Malaysia Buka ‘Pintu Rezeki’ di NTB, FGV Siap Serap Tenaga Kerja Lokal

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 11 Juni 2025 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang ketenagakerjaan kembali mendapatkan momentum strategis. Kali ini, FGV (Felda Global Ventures) Holdings Berhad salah satu perusahaan agribisnis terbesar asal Malaysia melalui mitra resminya PT Bumi Agro Nusantara, menyampaikan niat untuk memperluas operasional dengan membuka kantor cabang di Kota Mataram.

Langkah ini disambut positif oleh Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB. Kehadiran FGV dinilai sebagai sinyal optimisme sekaligus peluang emas dalam memperluas pasar kerja serta mempererat kerja sama bilateral, khususnya dalam penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor kelapa sawit, gula, dan karet di Malaysia.

Baca Juga :  Honorer 518 Tolak Pesangon, Minta Diakomodir Kembali dalam APBD Perubahan NTB

Hal ini disampaikan oleh Plt. Kadisnakertrans Provinsi NTB dalam sebuah audiensi khusus bersama jajaran manajemen senior FGV, yang turut dihadiri oleh Mantan Anggota DPD RI asal NTB Drs. H. Lalu Suhaimy Ismy, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kepala BP3MI NTB, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I (TPI) Mataram, rombongan FGV Holdings Berhad, serta para pemangku kepentingan lainnya. Pertemuan ini berlangsung di Dapoer Sasak, Udayana, pada Senin (9/6/2025).

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., menyoroti perhatian besar Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, terhadap isu pekerja migran. Hal ini tidak terlepas dari pengalaman panjang beliau di luar negeri dan keterlibatannya dalam penyelesaian berbagai kasus WNI.

Baca Juga :  Upaya Pelestarian Alam dan Lingkungan, Pj Gubernur NTB Lepas Benih Ikan dan Tanam Pohon

“Kami ingin dorong masyarakat untuk bekerja secara nyaman, legal, terlindungi, dan produktif. Bahkan pernah kami pikirkan, bagaimana jika memungkinkan suami-istri yang sudah menikah bisa bekerja bersama di luar negeri, untuk meningkatkan produktivitas dan meminimalisir dampak sosial di kedua belah pihak,” ujar Miq Gite.

Lalu Gita juga berharap ke depan proses rekrutmen PMI dapat berlangsung lebih tertib dan sesuai prosedur. Selain sektor ketenagakerjaan, ia juga membuka peluang investasi di sektor jagung, tebu, dan hortikultura, khususnya di Pulau Sumbawa.

 

Berita Terkait

NTB Jadi Kiblat Baru Ekonomi Syariah Nasional, BPRS Tampil Perkasa di Tengah Krisis
Darurat! Ribuan Siswa di Lombok Utara ‘Dikepung’ Iklan Rokok Murah, Riset IYCTC Bongkar Fakta Mencengangkan
DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan
Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 
Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB
Sidang Dana ‘Siluman’ DPRD NTB Dinilai Melenceng, TGH Najamudin: Kasus Sudah Lari dari Substansi
Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 18:53 WIB

NTB Jadi Kiblat Baru Ekonomi Syariah Nasional, BPRS Tampil Perkasa di Tengah Krisis

Selasa, 21 April 2026 - 17:07 WIB

Darurat! Ribuan Siswa di Lombok Utara ‘Dikepung’ Iklan Rokok Murah, Riset IYCTC Bongkar Fakta Mencengangkan

Selasa, 21 April 2026 - 15:33 WIB

DPW PBB NTB Bantah Pembekuan, Sebut SK Cacat Hukum, Kepengurusan Nadirah Tetap Jalan

Selasa, 21 April 2026 - 13:28 WIB

Sidang Gratifikasi DPRD NTB Disorot, TGH Najamudin Minta Gubernur dan Eks Sekda Dihadirkan sebagai Saksi 

Selasa, 21 April 2026 - 13:05 WIB

Soal Dana Siluman DPRD NTB, TGH Najamudin Sebut Sumber Gratifikasi Justru dari Kebijakan Gubernur NTB

Berita Terbaru