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:37 WIB

Madapangga Dipilih Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional, PT Berdikari Siapkan Kawasan Modern di Bima

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:04 WIB

PT Berdikari dan Pemkab Bima Resmi Teken MoU, Bima Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:39 WIB

ISPA Hingga Hipertensi Dominasi Kasus Kesehatan Peserta MTQ XXXI NTB

Berita Terbaru